Pluit kapuk > Laporan Utama

Sidang Vonis Ahok

Pasca Vonis Hakim, Media Diusir Saat Hendak Meliput Rumah Ahok

Selasa, 09 Mei 2017 16:14 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Wahyu Muntinanto

Petugas memeriksa setiap orang yang masuk Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Petugas memeriksa setiap orang yang masuk Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Foto : Wahyu Muntinanto

Share this








Petugas keamanan dan kepolisian yang berjaga disekitar rumah Ahok, sempat melarang mendekat dan bahkan mengusir media keluar komplek pasca ahok divonis hakim.

PENJARINGAN – Sejumlah media massa baik cetak, elektronik, dan online yang ingin meliput suasana kediaman Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak diizinkan masuk ke dalam Komplek Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara. Para wartawan hanya bisa meliput di depan gerpang komplek perumahan mewah tempat Ahok tinggal tersebut.

Para media tersebut hendak melakukan peliputan setelah Ahok ditetapkan bersalah terkait penodaan agama dan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Gubernur DKI Jakarta itu selama 2 tahun pidana.

Saat infonitas.com mencoba memasuki komplek Pantai Mutiara untuk meliput aktifitas di kediaman rumah Ahok, petugas keamanan dan kepolisian yang berjaga disekitar lokasi sempat melarang mendekat dan bahkan mengusir wartawan keluar komplek.

"Mau kemana kamu main masuk aja," tanya petugas keamanan dalam komplek. "Mau meliput rumah Ahok pak," jawab wartawan.

Namun petugas kemaman tersebut marah dan menggiring keluar komplek dengan motor. "Tidak ada kegiatan di rumah Ahok sudah kamu keluar sana," sambil memperlihatkan muka marahnya.

Seperti diketahui dalam sidang putusan di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), majelis hakim menyatakan Ahok terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Ahok pun dihukum pidana penjara selama 2 tahun.