Pluit kapuk > Laporan Utama

Menyoal Penggusuran Di Jakarta

Sepenggal Cerita Para Skaters dan BMX Kalijodo Tentang Ahok-Djarot

Minggu, 08 Oktober 2017 22:30 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Salah seorang Bikers BMX di Kalijodo
Salah seorang Bikers BMX di Kalijodo
Foto : Adi Wijaya

Share this








Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (Djarot) berada di hati para skaters dan BMX Kalijodo.

PENJARINGAN - Sejarah telah mencatat kinerja pasangan pemimpin DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat (Djarot). Banyak warga Ibu Kota menganggap Gubernur dan Wakil Gubernur itu mampu menyulap wajah Jakarta menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
 
Hal ini seperti terlihat dari Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo yang membentang di dua wilayah Penjaringan, Jakarta Utara dan Tambora, Jakarta Barat. Dulunya, lokasi ruang publik ini merupakan tempat porstitusi kelas bawah. Usai dirombak total oleh Ahok semasa menjabat Gubernur sekitar 2015 lalu, akhirnya bekas lokalisasi berubah menjadi tujuan wisata warga, dan tentunya sarana bermain anak kecil hingga muda-mudi.
 
Di RPTRA/RTH Kalijodo terdapat arena skate dan BMX park. Tak jarang, pecinta olahraga yang menggunakan papan selancar ini sering latihan bahkan menggelar turnamen kecil-kecilan.
 
Torehan kinerja nyata yang ditunjukkan oleh Ahok-Djarot membekas di hati para skaters dan BMX. Bahkan, saat pemimpin daerahnya berganti kepada Anies-Sandi yang resmi dilantik pada 16 Oktober mendatang, tidak membuat mereka bahagia.
 
"Iya kami kecewa jabatan Djarot akan lengser beberapa hari lagi," kata Faris (19), anggota komunitas sepeda BMX Jakarta, saat ditemui di arena Skate dan BMX Park, RTH Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (8/10/2017).
 
Menurutnya, Ahok - Djarot telah mampu merubah Citra Kalijodo, yang semula lokasi prostitusi menjadi ruang publik. Terutama telah membangun arena skate dan BMX di lokasi ini. 
 
"Sebelum ada arena ini, kami hanya bermain di jalanan. Takut tertabrak kendaraan, bahkan diomelin sekuriti perumahan karena dianggap mereshkan warga. Tapi sejak ada arena ini, kami merasa diperhatikan, apalagi gratis tanpa bayar sepeser pun," terangnya. 
 
Meski kecewa, dia menyarankan agar gubernur selanjutnya mampu mengembangkan kawasan Kalijodo. Fasilitas harus ditambah dengan merambah berbagai komunitas lainnya. 
 
"Masih banyak teman-teman kami (komunitas lain) yang belum terfasilitasi. Semoga kedepannya mereka diperhatikan oleh gubernur selanjutnya," tutupnya.