Pluit kapuk > Laporan Utama

Sudin KUMKMP: Izin Loksem Kali Jelangkeng Tambora Belum Ada!

Kamis, 12 Oktober 2017 20:41 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Farid Hidayat

Bangunan Liar
Bangunan semi permanen di bantaran Kali Jelangkeng, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Foto : istimewa

Share this








Sudin KUMKMP menyayangkan berdirinya bangunan semi permanen milik pedagang di bantaran Kali Jelangkeng.

TAMBORA – Pemerintah Kota Jakarta Barat tidak akan menerbitkan Surat Ketetapan (SK) Loksem PKL di pinggir Kali Jelangkeng, Pekojan, Tambora. Pasalnya, itu merupakan jalur hijau dan merupakan jalan inspeksi. Demikian pula dengan Sudin KUMKMP Jakarta Barat yang berada di bawah Pemerintah Kota Jakarta Barat.

"SK Loksem PKL Kali Jelangkeng masih dibahas, tapi kok sudah main bangun?," heran Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Jakarta Barat Fredy Setiawan saat dihubungi, Kamis (12/10). 

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan mengeluarkan SK Loksem PKL Kali Jelangkeng karena banyaknya keluhan. "Tidak akan dikeluarkan SK Loksem-nya,” tegas Fredy. 

Sementara itu, Kepala Sudin KUMKMP Jakarta Barat Nuraini Sylviana menjelaskan,  proses pembentukan loksem PKL belum ditandatanganinya. Sehingga, aktivitas pembangunan loksem pedagang saat ini belum diperkenankan. "Apalagi itu berada di pinggir kali dan masuk jalur hijau. Tidsk bisa itu dijadikan loksem," jelasnya. 

Ia menyayangkan langkah pengurus RT dan RW setempat yang asal membangun lapak berjualan pedagang dengan mengutip uang dari para pedagang. 

"Izin loksem belum keluar, tapi bangunan lapak sudah berdiri di bantaran Kali Jelangkeng. Penataan loksem merupakan tanggung jawab Sudin KUMKMP Jakarta Barat, pedagang tidak dibebankan sepeserpun membayar kios yang akan digunakan untuk tempat usaha," pungkasnya.