Pluit kapuk > Laporan Utama

Aksi 299

Komentar Warga Penjaringan Terkait Aksi 299

Jumat, 29 September 2017 15:57 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Farid Hidayat

Aksi 299
Aksi 299
Foto : istimewa

Share this








Aksi 299 yang dilakukan oleh sejumlah Ormas di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat sah-sah saja asalkan tidak merusak keamanan.

PENJARINGAN – Saat ini, sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) tengah berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Aksi protes terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas dan Kebangkitan PKI, menimbulkan polemik bagi warga Pluit dan Penjaringan, Jakarta Utara.

Arem (35) warga Pluit Karang mengatakan, unjuk rasa yang dilakukan oleh ormas yang menamakan Belas Islam 299, sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Namun, saat melakukan aksi jangan menganggu ketertiban masyarakat yang ada.

"Boleh saja melakukan aksi tetapi jangan ganggu ketertiban harusnya aman dan jaga ketertiban ya kan. Orasi yang aman, soal aksi kebangkitan PKI saya rasa itu hanya ilusi dan dibuat-buat karena menurut saya PKI sudah tidak ada lagi. Undangan-undang pun sudah mengatur bahwa PKI sudah dilarang di Indonesia jadi jangan takut muncul lagi," ungkapnya, Jumat (29/9/2017).

Hal berbeda diungkapkan oleh Yudian (45) warga Penjaringan. Ia mengatakan tidak terlalu terganggu dari aksi tersebut. Sebab, PKI sudah tidak mungkin terjadi, meskipun sikap waspada harus tetap ada.

"Selain itu soal perpu ormas memang harus dijelaskan lagi seperti apa perpu ormas ini, dan juga harus jelas lagi soal ormas-ormas yang melawan ideologi negara ini harus di hilangkan tidak boleh ada ormas seperti itu," katanya.