Pluit kapuk > Laporan Utama

Yuk, Intip Pola Pendidikan Karakter Anak

Rabu, 23 Mei 2018 18:35 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Salah satu kegiatan pendidikan karakter yang ditanamkan Australian School
Salah satu kegiatan pendidikan karakter yang ditanamkan Australian School
Foto : Malik Maulana

Share this








Setiap lembaga pendidikan menerapkan pola pendidikan karakter yang berbeda-beda. Namun, memiliki tujuan sama dalam membentuk mental positif anak didik.

PLUIT KAPUK - Pola pendidikan karakter siswa di setiap sekolah berbeda. Mulai dari pembentukan karakter sejak dini, penerapan nilai moral hingga melibatkan kurikulum sekolah berbasis digital. Tujuannya sama, membentuk mental positif anak didik dalam menyongsong masa depan gemilang.

Apple Tree Preschool Muara Karang

Bentuk Karakter Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter anak menjadi bagian dari proses belajar di Apple Tree Preschool Muara Karang. Sebab, karakter yang terbentuk saat usia dini itu akan diterapkannya hingga usia dewasa.

"Pendidikan karakter sangat penting, terbentuk sejak kecil hingga dewasa," kata Principal Apple Tree Preshool Muara Karang Tanty Marthauli saat ditemui di Apple Tree Preschool Muara Karang, Jalan Muara Karang Blok i1 Selatan No. 26-28, RT20/02, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (16/5).

Dia berpendapat, percuma saja anak memiliki daya berpikir pintar jika tidak berbudipekerti baik. Justru, hal tersebut akan menjerumuskan anak pada perilaku negatif.

"Selain pintar. Tentunya anak harus memiliki budi pekerti baik. Seimbang antara pendidikan akademis dan moral," jelasnya.

Di Apple Tree Preschool Muara Karang, anak didik diberikan pendidikan 'role playing' untuk menanamkan moral. Mendidik anak untuk saling pengertian sesama teman. Tak luput, para pengajar pun menyontohkan moral baik setiap harinya. Sebab, usia anak mudah mengikuti apa yang ditangkap panca indra.

"Tapi semua ini (pendidikan moral) juga harus diterapkan di lingkungan rumah. Terutama orangtua yang harus menyontohkan moral baik agar diikuti anaknya," tutupnya.

Saint Nicholas School

Tanamkan Nilai Moral Sejak Dini

Tenaga Pendidik Saint Nicholas School Ermawati Sihaloho mengungkapkan, penerapan pendidikan karakter di sekolahnya dilakukan dengan menanamkan nilai moral sedini mungkin. Dimana, setiap guru akan memberikan contoh baik kepada anak didik. Sebab, apapun yang dilakukan akan ditiru tanpa memikirkan dampaknya.

"Di sini pendidikan karakter dilakukan dengan menanamkan nilai moral Kristiani. Tapi nilai itu bersifat general jadi bisa diterapkan pada setiap agama," kata Ermawati, saat ditemui di Saint Nicholas Shool, Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (14/5/2018).

Penanaman nilai moral sebagai bagian dari pendidikan karakter sangat penting dilakukan. Pasalnya kata dia,  alat Indra pada anak lebih peka. Apa yang mereka lihat dan rasakan dapat mudah ditiru. Untuk itu, contoh baik itu pun perlu diterapkan oleh orangtua. 

"Menghimbau kedua orangtua harus bersikap bijaksana terhadap anak. Memberikan contoh perilaku baik agar ditiru anak," jelasnya.

Lanjutnya, orang tua tidak melontarkan kalimat berkonotasi negatif pada ada. Sebab, hal tersebut dapat menyebabkan psikologis dan emosional anak terganggu. Sebaliknya, harus melontarkan konotasi positif agar anak dapat lebih semangat menjalani hidup.

"Konotasi negatif itu misalnya 'kamu bodoh'. Itu justru akan berdampak anak semakin down," tutupnya

Australian School Sacred Heart PIK

Pembentukan Karakter Via Kurikulum Digital

Berbeda dengan sekolah lainnya, Australian School Sacred Heart PIK mengedepankan kurikulum digital dalam pendidikan karakter siswa. Kurikulum itu digadang-gadang dapat mencetak generasi bangsa yang siap menghadapi persaingan global.

Kurikulum dan Training Australian School Wellem Sosie menjelaskan, penerapan kurikulum digital membuat anak didik fokus dan mandiri dalam belajar. Pasalnya, sistem partisipatif mengedepankan mereka aktif dalam mencari informasi. Tak lagi mengandalkan guru sebagai pusat informasi lantaran seluruh data sudah ada dalam internet

"Jadi semua sumber ilmu sudah ada di internet. Guru hanya membimbing dan mengarahkan (partisipatif)," jelasnya saat berbincang hangat dengan Info Pluit Kapuk di Australian School, Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (22/5/2018).

Dalam pelaksanaannya, seluruh materi bahan ajar telah terprogram di data base digital dalam visual tablet. Mulai dari bahan bacaan (e-book), simulasi, video, kuis, hingga soal-soal ujian.

"Kurikulum ini tidak lagi menggunakan kertas setiap belajar. Seluruh tugas yang diberikan guru sudah berbentuk digital. Begitu pun pengumpulan tugas melalui email," jelasnya.

Rencananya, kurikulum tersebut diterapkan pada anak didik mulai dari kelas 4 SD hingga 12 SMA. Kelebihan kurikulum itu, anak didik yang rajin dapat melanjutkan pada materi selanjutnya tanpa menunggu anak didik lainnya. Bahkan, anak didik yang berdaya belajar cepat akan mendapatkan materi internship seputar 'career and technical education'. 

"Kita juga ada aplikasi program 'early coding' berasal dari United Kingdom (UK). Anak didik belajar mengenai kode program yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan," tutupnya.