Pluit kapuk > Laporan Utama

Kapal Pelni Akan Berlayar dari Pelabuhan Kali Adem

Selasa, 10 Januari 2017 14:38 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono

Share this





Rencana pengoperasian kapal Pelni di Pelabuhan Kali Adem terkendala oleh kondisi kali yang menuju pelabuhan.

PENJARINGAN - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) akan menggunakan pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara sebagai tempat beroperasinya kapal milik Pelni. Kapal ini nantinya akan melayani rute ke Kepulauan Seribu.

Dia menuturkan, selama ini hanya kapal milik swasta yang bersandar di Pelabuhan Kali Adem. Sedangkan kapal milik Pelni bersandar di Pelabuhan Sunda Kelapa.

"Kendalanya kali Pelabuhan Kali Adem cukup dangkal hanya 2,5 meter. Berbeda dengan pelabuhan Sunda Kelapa yang bisa 3-4 meter. Tidak bisa menggunakan kapal Pelni," ucap Soni, sapaan akrab Sumarsono di Pelabuhan Sunda kelapa, Selasa (10/1/2017).

Terbakarnya kapal Zahro Ekspress pada awal tahun lalu menjadi pembelajaran bagi semua kelompok ataupun istansi terkait untuk berbenah diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara baik. "Ini menjadi tantangan bersama. Semua harus bersinergi,” pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Saksi Minta Surat Suara Dicek Ulang

Kamis, 16 Februari 2017 19:44 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Muhammad Azzam

Suasana rekapitulasi surat suara di Kecamatan Penjaringan.
Suasana rekapitulasi surat suara di Kecamatan Penjaringan.

Share this





Rekapitulasi suara di PPK Penjaringan berjalan alot karena saksi nomor urut 2-3 minta surat suara dicek ulang.

PENJARINGAN - Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) Penjaringan mulai melakukan rekapitulasi penghitungan suara yang disaksikan oleh PPS tiap kelurahan, Panwas Kecamatan, dan saksi saksi dari ketiga paslon calon. Rekapitulasi dimulai pukul 14.00 dengan menyanyikan lagu Indonesia raya.

Diketahui  jumlah DPT Kecamatan Penjaringan sebanyak 197.283 dan 390 Tempat Pemungutan Suara di 5 Kelurahan yaitu Kamal Muara, Kapuk Muara, Pejagalan, Pluit dan Penjaringan.

Pantauan infonitas.com rekapitulasi berlangsung alot dikarenakan saksi paslon nomor 3 meminta surat suara tidak sah dicek kembali. Selain itu saksi paslon nomor 2 meminta surat suara tidak terpakai di cek dan dicoret (cross/silang).

"Berdasarkan temuan saksi kami ada beberapa suara sah dianggap tidak sah, jadi kami minta untuk dicek kembali," ujar salah satu saksi paslon nomor 3.

Sama halnya dengan saksi paslon nomor 2, yang meminta pengecekan kembali surat suara untuk menghindari penyalahgunaan surat suara yang tidak terpakai. “Maka harus dicek kembali apakah sudah dicoret atau tidak. Kalau belum harus dicoret," tegasnya.

Ketua PPK Penjaringan Edy Junaedi yang memimpin pleno rekapitulasi penghitungan suara meminta kesepakatan kepada ketiga saksi, walaupun ada beberapa saksi yang tidak menyetujui, namun setelah dirundingkan mereka bersepakat untuk melakukan kedua hal itu.

"Untuk yang pencoretan sisa suara yang tidak terpakai harusnya sudah dicoret oleh KPPS, namun karena saksi sepakat untuk dicek kembali maka diputuskan, kita buka dan coret,"jelasnya saat memimpin pleno rekapitulasi penghitungan suara Kamis (16/2/17).







Pluit kapuk > Laporan Utama

Siang Ini, Penghitungan Surat Suara Kecamatan Penjaringan

Kamis, 16 Februari 2017 11:33 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Ilustrasi Surat Suara Pilkada DKI 2017
Ilustrasi Surat Suara Pilkada DKI 2017

Share this





Penghitungan surat suara untuk kecamatan Penjaringan mulai dilakukan siang ini karena kotak suara dari enam kelurahan telah dikirim sejak kemarin.

PENJARINGAN – Rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta di Kecamatan Penjaringan mulai dilakukan pada hari ini pukul 13.00 WIB. Hal ini sejalan dengan Kotak suara dari 390 TPS di enam kelurahan yang telah dikirim ke Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sejak kemarin.

