Pluit kapuk > Laporan Utama

Muara Angke Rentan Genangan

Selasa, 10 Januari 2017 14:06 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

Banjir rob di Muara Angke.
Banjir rob di Muara Angke.
Foto : istimewa

Share this








Hingga saat ini, air masih menggenangi sejumlah jalan di kawasan Muara Angke. Ketinggiannya berkisar 20-50 sentimeter.

JAKARTA – Tembok pembatas antara laut dan daratan di kawasan Muara Angke tidak juga diperbaiki hingga saat ini. Padahal, tembok sudah jebol sejak Mei 2016. Akibatnya, saat rob, air laut langsung menggenangi sejumlah ruas jalan di Muara Angke.

“Itu tembok udah jebol dari lama, sudah dari bulan Mei. Pas bulan puasa. Awalnya kecil. Tapi makin lama tambah gede. Jadi air lautnya dari situ datengnya, jatuhnya ke sini," kata Teti, warga rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017).

Tidak hanya dari  tembok yang jebol, air laut juga bersumber dari pintu Ecomarine Muara Angke, Dinas Kelautan Pertanian Ketahanan Pangan Pemprov DKI Jakarta.

Hingga saat ini, air masih menggenangi sejumlah jalan di kawasan Muara Angke. Ketinggiannya berkisar 20-50 sentimeter. Warga sudah melakukan pembicaraan dengan pihak Unit Pelayanan Teknis (UPT) Muara Angke.

Pembicaraan terkait solusi penyelesaian banjir rob yang kerap menghantui kawasan tersebut. Teti berharap pemerintah segera memperbaiki tempok dan saluran air. “Ada baiknya juga, dilakukan peninggian jalan,” tuturnya.