Pluit kapuk > Laporan Utama

Tiga Warga Cilacap, Jawa Tengah Terlibat Kasus Penggelapan

Jumat, 02 Februari 2018 15:55 WIB
Editor : Arif Muhamad Rian | Reporter : Adi Wijaya

Pelaku Penggelapan
Tiga pelaku kasus penggelapan
Foto : Adi Wijaya

Share this








Ketiganya terbukti menjadi sindikat penggelapan sekaligus penadah kendaraan bermotor.

PENJARINGAN - Tiga warga Cilacap, Jawa Tengah, AGS (30), IST (43), dan WGR (55) harus berurusan dengan Polsek Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Ketiganya terbukti menjadi sindikat penggelapan sekaligus penadah kendaraan bermotor.

Kapolsek Muara Baru, AKP Dwi Susanto mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari laporan korban Syamsudin, dan Dedi Supandi, pada Januari 2018. Kedua korban mengaku sepeda motornya dibawa kabur AGS, yang juga sesama rekan seprofesinya dengan cara meminjam untuk mengantar barang.

"Dua hari berselang, kami menangkap pelaku AGS di kediamannya, Gang Elektro, kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara," kata Dwi saat ditemui di Mapolsek Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (2/2/2018).

Saat pengembangan kasus, dijelaskannya, kendaraan hasil curian dibawa rekan pelaku IST menuju Cilacap, Jawa Tengah. Di sana, sepeda motor curian dijual kepada penadah, WGR dengan harga sekitar Rp 6 juta per motor.

"Di kediaman WGR, kami mendapatkan sebelas sepeda motor hasil tadahan," jelasnya.

Sementara itu, korban Dedi Supandi mengaku, awalnya tak menaruh kecurigaan saat AGS dan IST meminjam sepeda motornya. Diakuinya kedua pelaku merupakan teman lama, yang baru belakangan ini kembali bertemu.

"Saya baru sadar motor telah dicuri setelah tujuh hari setelah dipinjam," tutupnya.

Atas perbuatannya itu, AGS dan IST dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Sedangkan WAR dijerat Pasal 480 tentang Penadah. Ketiganya diancam hukuman sekitar empat tahun kurungan penjara.