Kapal Pelni Akan Berlayar dari Pelabuhan Kali Adem
Pluit kapuk > Laporan Utama

Kapal Pelni Akan Berlayar dari Pelabuhan Kali Adem

Selasa, 10 Januari 2017 14:38 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono

Share this





Rencana pengoperasian kapal Pelni di Pelabuhan Kali Adem terkendala oleh kondisi kali yang menuju pelabuhan.

PENJARINGAN - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) akan menggunakan pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara sebagai tempat beroperasinya kapal milik Pelni. Kapal ini nantinya akan melayani rute ke Kepulauan Seribu.

Dia menuturkan, selama ini hanya kapal milik swasta yang bersandar di Pelabuhan Kali Adem. Sedangkan kapal milik Pelni bersandar di Pelabuhan Sunda Kelapa.

"Kendalanya kali Pelabuhan Kali Adem cukup dangkal hanya 2,5 meter. Berbeda dengan pelabuhan Sunda Kelapa yang bisa 3-4 meter. Tidak bisa menggunakan kapal Pelni," ucap Soni, sapaan akrab Sumarsono di Pelabuhan Sunda kelapa, Selasa (10/1/2017).

Terbakarnya kapal Zahro Ekspress pada awal tahun lalu menjadi pembelajaran bagi semua kelompok ataupun istansi terkait untuk berbenah diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara baik. "Ini menjadi tantangan bersama. Semua harus bersinergi,” pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Proyek Pembangunan Jalan Layang Bypass Pluit Belum Rampung

Jumat, 20 Januari 2017 16:08 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Proyek pembangunan jalan layang bypass pluit.
Proyek pembangunan jalan layang bypass pluit.

Share this





Jalan layang Bypass Pluit Penjaringan bisa mengurai kemacetan di kawasan Pluit.

PENJARINGAN – Proyek pembangunan jalan layang bypass Pluit Penjaringan, Jakarta Utara belum juga rampung hingga saat ini. Padahal, proses pembangunan sudah berlangsung sejak 2010.

Pantauan infonitas.com, sejumlah pekerja masih mengerjakan pembangunan tiang pilar. "Saya enggak tahu kapan rampungnya. Kayaknya masih lama karena bypass ini kan panjang. Alat beratnya (Crane) juga kurang," kata salah seorang pekerja proyek yang enggan disebut namanya, Jumat (20/1/2017).

Jalan layang Bypass Pluit Penjaringan rencananya dibangun sepanjang 2-3 kilometer. Jalan ini pun ditengarai bisa mengurai kemacetan di kawasan Pluit.

Warga Pluit, Junaidi (45) berharap pembangunan bypass Pluit rampung secepatnya. Sebab, prosesnya cukup mengganggu warga.

“Tolong secepatnya. Satu tahun berjalan masih gitu-gitu aja, tidak ada perkembangan signifikan, baru sebagian tiang yang rampung,” pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

“Zaman Sutiyoso dan Foke Lebih Indah”

Jumat, 20 Januari 2017 09:53 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Ilustrasi qlue
Ilustrasi qlue

Share this





Peran RT dan RW hanya sebagai tokoh masyarakat bukan sebagai pejabat. Jadi, jangan memberi beban laiknya seorang pejabat.

 

PENJARINGAN – Ketua RW 17 Muara Baru, Gustara Muhamad menilai kebijakan gubernur terkait kewajiban RT/RW membuat laporan lewat aplikasi qlue tidak tepat.

Persoalan di ranah RT dan RW tidak pantas jika langsung diadukan ke tingkat provinsi. Sebaiknya, berjenjang ke tingkat kelurahan terlebih dahulu lalu berlanjut ke kecamatan.

“Terkecuali ada yang harus dilaporkan ke Provinsi baru kita lewat qlue atau surat tertentu itu boleh. Kita juga enak," tuturnya kepada infonitas.com, Kamis (19/1/2017).

Menurut dia, peran RT dan RW hanya sebagai tokoh masyarakat bukan sebagai pejabat yang mewajibkan membuat laporan per hari dengan menggunakan aplikasi qlue.

“Kalo menurut saya jalan seperti jaman Foke dan Sutiyoso aja lah kan sangat indah," ucap Gustara.







Pluit kapuk > Laporan Utama

RT dan RW Tidak Bisa Hidup dari Uang Operasional

Jumat, 20 Januari 2017 09:38 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Ilustrasi Qlue
Ilustrasi Qlue

Share this





Mengaitkan kewajiban membuat laporan lewat qlue dengan uang operasional sangat tidak relevan.

