Pluit kapuk > Laporan Utama

Renovasi Museum Bahari Terbengkalai

Sabtu, 23 Juni 2018 18:06 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Kondisi terakhir Museum Bahari
Kondisi terakhir Museum Bahari
Foto : Adi Wijaya

Share this








Terbengkalainya renovasi Museum Bahari lantaran terbentur aturan tentang cagar budaya

PENJARINGAN - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih belum memastikan langkah tepat terkait renovasi Museum Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara. Berbagai opsi masih menjadi perdebatan para ahli dan instansi terkait untuk mengambil langkah tersebut.

Arkeolog, Chandrian Attahiriyat mengatakan, pembangunan Museum Bahari terbentur aturan tentang cagar budaya. Terutama, ketakutan usia bangunan yang kian rapuh.

"Salah satunya dengan mengganti bangunan semua, atau merenovasi kawasan yang terbakar. Ini akan menjadi masalah kedepan, DKI tengah memikirkan matang matang, tapi ini terlalu lama, dan belum ada keputusan," kata Chandrian saat dikonfirmasi, Sabtu (23/6/2018).

Apabila dilakukan pemugaran keseluruhan bangunan, dipastikannya melanggar Undang Undang nomor 11 tahun 2010. Sedangkan jika hanya membangun sebagian lokasi yang terbakar saja, pondasi dikhawatirkan tak lagi kuat menahan beban konstruksi di kemudian hari.

"Saat ini masih dirapatkan dengan Ahli Bangunan, pasti akan muncul opsi tambahan," ungkap Pemerhati Kawasan Kota Tua itu.

Diketahui, Museum Bahari dilahap si jago merah pada Selasa (16/1/2018) lalu. Dua gedung terdiri dari A dan C serta sejumlah peninggalan bersejarah ludes terbakar saat itu.