"Sebelumnya rekapitulasi pemungutan suara kami berencana akan rapat dulu terkait teknis bersama saksi, PPK, PPS, dan Panwas sebagai persiapan pleno jam 1 teknis akan di komunikasi dulu agar dapat berjalan dengan lancar,"ungkap Ketua Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) Penjaringan, Edy Junaedi saat ditemui infonitas.com Kamis (16/2/17).

Ia menambahkan penghitungan akan dilakukan di dua tempat, pertama di ruang pola kantor Kecamatan untuk Kelurahan Kamal Muara 18 TPS, kelurahan Kapuk Muara 52 TPS dan Kelurahan Pejagalan 110 TPS dengan 200 kotak suara. Kedua, di ruang unit pelayanan daerah kecamatan Penjaringan yaitu untuk kelurahan Pluit 72 TPS dan kelurahan Penjaringan 138 TPS, dengan total 390 kotak suara.

"Untuk waktu selesai rekapitulasi itu dinamis tergantung setiap berita acara maupun permasalah yang ada di tiap TPS, jadi kan kita inventarisir komplain tiap saksi yang harus kita selesaikan, ya kita berharap sebelum hari Sabtu sudah selesai,"tutupnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Besok, PPK Penjaringan Distribusikan Logistik Ke Seluruh PPS

Senin, 13 Februari 2017 16:02 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Kantor Camat Penjaringan
Kantor Camat Penjaringan

Share this





Pendistribusian logistik Pilkada di Penjaringan tiga hari sebelumnya bertujuan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

 PENJARINGAN – Besok, Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) Penjaringan mendistribusikan logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 ke setiap Panitia Pemungutan Suara (PPS). Penyaluran kebutuhan pesta demokrasi tersebut dimulai pukul 07.00 WIB.

Menurut Ketua PPK Penjaringan Edy pendistribusian dilakukan satu hari menjelang pencoblosan dilakukan agar tidak terlalu lama berada di PPS Kelurahan.

"kita distribusikan sehari jelang pencoblosan tidak tiga hari sebelum untuk mengindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, mengurangi resiko sajalah kalau kelamaan ada di PPS,"ujarnya.

Ia menambahkan ada sebanyak 390 kotak suara, 1170 bilik suara, dan 202215 total surat suara yang akan distribusian ke 6 Kelurahan di Penjaringan.

"nanti setalah di PPS, malam nya akan langsung didistribusikan ke tiap tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berjumlah 390 TPS. Pendistribusian juga akan dikawal ketat pihak kepolisan Polsek Penjaringan,"pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Jumlah Surat Suara di Penjaringan Sesuai DPT

Minggu, 12 Februari 2017 17:47 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Kertas Surat Suara
Kertas Surat Suara

Share this





Surat suara sudah siap dibagikan ke 390 Tempat Pemungutan Suara di Penjaringan.

PENJARINGAN - Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Penjaringan Edy Junaidi mengatakan surat suara untuk wilayahnya sudah sesuai dengan data pemilih.

Saat ini, pihaknya siap mengantar seluruh surat suara tersebut ke-390 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

"Sesuai manifest kita per Kelurahan per TPS tak ada kekurangan, kita sudah menyelesaikan surat suara untuk dibagikan ke TPS," ujarnya kepada infonitas.com, Minggu (12/2/2017).

Tidak ada surat suara yang rusak atau cacat. “Proses pelipatan dilakukan oleh KPU tingkat kota. Kami menerima utuh. Semua sudah disortir,” pungkasnya.
 







Pluit kapuk > Laporan Utama

Ada 390 TPS di Penjaringan

Minggu, 12 Februari 2017 13:38 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

ilustrasi surat suara
ilustrasi surat suara

Share this





Jumlah TPS sudah sesuai dengan jumlah DPT di Penjaringan yang mencapai 197.283 pemilih.

PENJARINGAN – Ada 390 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Lokasinya tersebar di 5 kelurahan.

Jumlah tersebut sudah disesuaikan pada tahap pencoklitan, PPDP, dan jumlah DPT yang mencapai 197.283 pemilih. Dengan rincian 100.155 pemilih laki-laki dan 97.128 pemilih perempuan.

Demikian dijelaskan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)  Penjaringan Edy Junaidi kepada infonitas.com, Minggu (12/2/2017). “Kita juga ada TPS khusus di salah satu Rumah Sakit di Pantai Indah Kapuk.”

Kondisi setiap TPS saat ini sangat kondusif tanpa ada intervensi dari pihak manapun. “Namun, ada beberapa TPS yang kena imbas dari kebijakan penerimaan kemarin, seperti di kalijodo. Tapi sudah teratasi," pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Polisi Curigai Penemuan e-KTP di Bandara Soeta

Jumat, 10 Februari 2017 19:42 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Wahyu Muntinanto

Ilustrasi e-KTP.
Ilustrasi e-KTP.

Share this





Kapolres Metro Penjaringan Kombes Pol Awal Chairuddin mengatakan mencurigai keterkaitan sejumlah temuan Elektronik Kartu Tanda penduduk (e-KTP) palsu.

PENJARINGAN - Kapolres Metro Penjaringan Kombes Pol Awal Chairuddin mengatakan mencurigai keterkaitan sejumlah temuan Elektronik Kartu Tanda penduduk (e-KTP) asal negara Kamboja di bandara Soekarno - Hatta, Cengkareng, Tanggerang dengan e-KTP palsu yang berada di wilayah Jakarta Utara.

"Sekarang ada KTP baru datang dari Kamboja di bandara Soekarno-Hatta kiriman dari luar negeri, tapi produk DKI nanti di cek dulu," ujarnya saat berada di masjid Luar Batang, Jumat (10/2/2017)

Saat ini, kata dia, belum bisa memastikan secara pasti ada tidaknya hubungan antara temuan e-KTP asal Kamboja tersebut dengan temuan e-KTP ganda yang sempat menjadi viral di media Sosial.

"Apakah ada hubunganya itu KTP di cetak di sini atau gimana kita masih tunggu. Karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," kata dia.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Pilkada DKI Jakarta, Personel BKO Disiagakan di Penjaringan

Jumat, 10 Februari 2017 19:34 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Wahyu Muntinanto

Ilustrasi polisi
Ilustrasi polisi

Share this





Kapolres Metro Penjaringan, Kombes Pol Awal Chairuddin tuturkan sudah mempersiapkan pasukan BKO untuk kawal Pilkada DKI Jakarta

PENJARINGAN -  Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, Kapolres Metro Penjaringan, Kombes Pol Awal Chairuddin mengatakan sudah memetakan wilayah rawan saat pemunggutan suara di beberapa wilayah Jakarta Utara.

Akan tetapi, dia enggan membeberkan wilayah mana yang dikatakan rawan. Nantinya, pasukan BKO tersebut akan membaur bersama warga dalam melakukan sejumlah kegiatan.

"Jakarta Utara dah di pikirkan mendapatkan pasukan BKO yang dibutuhkan untuk mengamankan masyarakat. Mereka akan bersama masyarakat menunaikan salat subuh dan lainnya," ujarnya saat berada di masjid Luar Batang, Jumat (10/2/2017).

Dia mengungkapkan, penyebaran sejumlah personel BKO tersebut di tempatkan sesuai dengan porsinya. "Ada penyeberan, berdasarkan situasi yang dibutuhkan di tempat tersebut, jumlahnya sesuai yang diprediksi," tutup Awal.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Pengunjung Ingin Ada Olahraga Air di Waduk Pluit

Kamis, 09 Februari 2017 20:00 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Wahyu Muntinanto

Situasi waduk Pluit yang ada di Kecamatan Penjaringan
Situasi waduk Pluit yang ada di Kecamatan Penjaringan

Share this





Tak cukup, Pengunjung inginkan fasilitas olahraga air seperti jetsky di Waduk Pluit.

PENJARINGAN - Waduk Pluit Penjaringan, Jakarta Utara, kini menjadi alternatif bermain untuk keluarga. Setiap sore kawasan tersebut ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

Sejumlah pengunjung yang datang nampak asik bermain di kawasan tersebut. Ada yang bermain papan seluncur, sepeda, atau sekedar berswafoto. Tak hanya itu, sebagian juga terlihat ada yang sedang menggunakan sarana olahraga. Akan tetapi, fasilitas itu dianggap masih kurang lengkap.

Pasalnya, waduk seluas 80 hektar itu tidak dilengkapi dengan permainan air."Fasilitas bagus tapi untuk main di waduk belum ada. Harusnya ada seperti di waduk sunter ada tempat untuk main jetsky," ujar Denis (25), warga Pluit, Kamis (9/2/2017).

Hal senada diungkapkan Rizal (32). Pria yang datang ke Waduk Pluit untuk berolahraga ini menginginkan adanya permainan atau olahraga air di kawasan tersebut."Kalau ada permainan air atau olahraga airnya kan bagus juga kenapa enggak. Pasti makin banyak pengunjungnya," tuturnya.