PENJARINGAN - Ketua RW 17 Muara Baru, Gustara Muhamad menyambut baik penghentian kewajiban RT/RW membuat laporan melalui aplikasi qlue. Menurut dia, memang semestinya tidak perlu diwajibkan.

“Ketika itu, gubernur bilang kenapa diwajibkan, karena RT/RW dapat uang honor setiap bulan. Padahal, itu bukan gaji, bukan honor, uang Rp 1.200.000 merupakan uang operasional atau bantuan operasi. Kalo RW tidak usaha lain dan mematok dari situ boro-boro buat makan, beli tinta aja kaga kebeli," ujarnya saat di hubungi infonitas.com, Kamis (19/1/2017).

“Lagipula, yang mau narik uang oprasional siapa. Dari jaman dulu uang itu kan sudah ada. Sejak belum ada qlue uang itu dah ada. Jadi, sebenernaya enggak ada hubungannya dengan qlue, ini mah cuma ditarik-tarik saja. Supaya RT dan RW beralih ke qlue," tuturnya.

Yang harus ditegaskan, tambah Gustara, RT dan RW bukanlah aparatur pemerintahan, melainkan tokoh masyarakat. “Kami bekerja ikhlas, melayani masyarakat 24 jam. Jangan aneh-aneh lah,” pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Peran RT dan RW Seharusnya Jadi Tokoh, Bukan Melapor Kegiatan Lewat Qlue

Rabu, 18 Januari 2017 19:05 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Wahyu Muntinanto

Ilustrasi Qlue
Ilustrasi Qlue

Share this





Tidak setiap RT dan RW memiliki waktu untuk melapor ke aplikasi Qlue, karena ada kegiatan usaha dan pekerjaan lain.

PENJARINGAN - Ketua RW 17 Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara  Gustara Muhamad mengatakan, laporan kegiatan yang dilakukan oleh RT dan RW sebaiknya tidak diwajibkan menggunakan aplikasi Qlue. Pasalnya, segala bentuk kebijakan ataupun peraturan dari pemerintah terhadap warganya sudah bisa dijalankan dengan baik.

"Kalau di RT/RW di Muara Baru semuanya baik, tidak ada yang buruk. Karena RT sebagai tokoh termasuk RW tokoh Masyarakat, tentunya dari jaman dulu sampai sekarang masih baik. Bila ada perintah dari instansi pemerintahan tetap dilakukan dengan baik," ujarnya saat dihubungi infonitas.com, Rabu (17/1/2017).

Dia menginginkan agar peran RT dan RW dikembalikan seperti dahulu, dimana seorang RT dan RW merupakan seorang tokoh masyarakat, bukan lagi sebagai aparatur negara yang mutlak.

“Artinya tahap pertama untuk laporan RT/RW itu kan ada lurah dan camat. Tangganya tidak terlalu terbang jauh. Lurah, Camat juga ada kegiatanya, kita juga tahu lurah camat bisa turun langsung ke bawah, bener nggak nih RT/RWnya bisa langsung cek," tuturnya.

Adanya peraturan yang mewajibkan setiap RT dan RW melaporkan melalui aplikasi Qlue memberatkan pengurus RT dan RW. Pasalnya tidak setiap RT dan RW memiliki waktu untuk melakukan hal itu karena ada kegiatan usaha lain dan pekerjaan lain.

"Qlue bukan berarti jelek. Kalau di qlue itu kan ada foto yang dikirm 3 kali dalam sehari, sedangkan 3 kali itu di ganti Rp 10.000. Itu dikerjakan bukan karena nilai uangnya, itu kewajiban kita, kalau ada yang melaksanakan juga bagus, jadi nggak harus difokuskan menggunakan Qlue," tuturnya.

Dia menilai laporan tersebut bisa dilaporkan melalui kelurahan ataupun kecamatan yang jenjangnya tidak terlaluh jauh. "Menutut saya memang seharusnya tidak diwajibkan, kalau ada yang mau kan baik-baik saja selagi itu positif," pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Ketua RW di Jakarta Utara Bersyukur Tidak Harus Lapor ke Qlue

Rabu, 18 Januari 2017 18:43 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Wahyu Muntinanto

Ilustrasi aplikasi Qlue
Ilustrasi aplikasi Qlue

Share this





Banyak dari sebagian RT dan RW yang berada di Jakarta Utara tidak setuju dengan laporan menggunakan aplikasi Qlue.

PENJARINGAN – Pemerintah Provinsi DKI membuat kebijakan tidak perlu lagi ketua RT dan RW melapor melalui aplikasi Qlue. Kebijakan ini rupanya mendapat respon positif dari ketua RW di DKI.

