Pluit kapuk > Laporan Utama

Sengketa Lahan, Warga Pulau Pari Minta Bupati Turun Tangan

Kamis, 24 Mei 2018 14:20 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Slamet, salah satu warga Pulau Pari saat berkunjung ke Kantor Bupati Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Kamis (24/5/2018).
Slamet, salah satu warga Pulau Pari saat berkunjung ke Kantor Bupati Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Kamis (24/5/2018).
Foto : Adi Wijaya

Share this








Saat ini, kasus sengketa lahan tersebut belum menemui titik terang. Warga Pulau Pari minta bupati turun tangan

PENJARINGAN - Kasus sengketa lahan antara dua kelompok warga dengan anak perusahaan Bumi Raya Utama Group tak kunjung rampung. Kali ini, warga meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu untuk menyelesaikannya.

Warga Pulau Pari, Slamet Huzaini mengatakan, pihaknya meminta Bupati Kepulauan Seribu Irmansyah untuk segera menuntaskan kasus sengketa lahan tersebut. Sebab, kasus semakin rumit hingga warga kerap mendapatkan perlakuan intimidasi dari salah satu kelompok yang mengklaim memiliki Surat Hak Milik (SHM) lahan.

"Warga kerap diintimidasi oleh sekelompok orang. Salah satunya pelarangan melayani wisatawan," kata Slamet, saat ditemui di Kantor Bupati Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Kamis (24/5/2018).

Menurutnya, kubu yang mengklaim memiliki SHM hanyalah warga pendatang. Mereka tak memiliki lahan secara legal sebab lahan itu sudah dijual kepada dua anak perusahaan Bumi Raya Utama Group, yakni PT Bumi Pari Asri dan PT Bumi Raya Griyanusa sejak puluhan tahun silam.

"Kami sebagai ahli waris berusaha menyadarkan mereka agar segera mengosongkan lahan karena lahan itu sudah bukan haknya," jelasnya.

Dia meminta, agar Bupati Kepulauan Seribu kembali menggelar dialog partisipatif bersama seluruh warga dan instansi terkait termasuk Badan Pertanahan Negara (BPN) Jakarta Utara. Dialog bertujuan untuk mencari solusi agar sengketa lahan terselesaikan.

"Kita meminta Pemkab kembali menggelar dialog bersama warga. Mencari solusi terbaik agar seluruh permasalahan sengketa lahan terselesaikan," tutupnya.