Pluit kapuk > Laporan Utama

Warga Pekojan Bisa Bayar Sedot Septic Tank Pakai Sampah

Kamis, 16 Maret 2017 14:00 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

Ilustrasi sedot WC
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








Warga Pekojan harus mengikuti terlebih dahulu program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal dengan mengumpulkan sampah.

TAMBORA – Warga Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat tidak perlu khawatir lagi terhadap permasalahan sanitasi. Sebab, Kelurahan Pekojan bersama Kementerian Kesehatan, IUWASH dan PD Pal Jaya akan menanggung biaya penyedotan septic tank.

Syaratnya, harus mengikuti terlebih dahulu program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2).

Menurut Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo, konsepnya sama dengan program bank sampah dimana masyarakat menabung sampah dan langsung mendapatkan uang. Sedangkan L2T2, uang tidak dibayarkan secara langsung, tetapi digunakan untuk pembiayaan penyedotan septic tank.

“Ya, ini bentuk sinergi kami dalam mewujudkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Mengubah perilaku sanitasi dan kebersihan melalui pemberdayaan masyarakat,” tuturnya, Kamis (16/3/2017).

Direktur PD PAL Jaya Subekti mengatakan, sejatinya, L2T2 hadir sebagai solusi mengatasi pencemaran tanah dan lingkungan akibat septic tank yang bocor. Penyedotan yang terjadwal dan berkala dapat mencegah terjadinya pengurangan efisiensi dan sedimentasi septic tank di rumah warga.

“Satu kali penyedotan untuk satu septic tank seharga Rp 330.000. Nah, sampah hasil tabungan warga akan dijual oleh petugas bank sampah. Hasil penjualan sampah tersebut yang nantinya dibayarkan ke PD PAL Jaya,” tuturnya.

“Itupun, tidak semua sampah dijual kepada pengepul. Sebagian lainnya diolah kembali oleh ibu-ibu di Pekojan menjadi kerajinan tangan multifungsi seperti tas belanja, bunga dari plastik hingga gelang dan ikat rambut,” pungkasnya.

Baca Juga : Olah Pupuk Kompos di Kampung Rambutan