Ketua RW 17, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara Gustara Muhamad mengaku sangat setuju dengan dengan kebijakan tersebut, sehingga laporan kegiatan menggunakan aplikasi Qlue itu tidak lagi digunakan olehnya.

"Bagus itu, artinya supaya tidak merubah-rubah terkecuali merubah itu ada sesuatu. Kemarin-kemarin kan ada yang komplain sekarang kalau dihilngkan lagi  makasih banyak," ujarnya saat dihubungi infonitas.com, Rabu (18/1/2017).

Dia menuturkan banyak dari sebagian RT dan RW yang berada di Jakarta Utara tidak setuju dengan laporan menggunakan aplikasi tersebut. Karena hal tersebut dinilai sangat tidak wajar, karena RT dan RW merupakan seorang tokoh yang rela mengabdikan dirinya untuk melayani masyarakat.

"Sangat setuju. Artinya segala pelaporan yang menggunakan qlue itu kan kadang-kadang orang sentimen. Orang yang tidak percaya bisa aja laporan lewat qlue. Seperti contoh kita sentimen ke salah satu RW, bisa aja masalah sedikit aja bisa di buka. sebenernaya itu benar atau tidak," tutup Gustara.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Banjir Rob di Muara Angke Kian Parah

Rabu, 11 Januari 2017 09:31 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Kawasan Muara Angke
Kawasan Muara Angke

Share this





Warga sudah mengadukan permasalahan ini ke kelurahan dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Muara Angke.

PENJARINGAN – Banjir rob kerap menerjang kawasan Muara Angke. Ketinggiannya bahkan bisa mencapai lebih dari 30 sentimeter saat ini karena tanggul yang ada sudah jebol di beberapa tempat. Akibatnya, aktivitas warga terganggu.

“Saya heran, pemerintah kenapa tidak peka dengan nasib warganya. Tanggul sudah satu tahun jebol sampai sekarang enggak juga diperbaiki. Ya, kondisi banjir semakin parah,” tutur Ketua RW 20, Pluit, Penjaringan, Mutmainiah, Selasa (10/1/2017).

Padahal, warga sekitar sudah kerap mengadukan permasalahan ini ke kelurahan. Juga, sudah melakukan pertemuan dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Muara Angke. Namun, belum ada respon karena dana pemerintah tak kunjung turun. “Ini yang menjadi penghambat,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, akses menuju Pelabuhan Muara Angke dan Pelabuhan Kali Adem kerap terendam. Padahal, akses itu kerap digunakan oleh warga sekitar dan wisatawan untuk mencari ikan dan berwisata ke Kepulauan Seribu. Suasananya sangat kumuh.

 

 







Pluit kapuk > Laporan Utama

Cekcok di WA Berlanjut Pemukulan di Kafe

Jumat, 16 Desember 2016 15:34 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Barang bukti martil yang digunakan pelaku untuk memukul korban.
Barang bukti martil yang digunakan pelaku untuk memukul korban.

Share this





Saat bertemu, Yuliady langsung memukul kepala Heriyanto menggunakan martil.

PENJARINGAN - Yuliady Maleke (43), warga The Capital Residence T3 No 20A. SCBD, Jakarta Pusat dan Heriyanto (40), warga Pluit Barat 4 no. 24 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara sempat cekcok di media sosial WhatsApp.

Entah apa penyebabnya, Yuliady merasa kesal dengan Heriyanto. Untuk menuntaskan itu, mereka sepakat bertemu di Sixtynine Coffee, Jalan Pluit Kencana, Penjaringan, Kamis (15/12/2016) sekitar pukul 21.45 WIB.

Namun, bukannya berdamai, saat bertemu, Yuliady justru langsung memukul kepala Heriyanto dengan martil.

“Sesampainya di Sixtynine Coffe tiba-tiba pelaku bernama Yuliady langsung memukul korbanya Heriyanto dengan martil di bagian kepala hingga mengalami luka robek dan mengeluarkan banyak darah,"  tutur Kapolsek Penjaringan Kompol Bismo Teguh Prakoso saat dihubungi Jumat (16/12/2016).

Tak terima perlakuan pelaku, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penjaringan. “Kemudian, petugas langsung membekuk pelaku di rumahnya tanpa perlawanan guna penyelidikan lebih lanjut. Pelaku dijerat pasal 351 terkait tindak penganiayaan dengan ancaman hukuman dibawah 5 tahun," pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Warga Sambut Baik Pembangunan Trotoar di Jalan Pluit Timur Raya

Kamis, 15 Desember 2016 18:39 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Pembangunan trotoar ramah bagi penyandang disabilitas di Jakarta Utara.
Pembangunan trotoar ramah bagi penyandang disabilitas di Jakarta Utara.

