Pluit kapuk > Laporan Utama

Petugas Imigrasi Jakut Kesulitan Sidak WNA di Apartemen Green Bay

Jumat, 19 Mei 2017 10:19 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Sidak pengawasan WNA di Apartemen Green Bay
Sidak pengawasan WNA di Apartemen Green Bay
Foto : Adi Wijaya

Share this








Petugas Imigrasi Jakarta Utara kesulitan masuk apartemen Green Bay saat melakukan sidak pengawasan WNA dalam kepemilikan surat izin terutama paspor dan visa.

PENJARINGAN –Kemarin malam, Petugas Imigrasi Kelas I Jakarta Utara kesulitan melakukan sidak pengawasan Warga Negara Asing (WNA) di apartemen Green Bay. Kendala tersebut berupa susahnya menembus akses masuk ke apartemen yang berlokasi di Jalan Pluit Karang Ayu B1 Utara, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan.

"Petugas mengalami kesulitan. Beberapa kali kita harus mendobrak pintu unit untuk membukanya," ujar Kepala Seksi Pengawasan Keimigrasian Kelas I Jakarta Utara, Bayu Dewa Brata saat ditemui di apartemen Green Bay, Jalan Pluit Karang Ayu B1 Utara, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (19/5/2017).

Dalam sidak tersebut, Bayu mengatakan sebanyak 23 Warga Negara Asing (WNA) diperiksa dokumen keimigrasiannya, seperti passport dan visa. Dari hasil pemeriksaan, enam WNA dilakukan pemeriksaan lanjut di kantor Imigrasi Kelas I, yang beralamat di Jalan Boulevard Barat Raya A4 No.80, RT18/08, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tiga diantaranya, merupakan WNA asal Nigeria yang kedapatan tak memiliki paspor.

"Sedangkan, tiga WNA lainnya bermasalah dengan paspor yang dimilikinya," kata Bayu,

Baca juga : Tim Verifikasi Uji Kelayakan Kota Layak Anak Jakarta Utara

Dia menerangkan, pihaknya akan menunggu ketiga WNA tersebut untuk melengkapi data keimigrasiannya. Mereka, yaitu seorang warga Nigeria yang habis masa berlaku paspor (over stay), seorang warga Singapura sedang memperpanjang masa berlalu paspor, seorang warga Jerman yang hanya memiliki identitas keterangan menikah dengan Warga Negara Indonesia (WNI).

"Sisanya dinyatakan clear dan masih memiliki izin tinggal di Indonesia," jelasnya.