Pluit kapuk > Laporan Utama

Saatnya Perkuat Pendidikan Karakter Anak

Rabu, 23 Mei 2018 16:26 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Anak didik di sekolah Apple Tree Preschool
Anak didik di sekolah Apple Tree Preschool
Foto : Malik Maulana

Share this








Pendidikan karakter anak harus diperkuat sejak dini agar mempersiapkan generasi milenial yang mandiri, berkualitas dan berbudi pekerti.

PLUIT KAPUK - Belakangan, terjadi banyak peristiwa menohok yang menyita perhatian publik. Mulai dari kasus kekerasan di dunia pendidikan, kejahatan seksual hingga keterlibatan anak dibawah umur dalam aksi teror bom di Surabaya.

Tentunya, kondisi ini membuat keprihatinan banyak pihak. Tak terkecuali bagi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dibawah kendali Muhadjir Effendy. Menurutnya, guna mempersiapkan generasi milenial menghadapi berbagai tantangan terpenting adalah menata karakter melalui pendidikan.

“Jika kita ingin menyiapkan generasi milenial yang pertama adalah penataan karakter terlebih dahulu,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, melansir jpp.go.id, Selasa (06/03).

Pendidikan karakter sendiri sesuai dengan program  Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Bahkan, pemerintah telah mengeluarkan Perpres No 87/2017 tentang penguatan pendidikan karakter.

Dimana, setiap sekolah baik negeri maupun swasta memiliki hak sama untuk menerapkan program yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental di bidang pendidikan.

Salah satu implementasinya, program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kemudian dilanjutkan dengan prioritas pada jenjang pendidikan dasar yaitu Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Melalui PPK, sekolah tidak lagi mengharuskan anak didik belajar di dalam kelas. Tetapi mendorong mereka menumbuhkembangkan karakter positif melalui kegiatan ko-kurikuler, ekstrakurikuler.

Keluarga Pendidik Karakter Utama

Effendy menegaskan, peran keluarga sangat penting sebagai pendidik karakter utama anak-anak. Dia menilai, pendidikan karakter di lingkungan dan keluarga sangat penting untuk membuat landasan karakter anak.

“PPK tidak harus dilakuka di sekolah. Tetapi juga di tengah masyarakat dan keluarga. Makanya, kami ingin mengembalikan peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan anak,” serunya, melansir cnnindonesia.com, Kamis (15/3).

Senada, para pelaku pendidikan mengungkapkan pentingnya pendidikan karakter di lingkungan keluarga. Hal tersebut, diungkap Tenaga Pendidik Saint Nicholas School Ermawati Sihaloho kepada Info Pluit Kapuk.

"Justru pendidikan karakter diawali dari lingkungan keluarga," kata Ermawati, saat ditemui di Saint Nicholas Shool, Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (14/5/2018).

Dijelaskannya, kerjasama orangtua dengan sekolah harus selalu terjalin demi terbentuknya karakter anak. Sekolah hanya memberikan pengetahuan, sedangkan penerapan harus dilakukan di lingkungan keluarga.

"Pendidikan karakter ini harus sinkron antara sekolah dan lingkungan rumah. Pendidikan yang didapatkan anak saat di sekolah, tentu harus diterapkan di rumah," jelasnya.

Salah satu pendidikan karakter yang bisa dilakukan orangtua melalui buku cerita anak. Segudang pesan moral didapatkan dari buku tersebut.

Principal Apple Tree Preshool Muara Karang, Tanty Marthauli menganjurkan, agar orangtua meluangkan waktu untuk membacakan cerita anak. Lewat cerita itu, anak akan merekam pesan moral dalam buku tersebut.

"Lewat cerita, anak-anak lebih mudah memahami. Disamping bahasa pada cerita anak lebih mudah dipahami," terang Tanty, saat ditemui di Apple Tree Preschool Muara Karang, Jalan Muara Karang Blok i1 Selatan No. 26-28, RT20/02, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (16/5/2018).

Disarankan, waktu terbaik untuk membacakan cerita anak yakni menjelang tidur malam. Saat itulah, alam bawah sadar anak lebih terbuka lebar untuk merekam pesan moral dalam cerita. 

"Tapi paling penting itu role model. Orangtua harus menjadi suri tauladan anak. memberikan contoh moral baik agar anak mengikutinya," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya tontonan anak pun berpengaruh dalam pembentukan karakter moral. Meski begitu, perlu pengawasan orangtua saat anak menonton. Disesuaikan jenis tontonan sesuai umur anak. 

"Beri anak tontonan yang tidak hanya bersifat 'fun'. Tapi juga tontonan edukasi. Seperti salah satunya 'Barnie and Friends'. Perlu pengawasan orang tua saat anak menonton," tandasnya.