Pluit kapuk > Laporan Utama

Seorang Nenek di Penjaringan Hidup Sebatang Kara Selama 32 Tahun

Jumat, 11 Agustus 2017 13:42 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Asmidah, seorang nenek hidup sebatang kara
Asmidah, seorang nenek hidup sebatang kara
Foto : Adi Wijaya

Share this








Hidup sebatang kara tanpa sanak saudara membuat seorang nenek di Penjaringan, Jakarta Utara tinggal dalam gubuk.

PENJARINGAN - Kehidupan nenek Asminah (82) begitu memperihatinkan. Di gubuk berukuran 4x12 meter persegi, dia hidup sebatangkara tanpa keluarga. Suaminya telah meninggal dunia sejak 37 tahun lalu tanpa meninggalkan seorang anak pun. 
 
Prihatin atas kondisi itu, Jajaran Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Metro Penjaringan menunjuk gubuk Asminah sebagai lokasi bedah rumah. Rumah itu rencananya akan kembali didandani agar layak huni. 
 
"Kami berusaha membantu nenek Asminah agar memiliki rumah tinggal layak," kata Komisaris Besar Polisi Dwiyono, saat ditemui di kediaman nenek Asmidah, Kampung Berok, RT 03/05, Kelurahan Panjaringan, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (11/8/2017).
 
Program rumah bedah ini disebutkannya, sebagai serangkaian dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-72. Merupakan program sosial yang menunjukan kepedulian polisi terhadap warganya. 
 
"Bedah rumah ini merupakan kali kedua yang telah kami lakukan. Sebelumnya, program ini diadakan di sebuah rumah di kawasan Cilincing, Jakarta Utara," jelasnya. 
 
Dia menargetkan, rumah nenek Asminah bakal rampung pada Agustus 2017. Pengerjaan akan dikerjakan sejumlah tukang bangunan dengan tambahan sebanyak 30 aparat kepolisian setiap harinya. 
 
"Desain rumahnya sudah jadi. Tinggal pengerjaannya saja. Kita targetkan rampung," tutupnya.