Share this





Keberadaan trotoar membuat para pejalan kaki lebih aman, terutama penyandang disabilitas.

PENJARINGAN – Warga Penjaringan, Jakarta Utara menyambut baik pembangunan  trotoar ramah bagi penyandang disabilitas di Jalan Pluit Timur Raya. Ini berarti, pemerintah memperhatikan keselamatan warganya.

"Wah bagus banget, kita pejalan kaki maupun penyandang disabilitas merasa diperhatikan. Kalau enggak ada trotoar, saya takut ditabrak sama kendaraan," ujarnya.

Rijal (32), karyawan di salah satu mal di kawasan Penjaringan juga mengungkapkan hal sama. Dia merasa lebih aman dengan adanya trotoar.

"Senang kalau ada trotoar kita bisa aman jalan tanpa harus takut ditabrak kendaraan. Kalo bisa trotoar ini di perluas ke seluruh jalan di Jakarta," pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Palyja Perluas Jangkauan di Jakarta Utara

Rabu, 30 November 2016 14:21 WIB
Editor : Dany | Reporter : Wahyu

Palyja resmikan Booster Pump Gajah Mada di Kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.
Palyja resmikan Booster Pump Gajah Mada di Kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Share this





Perluasan jangkauan untuk meningkatkan kapasitas jaringan pipa dan memperkuat tekanan air di daerah Muara Baru, Luar Batang, dan Lodan.

PENJARINGAN – PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), sebagai operator penyediaan dan pelayanan air bersih meresmikan Proyek Perluasan Jaringan (Proyek Muara Baru) dan Booster Pump Gajah Mada, di kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (30/11/2016).

Presiden Direktur PALYJA Alan Thompson mengatakan, perluasan jangkauan Booster Pump Gajah Mada untuk meningkatkan kapasitas jaringan pipa dan sekaligus memperkuat tekanan air di daerah Muara Baru RW 17, wilayah Luar Batang RW 03, dan Lodan RW 02 dan RW 08.

"Sebagai bentuk komitmen kami kepada pelanggan khususnya di bagian Utara Jakarta, hari ini kami membawa kabar baik yaitu peningkatan pasokan air bersih PALYJA ke wilayah Luar Batang, Muara Baru dan Lodan," ujarnya

Alan menuturkan, tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan kapasitas jaringan pipa dan sekaligus memperkuat tekanan air. Sehingga dapat mengalirkan air sebanyak 200 liter per detik dari IPA Pejompongan atau sekitar 500.000 m3 per bulan untuk konsumsi sekitar 20.000 pelanggan di wilayah Muara Baru, Luar Batang, dan Lodan.

"Kapasitas pemompaan Booster Pump Gajah Mada ini memiliki max  450 Liter per detik dan tekanan maksimum 30 m. Jaringan Pipa Gedong Panjang dengan diameter pipa 600 mm sepanjang 1,2 km, Jaringan Pipa Muara Baru dengan diameter pipa 600 mm & 500mm sepanjang 1,9 km," tuturnya.

Dengan adanya Booster Pump Gajah Mada, Alan berharap warga Penjaringan khususnya Muara Baru, Luar Batang dan Lodan dapat menikmati air bersih tanpa harus membeli.

"Semoga dengan tambahan pasokan air bersih ini masyarakat yang tadinya kekurangan pasokan ataupun harus membeli air dari gerobak keliling bisa menikmati air bersih dari PALYJA lebih memadai" tutup Alan.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Grand Livina Terbakar di KM 11 Wiyoto Wiyono

Jumat, 25 November 2016 15:59 WIB
Editor : Dany | Reporter : Wahyu

Ilustrasi Mobil Terbakar
Ilustrasi Mobil Terbakar

Share this





Mobil tersebut terbakar pukul 14:18. Hingga saat ini belum diketahui penyebab terbakarnya mobil tersebut.

PENJARINGAN – Mobil Grand Livina terbakar di KM 11 Tol Wiyoto Wiyono dari arah Tanjung Priuk Ke Arah Cawang, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebanyak dua unit mobil pemadam diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP)  Jakarta Utara, Satriadi Gunawan mengatakan, pihaknya mendapat laporan kejadian sekitar pukul 14.18 WIB.

"Petugas sudah tiba di lokasi sekitar pukul 14.36 untuk memadamkan api. Tidak ada korban jiwa semua selamat," ujarnya saat dihubungi media, Jumat (25/11/2016).  Dia melanjutkan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui penyebab terjadinya kebakaran pada mobil tersebut.