Pluit kapuk > Laporan Utama

Nasib Transportasi Tua

Meski Bikin Macet, Warga Pademangan Kangen Becak

Kamis, 13 April 2017 15:15 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Ilustrasi Becak
Ilustrasi Becak
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Becak yang dianggap biang kemacetan lalu lintas ternyata dirindukan warga Pademangan, Jakarta Utara.

PADEMANGAN - Sejumlah warga Pademangan, Jakarta Utara mengaku rindu dengan moda transportasi tradisional (jadul). Pasalnya moda transportasi menggunakan tenaga manusia ini memberikan kemudahan akses hingga tempat tinggal.

Sayangnya, Becak sudah ditiadakan di kawasan Pademangan dengan alasan biang kesemrawutan lalu lintas dan dianggap mengeksploitasi manusia.

Yanti (57) warga Pademangan Timur mengaku, sebelum ada trayek Angkutan Kota (Angkot) menuju rumahnya, Ia seringkali menggunakan transportasi becak. Namun semakin padatnya kendaraan yang ada serta Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum keberadaan becak semakin tersingkirkan.

"Makin jarang becaknya, tahun 2015-2016 mah suka masih ada saja walaupun pas pada subuh atau malam hari beroperasinya. Ya kadang rindu juga sih tapi juga kesal kalau kita naik motor atau mobil kan becak jalannya lama jadi bikin macet, sepertinya becak sudah tidak memungkinkan ada disini (Jakarta),"tuturnya saat ditemui infonitas.com, Kamis (13/4/2017).

Baca juga : Alasan Cagar Budaya, Bemo Tetap Eksis di Kawasan RSCM

Menurut Yanti saat ini sulit menemukan becak atau transportasi tempo dulu di Jakarta.

"Suka kangen aja kadang mah, kan unik unik juga tuh transportasi jadul. Tapi ya mau kayak gimana karena zaman udah banyak berubah, sudah banyak transportasi umum modern yang bermunculan terlebih saat ini masyarakat kan sudah pada punya kendaraan, kemana mana naik kendaraan pribadinya,"ungkapnya.

Untuk mengobati rasa rindunya terkadang Yanti menghadiri museum transportasi jadul, atau pameran dan berkunjung ke kampung halamannya di Yogyakarta untuk bernostalgia. Ia berharap pemerintah tetap melestarikan Becak meskipun banyak transportasi umum terkini berseliweran.

"Kalau kata saya yang salah itu bukan becaknya tapi zamannya berkembang pesat dengan banyak kendaraan dan semakin padat penduduknya, seharusnya harus tetap dipertahankan tapi dikasih aturannya saja misal bolehnya cuman subuh atau malam atau hanya boleh ditempat tempat tertentu kalau ditertibkan terus lama lama lenyap tuh becak begitu juga transportasi jadul lainnya seperti bemo ya coba diremajakan tapi tetap dengan model atau gaya jadul seperti Bajaj BBG gitu kan bisa jadi daya tarik dan juga tidak mematikan para tukang atau supir dalam mencari rezekinya,"paparnya.

 

Berita Terkait