Pluit kapuk > Laporan Utama

Pedagang Ikan Kamal Muara Tetap Tolak Reklamasi

Kamis, 16 November 2017 17:12 WIB
Editor : Arif Muhamad Rian | Reporter : Farid Hidayat

Ilustrasi proyek reklamasi
Ilustrasi proyek reklamasi.
Foto : istimewa

Share this








Pembangunan tanggul proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) juga dinilai sangat mengancam pedagang ikan Kamal Muara.

PENJARINGAN - Pedagang Ikan di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara tetap menolak adanya reklamasi. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Pedagang Ikan Kamal Muara, Asse. Bahkan menurutnya, para pedagang sekitar tidak pernah setuju terhadap reklamasi.

"Kami tidak pernah mengatakan setuju terhadap reklamasi, karena memang sudah tidak mungkin dikeruk kembali, jadi harus dimanfaatkan juga untuk para nelayan. Kenapa tidak pada awal waktu satu kapal dua kapal buang pasir disitu ditolak. Bahwa dampak Kamal Muara itu 3 tahun menderita. Sekarang sudah tenang, tidak ada lumpur, airnya tenang," jelasnya, Kamis, (16/11/2017).

Selain itu, dikatakan Asse, saat ini hal yang paling mengancam Kamal Muara ialah pembangunan tanggul proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Sebab, pembangunan tanggul tersebut berdampak kepada rusaknya perekonomian masyarakat sekitar. Mengingat, kawasan tersebut merupakan tempat perdagangan ikan dan banyak pula warga yang mengais rezeki dengan menjual ikan.

“Ada sekitar 70 rumah juga akan habis tanggul ini. Putusnya perekonomian di sini kami mau makan apa. Kita menginginkan tanggul berada di luar tapi belum ada keputusan sampai detik ini. Tanpa ada relokasi pelelangan tidak ada pembahasan terhadap masyarakat," tuturnya.

Saat rencana pembangunan tanggul tersebut diterapkan, lanjut Asse, pemerintah terkait tidak membicarakan perihal adanya relokasi terhadap warga Kamal Muara. Hal tersebut sangat disayangkan oleh para warga Kamal Muara.

"Sampai sekarang belum ada kejelasan soal nasib 200 orang pedagang ikan terhadap pembangunan tanggul ini," ungkapnya.