Pluit kapuk > Laporan Utama

Ini Pengganti KM Zahro untuk Kepulauan Seribu

Selasa, 10 Januari 2017 11:23 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Purwanto

Peresmian KM Express Bahari di Pelabuhan Sunda Kelapa, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017). (Wahyu)
Peresmian KM Express Bahari di Pelabuhan Sunda Kelapa, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017). (Wahyu)

Share this





KM Express Bahari 3B siap beroperasi melayani perjalanan wisatawan menuju Kepulauan Seribu.

PENJARINGAN – Pasca-insiden kapal motor (KM) Zahro, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana membuat sistem pelayaran baru yang lebih baik untuk wisatawan.

Dalam mencanangkan sistem baru ini, Kemenhub bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Kami bertekad membuat sistem pelayaran baru. Yang pertama bekerja sama dengan DKI membentuk BLU (Badan Layanan Umum),"kata Menteri Budi usai meresmikan KM Bahari Express 3B di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017).

Ia menerangkan, kapal yang beroprasi ke Kepulauan Seribu seperti KM Bahari Express 3B akan dilengkapi keamanan dan para awak buah kapal (ABK) juga akan mendapatkan pelatihan khusus.

"Kami juga melibatkan ASDP dan Pelni membentuk benchmarking baru atas safety security system of service. Kami menugaskan Pelni dan ASDP untuk membina pelayaran rakyat, mereka kami ayomi. Kami juga ada subsidi berkaitan dengan kapal,"tuturnya.

Mantan Dirut Angkasa Pura 2 itu berharap kepada instansi terkait agar selalu menjaga apa yang sudah ada. Termasuk, kata dia, perawatan kapal. Pengecekan kelayakan kapal sebelum berangkat juga harus jadi perhatian khusus.

"Jika kapal ini sudah beroprasi harus di cek dulu sebelum berangkat. Jangan sampai terulang kembali kecelakaan yang merenggut korban jiwa,"pungkasnya.

 







Pluit kapuk > Laporan Utama

Langgar Jalur Hijau, Belasan Bangunan Liar Digusur

Rabu, 22 Februari 2017 11:17 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

Ilustrasi bangunan liar di jalur hijau
Ilustrasi bangunan liar di jalur hijau

Share this





Pelanggar kawasan jalur hijau masih bertebaran di Jakarta Utara, seperti di Penjagalan telah digusur 15 bangunan liar.

PENJARINGAN – Guna menambah penghijauan di Jakarta Utara, Kelurahan Penjagalan, Penjaringan gusur 15 bangunan liar semi permanen di sepanjang Jalan Kepanduan II, Jakarta Utara. Sebab lokasi yang digunakan sebagai tempat usaha tersebut berada di jalur hijau.

Menurut Lurah Pejagalan, Yogara Fernandes, sebelumnya para pemilik bangunan liar tersebut telah diperingatkan agar segera meninggalkan lokasi. Namun, peringatan tersebut dihiraukan oleh para pemilik bangunan yang rata-rata digunakan untuk usaha warung makan, warung klontong, pangkas rambut, hingga pengepul barang bekas.

"Setelah dibersihkan, kita tanami pohon-pohon. Agar tidak digunakan lagi dan didirikan bangunan di sini," ujar Yogara, Rabu (22/2/2017).

Untuk menertibkan belasan bangunan liar tersebut diterjunkan puluhan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). "Bangunan yang kita tertibkan itu rata-rata dibuat tempat usaha. Sudah kita peringatkan sebelumnya," jelasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Suara Ahok-Djarot Unggul di Penjaringan

Rabu, 22 Februari 2017 09:41 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Ilustrasi Ahok-Djarot
Ilustrasi Ahok-Djarot

Share this





Hasil final rekapitulasi perhitungan suara di Kecamatan Penjaringan, Ahok-Djarot mendapatkan suara terbanyak.

PENJARINGAN – Calon Pasangan (Paslon) nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat (Djarot) meraih suara terbanyak di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Hal ini berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada Minggu (19/2/17) malam.

Dari hasil itu pasangan incumben ini hanya kalah di Kelurahan Penjaringan, sisanya unggul di empat kelurahan yaitu Kamal Muara, Kapuk Muara, Pejagalan, Pluit. Menurut ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Edy Junaedi, selama proses rekapitulasi diawasi dan dihadiri para saksi dari ketiga Paslon serta Panitia Pengawas (Panwas).

"Kelurahan demi Kelurahan kita rekap, mulai Kamis 16-19 Februari. Setelah itu dokumen kami pisah dalam kotak terus dibawa ke KPU Utara Minggu pukul sembilan malam, nanti dokumen itu akan dibuka terus di input dan di kombain antara data DPT dengan DPTb (tambahan),"ungkapnya, Rabu (22/2/2017).

Adapun data yang diperoleh infonitas.com dari hasil rekapitulasi perhitungan suara di Kecamatan Penjaringan adalah sebagai berikut :

1.       Kelurahan Kamal Muara terdapat 18 TPS

-   Agus-Slyvi memperoleh 1.457 suara.

-   Ahok-Djarot memperoleh 3.453 suara.

-   Anies-Sandi memperoleh 2.310 suara.

2.       Kelurahan Kapuk Muara terdapat 52 TPS

-    Agus Slyvi memperoleh 3.167 suara.

-    Ahok-Djarot memperoleh 14.614 suara.

-    Anies-Sandi memperoleh 3.610 suara.

3.       Kelurahan Pejagalan terdapat 110 TPS

-    Agus-Slyvi memperoleh 3.948 suara.

-    Ahok-Djarot memperoleh 33.912 suara.

-    Anies-Sandi memperoleh 7.753 suara.

4.       Kelurahan Penjaringan terdapat 138 TPS

-    Agus-Slyvi memperoleh 10.982 suara.

-    Ahok-Djarot memperoleh 17.003 suara.

-    Anies-Sandi memperoleh 22.433 suara.

5.       Kelurahan Pluit terdapat 72 TPS

-    Agus-Slyvi memperoleh 2.273 suara.

-    Ahok-Djarot memperoleh 22.609 suara.

-    Anies-Sandi memperoleh 4.177 suara.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Manfaat Kantor Baru BNN

Senin, 20 Februari 2017 16:30 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

acara penandatanganan nota kesepakatan antara BNN dengan Kejaksaan RI, Senin (20/2/2017).
acara penandatanganan nota kesepakatan antara BNN dengan Kejaksaan RI, Senin (20/2/2017).

Share this





Jaksa Agung menyebut tingkat permintaan Narkotika di Indonesia tertinggi se-Asia.

PENJARINGAN – Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso akan menjadikan kantor baru BNN di Komplek Pantai Mutiara sebagai tempat pengawasan peredaran Narkotika yang melalui jalur laut.

Kondisi saat ini, bandar Narkotika semakin pintar. Tidak lagi terpusat lewat jalur udara saja, melainkan juga sudah merambah ke jalur laut. Bahkan, mereka melakukan pengiriman tidak melalui pelabuhan resmi.

“Misalnya, rumah ini. Lokasinya strategis tepat berada di tepi laut. Suasananya tenang, tetangga satu sama lain tidak begitu kenal. Yang seperti ini yang menjadi incaran. Kerawanannya sudah ada dan terbukti,” tuturnya.

Maka itu, secepatnya kantor ini akan dimanfaatkan. “Kami juga akan segera melengkapi sarana dan prasarana yang lainnya,” tuturnya saat acara penandatanganan nota kesepakatan antara BNN dengan Kejaksaan RI, Senin (20/2/2017).

Sementara, Jaksa Agung RI H.M Prasetyo berharap aset ini dapat bermanfaat untuk memerangi Narkotika lebih intensif.

“Uang dari barang setan harus digunakan untuk memberantas setan lagi. Tentunya bersama harus konsisten. Kita sadar peredaran narkoba sangat masif, intensif dan sistematis. Sesuai komitmen Presiden Joko Widodo, Indonesia sudah darurat narkoba, jadi harus diperangi,” pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Pangkalan Gas di Teluk Gong Meledak

Senin, 20 Februari 2017 15:36 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Pangkalan gas meledak
Pangkalan gas meledak

Share this





Data sementara, 1 orang tewas dan dua lainnya mengalami luka berat.
PENJARINGAN - Pangkalan agen tabung gas 50 kilogram di Teluk Gong, di Jalan G no 2 RT 004/017, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara meledak. Seorang pengemudi ojek online, Eddy Soenarto Setiadi (50), warga Jelembar Aladin RT 005/006, Pejagalan, Penjaringan, tewas seketika.
 
Peristiwa itu terjadi hari ini. “Diduga Eddy saat itu tengah cek ponselnya di dekat lokasi kejadian. Eddy tewas langsung, akibat kena ledakan. Saat ini, sudah dibawa ke RSCM," kata Camat Penjaringan, Mohammad Andri saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/2/17).
 
Tidak hanya Eddy, seorang anak bernama Kevin dan ibu rumah tangga bernama Agnes Nilawati mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Duta Indah Teluk Gong. “Kalau Kevin dan Agnes yang diketahui merupakan anggota keluarga dari pemilik pangkalan tersebut," lanjut Andri.
 
Sejumlah warga, pejalan kaki hingga pengendara melintas di Jalan tersebut sempat panik saat mendengar kerasnya suara ledakan.
 
"Suara ledakannya menggelegar pak. Di bagian bangunan pangkalan itu, genteng, plafon, serta lantainya saja hancur. Memang keras sekali. Saya saat itu lagi berjalan kaki arah ke rumah. Tiba-tiba, jarak sekitar lima meter ke depan saya berjalan, itu tabung gasnya meledak. Tabung gas mental ke jalanan. 'Dhuaar’. Juping saya sempat berdenging. Jujur saya shock dan teriak," kata Anita (31) warga sekitar.
 
Kepala Suku Dinas (Kasudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Utara Satriadi Billy Gunawan mengatakan dugaan sementara terjadi kebocoran gas saat tengah melakukan pengisian.
 
“Jadi, saat sedang mengisi tiba-tiba telepon bordering. Pemilik agen gas (The Soey Tjoan) berlari angkat telepon tetapi lupa kalau sedang isi gas. Ledakan terjadi. Namun, kami bersama pihak kepolisian masih menyelidiki sebab-sebab lain,” pungkasnya.






Pluit kapuk > Laporan Utama

Rumah Pony Tjandra Jadi Kantor Baru BNN

Senin, 20 Februari 2017 13:56 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Kantor BNN
Kantor BNN

Share this





Kantor baru BNN hanya terpaut dua blok dari kediaman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

PENJARINGAN -  Kejaksaan Agung RI resmi melakukan serah terima barang rampasan Negara berupa rumah mewah tepi laut di Blok R 15 No 21 Komplek Pantai Mutiara, RW16, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara kepada Badan Narkotika Nasional (BNN).

Penyerahan asset sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 455/KM.6/2016 tentang penetapan status penggunaan barang milik negara yang berasal dari rampasan negara kepada BNN. Harapannya, barang ini dapat bermanfaat untuk mendukung kegiatan operasional BNN dalam hal penegakan hukum terkait Narkotika dan prekursor Narkotika.

Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, nantinya, rumah tiga lantai tersebut akan menjadi kantor operasional BNN. “Kami telah terima aset sitaan senilai Rp 27.282.130.000 dari TPPU Pony Tjandra (Bos Freddy Budiman),” ucapnya, Senin (20/2/2017).

Berdasar pantauan, lokasi kantor baru BNN tidak jauh dari kediaman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Hanya terpaut dua blok dari rumah Ahok.

Sebelumnya, rumah mewah itu merupakan milik Pony Tjandra (47) yang kini telah mendekam di LP Cipinang. Pony merupakan bandar narkoba kelas kakap dengan omzet Rp 600 miliar. Selain kasus Narkotika, dia juga terlibat kasus pencucian uang.

Pony tertangkap di rumahnya pada 25 September 2014. Selain rumah di Komplek Pantai Mutiara, BNN juga menyita aset-aset Pony lainnya, seperti 1 unit rumah di Cempaka Baru Kemayoran, 1 unit mobil Jaguar, 1 unit mobil Honda Odysey, 2 unit jet ski, dan 3 unit motor Harley Davidson.







Pluit kapuk > Laporan Utama

BNN Punya Kantor Baru di Pantai Mutiara

Senin, 20 Februari 2017 13:28 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

nota kesepakatan
nota kesepakatan

Share this





Rumah senilai Rp 27 miliar di Komplek Pantai Mutiara nantinya akan menjadi kantor operasional BNN.

PENJARINGAN – Untuk kali pertama, Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima barang rampasan negara hasil pengungkapan kasus narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Barang itu merupakan rumah mewah yang berlokasi di Blok R15, Komplek Pantai Mutiara, RW 16, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara senilai Rp 27 miliar.

“Kami telah terima aset sitaan senilai Rp 27.282.130.000 dari TPPU Pony Tjandra (Bos Freddy Budiman). Nantinya, rumah tersebut akan menjadi kantor operasional,” ucap Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso saat acara penandatanganan nota kesepakatan antara BNN dengan Kejaksaan RI, Senin (20/2/2017).

Selain rumah, ada beberapa barang lainnya yang merupakan hasil pengungkapan kasus narkotika dan TPPU hasil kejahatan narkotika yang diserahterimakan penggunaanya. Rinciannya yakni:

1. Satu bidang tanah dan bangunan yang berlokasi di perumahan pantai mutiara, Pluit, Penjaringan milik terpidana Santi
2. Satu bidang tanah dan bangunan yg berlokasi di Rawasari Selatan, Cempaka putih, Jakarta pusat milik terpidana khalik alias Alex
3. Satu bidang tanah dan bangunan berlokasi jalan Bintara Bekasi Barat, Bekasi milik terpidana Afdar
4. Tiga bidang tanah seluas 90.5 12 meter persegi yang berlokasi di Blok Cibuluh, Desa Sukaharja, Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat milik terpidana Afdar.
5. Satu bidang tanah seluas 35.000 meter persegi yang berlokasi di Jalan Pangradin, Kampung Kandang Sapi, Desa Pangradin, Jasinga, Bogor.
6. Satu bidang tanah seluas 10.000 meter persegi yang berlokasi di Jalan Abdul Fatah, Kampung Poncol, Desa Bojong Jengkol, Kecamatan  Ciampea, Bogor, Jawa Barat.
7. Satu unit mobil Ford Ecosport warna biru metalik dengan 'No polisi B 1279 URO
8. Satu unit mobil Toyota Fortuner dengan 'No Polisi B393 PS.
9. Satu unit mobil Nissan X-Trail nomor polisi B 199 STR







Pluit kapuk > Laporan Utama

Waspada Stasiun Duri Rawan Copet

Jumat, 17 Februari 2017 15:54 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Wahyu Muntinanto

DA alias DI (35) pencopet yang kerap beraksi di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat.
DA alias DI (35) pencopet yang kerap beraksi di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat.

Share this





Seorang pencopet ditangkap di Stasiun Duri, Tambora. Dari pengakuannya dia sudah berulang kali melakukan aksi di daerah tersebut.

TAMBORA -  Da alias DI (35) babak belur setelah ditangkap oleh warga setelah mencopet dompet seorang Pegawai Negri Sipil (PNS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)

Maman Kusmana (58) di stasiun Kereta Api Duri, Duri Selatan, Tambora Jakarta Barat Pada, Kamis, (16/2/2017) sekitar pukul 18.00 Wib.

Saat itu Maman sedang melakukan perjalanan pulang kerumahnya di Jalan Sriwijaya I No.13 RT 01/18, Bencongan, Kelapa Dua, Tangerang-Banten.

"Ketika korban (PNS Kementrian Hukum dan HAM) pulang kerja dan naik kereta api jurusan Gambir-Duri dan transit jurusan Tangerang. Saat korban turun dari kereta, penumpang lain memberitahu kepada korban dompetnya dicopet," ujar Kapolsek Tambora kompol Muhammad Syafi'i saat di hubungi wartawan, Jumat (17/2/2017).

Mengetahui dompet miliknya telah berpindahtangan, korban kemudian langsung berteriak. Kontan saja teriakan itu mengundang penumpang lainya dan petugas kepolisian yang tengah melakuikan obsevasi. "Kemudian korban teriak maling..maling, mendengar teriakan korban anggota Buser yang sedang Observasi di sekitar TKP dengan sigap mengejar pelaku dan berhasil ditangkap," tuturnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa dompet warna hitam berisi uang Rp 100.000, kartu jalan Tol, Kartu Matahari, Kartu Anggota Korpri. "Selanjutnya pelaku berikut BB diarahkan ke komando guna penyidikan lebih lanjut," tuturnya.

Dari pengakuan pelaku, Syafi'i menjelaskan jika pelaku sudah berulangkali melakukan hal tersebut di sekitar wilayah Tambora Jakarta Barat. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku dijerat pasal Pasal 362 KUHP di pidana 5 tahun.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Ahok Sebabkan Kelurahan Pluit Jadi Sorotan

Jumat, 17 Februari 2017 14:42 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

 Ilustrasi RPTRA Jakarta Utara
Ilustrasi RPTRA Jakarta Utara

Share this





Baik buruknya fasilitas umum yang tersedia di kawasan Pluit menjadi sorotan tersendiri bagi Pemprov DKI Jakarta.

PENJARINGAN – Kinerja petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) di Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sebab, kediaman Gubernur Ibukota, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berada di kawasan ini.

Yoel Sibarani Lurah Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara mengatakan tolak ukur baik buruknya kinerja Pekerja menjadi penilaian di DKI. Oleh sebab itu ia mengajak petugas penanganan prasarana dan sarana umum atau PPSU untuk meningkatkan kerja. Hal tersebut disampaikannya tiap Apel pagi kepada Petugas PPSU Kelurahan Pluit.

“Saya mengajak rekan-rekan petugs PPSU Pluit ini untuk meningkatkan kinerja agar lebih baik. Kita jaga setiap jengkal di wilayah kita untuk tetap bersih, dan terjaga kerapian dan keindahannya, ingat wilayah kita terpantau oleh pak Gubernur langsung,” ungkap Yoel, Jumat (17/2/2017).

Lurah juga meminta agar petugas PPSU melakukan pekerjaannya secara tulus dan maksimal. “Jangan malas untuk membersihkan saluran air dan taman dari sampah, kita harus siaga 24 jam menjaga kebersihan dan masalah di wilayah kita. Jika ada kendala langsung konsultasikan dan bicarakan kepada saya,"tegas Yoel.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Timses Anies-Sandi Ikut Awasi Rekapitulasi Suara di Jakut

Jumat, 17 Februari 2017 12:39 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

 Ilustrasi Anies-Sandi
Ilustrasi Anies-Sandi

Share this





Menghindari tindak kecurangan yang dilakukan oknum penyelenggara Pilkada DKI Jakarta, Timses Anies-Sandi keliling kecamatan awasi rekapitulasi suara,

PENJARINGAN – Tim Sukses (Timses) Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno ikut mengawasi rekapitulasi suara di Jakarta Utara. Hal ini untuk antisipasi adanya tindak kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

"Kalau rekapitulasi tingkat kecamatan tidak sama dengan formulir C1, patut diduga ada kecurangan," kata Seketaris Tim Pemenangan Paslon Anies-Sandi, Naca Supriatna, Jumat (17/2/2017).

Naca mengatakan, saat rekapitulasi kecamatan, pihaknya fokus pada TPS di komplek. Dan juga daftar tambahan pemilih. Ia juga menjelaskan saat pencoblosan ada beberapa hal yang menjadi perhatian pihaknya.

"Misalnya, ada pemilih yang TPS nya jauh dari tempat tinggalnya. Atau beda RW. Itu ada di Penjaringan. Di depan rumahnya ada TPS, cuman milihnya malah di TPS yang jauh," ujar Naca.

Namun, Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh relawan yang bekerja luar biasa untuk perubahan di Jakarta."Kita juga ucapkan terima kasih kepada warga Jakarta yang telah memilih Anies-Sandi. Suara yang telah diberikan warga Jakarta akan Insya akan dikawal sampai perhitungan akhir di KPU,"tutupnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Ada Pos Pantau Bandar Narkoba Dekat Rumah Ahok

Jumat, 17 Februari 2017 09:37 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Kantor operasional BNN
Kantor operasional BNN

Share this





Guna memutus mata rantai peredaran narkoba di perairan Teluk Jakarta, BNN meletakan kantor operasional di Komplek Pantai Mutiara atau dekat kediaman Ahok.

PENJARINGAN – Rumah milik bandar narkoba asal Acel, Pony Tjandra yang beralamat di Blok R15 Komplek Pantai Mutiara, RW 16, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, akan dijadikan kantor operasional Badan Narkotika Nasional Ri. Bangunan hasil sitaan tersebut berada tidak kediaman Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Kepala Bagian Humas BNN Pusat, Kombes Slamet Riyadi, rumah mewah seharga Rp 20 miliar ini akan digunakan sebagai pos pantau interdiksi, kantor cabang operasional, sekaligus safehouse dari para bandar tangkapan BNN Pusat yang memiliki TKP sekitar perairan Teluk Jakarta, Jakarta Utara ataupun Jakarta Barat.

"Lokasinya yang berada di pinggir laut persis, jadi sangat memungkinkan membawa barang bukti Narkoba, dengan keberadaan BNN di Jakarta Utara ini maka dapat lebih mudah mendeteksi dan melakukan penangkapan para bandar dengan modus jalur laut," kata Kepala Bagian Humas BNN Pusat, Kombes Slamet Riyadi yang ditemui di lokasi, Kamis (17/2/2017).

Slamet mengatakan bangunan berlantai tiga milik jaringan Freddy Budiman tersebut pada Senen (20/2/2017) akan diresmikan penggunaannya. Nantinya, pihak BNN bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Kejaksaan Agung akan melakukan serah terima dan MOU terkait penggunaan aset sitaan negara setelah sejak 3 tahun lalu disita.

"Iya benar informasi tersebut, rencananya hari Senin nanti Nilai rumah mencapai antara Rp 17 hingga 20 Miliar ketika hendak dilelang," ujar Slamet.

Untuk diketahui, Pony Tjandra ditangkap sejak tahun 2006 lalu merupakan hasil pengembangan kasus tertangkapnya sejumlah bandar narkoba di antaranya Edy alias Safriady (jaringan Aceh) serta dua bandar lainnya yang bernama Irsan alias Amir dan Ridwan alias Johan Erick. Penangkapan Pony merupakan Seluruh pembayaran dari para bandar ditujukan ke belasan rekening milik Pony yang diperkirakan mencapai angka Rp 600 miliar.

Dari tangan Pony, menyita barang bukti berupa 1 unit rumah di Perumahan Pantai Mutiara Blok R No 21, Pluit, Jakarta Utara, 1 rumah di Cempaka Baru Kemayoran, 1 mobil Honda Odysey, 2 jet ski, dan 3 motor gede Harley-Davidson.

Pria berusia 47 tahun ini divonis 20 tahun penjara karena kasus kepemilikan ekstasi sebanyak 57 ribu butir. Ia telah menghuni lapas di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah sejak 2006 dan kemudian sempat dipindah di Lapas Cipinang, Jakarta Timur. Dari pengakuannya, Pony dapat memberikan uang rutin setiap bulannya sebesar Rp 100 juta untuk keperluan keluarganya.