Dia pun berharap kepada Pemprov DKI Jakarta agar masukan dari masyarakat bisa diterima dan segera di buatkan pemainan air di waduk tersebut. "Mudah-mudahan pemetintah dengar dan menjadikan Waduk pluit menjadi tempat bermain dan berlahraga Air," pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Sempat Panas, Warga Penjaringan Tebas Isu Kerusuhan

Kamis, 09 Februari 2017 19:43 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Wahyu

Ilustrasi Pilkada DKI 2017.
Ilustrasi Pilkada DKI 2017.

Share this





Salah satunya adalah dugaan rencana tindakan anarki di Tempat Pemungutan Suara (TPS), jika satu dari tiga Paslon DKI mengungguli torehan jumlah suara.

PENJARINGAN - Kawasan Penjaringan, Jakarta Utara dinilai sangat berpotensi rawan saat pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, pada rabu (15/2/2017) mendatang. Sejumlah isu miring pun beredar di kawasan tersebut.

Salah satunya adalah dugaan rencana tindakan anarki di Tempat Pemungutan Suara (TPS),  jika satu dari tiga Paslon DKI mengungguli torehan jumlah suara.

"Kami pernah dengar dari masyarakat, kami harus hati-hati pemilihan gubernur kali ini. Karena di kawasan Penjaringan, pendukung paslon nomer 2 atau pak Ahok dilarang masuk. Kaalu selain itu boleh aja masuk," ujar seorang Tokoh Pemuda Penjaringan Tamran kepada Infonitas.com di Penjaringan, Kamis (9/2/2017).

Isu anarki, kata dia, muncul ketika warga Penjaringan mendapatkan kabar jika salah satu paslon menaruh orang luar . Tujuannya adalah mengawasi jalan pemungutan suara di TPS.

"Isu itu muncul ada orang Ahok yang ditaruh di Penjaringan dari luar. Isu membakar TPS, kalau di TPS ada pakai baju nomer 2 bisa terjadi apa-apa," kata dia.

Diakui dia, isu itu sempat memanas dyua minggu lalu. Saat ini sudah sedikit mereda lantaran pihak kepolisian dan sejumlah tokoh Masyarakat, tokoh Agama melakukan pertremuan membahas kerawanan itu.

"Tapi sekarang kepolisian sudah turun ke lapangan bahwa tokoh dan masyarakat kerjasama dengan baik jangan sampai bikin anarkis. Kapolisian, Koramil  dan masyarakat sudah kerjasama dengan baik," pungkas dia.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Warga Penjaringan Tetap Santai Hadapi Pilgub Jakarta

Kamis, 09 Februari 2017 14:01 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Wahyu Muntinanto

Salah satu pangkalan ojek di Penjaringan. (Wahyu)
Salah satu pangkalan ojek di Penjaringan. (Wahyu)

Share this





Meski sering didatangi paslon Cagub-Cawagub DKI Jakarta, warga Penjaringan mengaku biasa saja.

PENJARINGAN – Dinamika masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 begitu terasa bagi warga di seluruh lima bagian Ibu Kota ini. Terakhir, brosur berbau provokasi telah muncul ke permukaan, pada Rabu (8/2/2017) kemarin di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tetapi, beda halnya dengan situasi di Penjaringan, masih wilayah Jakarta Utara. Saat ini, bahkan dari kemarin warga tidak ada yang kedapatan sedang membagikan brosur provokatif atau fitnah dari kubu paslon yang bersaing.

Memang, hari pencoblosan hanya menghitung hari. Rabu (15/2/2017) warga akan menjalankan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) terkait dengan hak pilih yang mereka punya. Penjaringan masih aman tanpa kericuhan pengaruh Pilkada Jakarta.

Seperti yang di lakukan Taufik (32). Pria ini sehari-hari bekerja sebagi tukang ojek  di Penjaringan. Ia mengaku tidak menemukan sejumlah edaran bernada negatif di kawasan tempat tinggal atau tempat mengais rezeki.

"Saya ngojek di sini sudah lama. Tapi gak nemu ada edaran yang jelek-jelekin calon gubernur, apalagi baik-baikin gubernur. Biasa aja di sini," ujar Taufik di pangkalan ojek Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (9/2/2017).

Rian (28), warga Penjaringan mengatakan selama masa kampanye Pilkada 2017 di kawasan Muara Baru merupakan tempat berdagang. Selama masa kampanye Pilkada DKI, kata dia, juga tidak ia temukan sejumlah brosur yang mengandung unsur kebencian.

"Di Muara Baru gak ada ya surat edaran yang benci sama calon gubernur. Mereka yang kampanye juga gak jelek-jelekin calon lainya kok, apalagi lewat edaran,"kata Rian.