Rabu, 16 Mei 2018 10:54:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya
PPP Dorong RUU Terorisme Rampung Sebelum Idul Fitri
Ketua Umum PPP Romahurmuziy
Foto : Adi Wijaya
 

PADEMANGAN - Tak terhitung lagi korban nyawa akibat aksi keji para pelaku terorisme. Pemerintah menyebut, penindakan terhadap para pelaku diakibatkan mandeknya Rancangan Undang-Undang (RUU) terorisme.

Aparat Kepolisian hanya bersifat pencegahan (preventif). Bukan proaktif sehingga harus menunggu adanya aksi pelaku teror.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy pun sepaham dengan RUU tersebut. Dihadapan Presiden Joko Widodo, dia menyebut akan mendorong anggota DPR asal PPP untuk segera merampungkannya. Tenggat waktu diberikan hingga akhir bulan Ramadan 2018.

"Tanpa keharusan menerbitkan Perppu lagi bapak presiden, kami menyanggupi dan sejalan dengan permintaan bapak Presiden kita akan selesaikan RUU Antiterorisme itu seminggu sebelum Idul Fitri," ucap Romahurmuziy, saat ditemui di Hotel Mercure Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2018).

Dengan disahkannya RUU Terorisme, Rony memandang aparat kepolisian dapat melakukan tindakan proaktif. Tujuannya, agar tidak kecolongan terhadap tindakan kekerasan yang diketahui memiliki motif teror.

"Hal ini untuk memberikan kewenangan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas kepada pelaku teror," jelasnya.

Tak hanya itu, dia pun menyoroti perlunya peningkatan pembekalan pendidikan agama yang kuat. Sehingga paham terorisme semakin minim berkembang di Indonesia.

"Kami berharap aksi bom bunuh diri beruntun maupun kerusuhan di Rutan Mako Brimob yang terjadi belakangan ini tidak terulang lagi. Kami juga meminta para ulama, para tokoh masyarakat, pimpinan parpol, publik figur untuk terus mendorong dan menjadi moderasi agama," tutupnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda