Pluit kapuk > Laporan Utama

Pekerja Galian Pipa PALYJA Tak Terdaftar BPJS

Rabu, 02 Mei 2018 15:09 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Lokasi galian pipa PALYJA yang memakan korban pekerja.
Lokasi galian pipa PALYJA yang memakan korban pekerja.
Foto : Adi Wijaya

Share this








Tarno (41), seorang pekerja galian pipa PALYJA tak didaftarkan sebagai peserta BPJS.

PENJARINGAN - Dugaan pelanggaran PT PALYJA terkait kasus tewasnya seorang tukang gali saluran pipa, Tarno (41) tak hanya sebatas kelalaian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Namun juga tidak didaftarkannya korban sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Utara Pepen S. Almas menyebut, data korban tidak terdaftar dalam peserta BPJS Ketenagakerjaan. Seharusnya, pemberi kerja mendaftarkan pekerja sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Untuk sementara, kami belum menemukan atas nama Pak Tarno sebagai peserta," kata Pepen, saat ditemui di lokasi kejadian, Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (2/5/2018).

Untuk itu, dia menegaskan PT PALYJA sebagai pemberi kerja harus bertanggungjawab memberikan jaminan sosial kepada ahli waris senilai Rp 180 juta.

Angka tersebut kata dia sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan yang dikutip dari Peraturan Pemerintah Nomor 14  tahun 2015, korban berhak mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan berupa 48 kali gaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta, biaya kematian senilai Rp 3 juta, biaya santunan berkala senilai Rp 4,8 juta.

"Nanti si pemberi kerja harus memberikan benefit sebesar apa yang menjadi ketentuan BPJS, karena menjadi peserta itu wajib termasuk tenaga kerja konstruksi," tegasnya.

Diketahui, kecelakaan kerja menimpa para pekerja galian saluran air PT PALYJA di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (1/5/2018). Demi mengusut kasus, aparat Polsek Metro Penjaringan tengah memeriksa ketiga rekan korban dan satu mandor proyek pengerjaan tersebut.