Pluit kapuk > Laporan Utama

Ini Ketakutan Warga Muara Angke

Sabtu, 18 Maret 2017 15:38 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

Ilustrasi dinding PHPT Muara Angke jebol
Ilustrasi dinding PHPT Muara Angke jebol
Foto : istimewa

Share this





Peristiwa banjir rob setahun lalu yang menyebabkan dinding Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) di Muara Angke merendam pemukiman warga sekitar.

PENJARINGAN – Dinas Bina Marga DKI Jakarta tidak kunjung mempebaiki dinding Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, yang sempat jebol pada Sabtu (4/6/2016) lalu sekitar 22.30 WIB. Padahal, efek dari robohnya bangunan tersebut membuat rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi tergenang banjir rob.

Saat ini, kondisi dinding yang jebol tersebut hanya ditutupi dengan karung berisikan pasir. Tidak hanya itu saja, tumpukan tanah, bambu dan kayu tersebut terpantau masih digunakan untuk menahan luapan air laut atau rob, tepat di belakang dinding.

Saluran air berukuran kecil yang berada di tumpukan karung pasir dan tanah yang harusnya berfungsi, kini tertutup total. Kondisi tersebut juga memperlihatkan betapa kumuhnya akses jalan yang diketahui menuju Pelabuhan Muara Angke tersebut.

Menurut warga sekaligus nelayan di Pelabuhan Muara Angke Suyanto, dinding yang belakangnya air laut jika airnya sudah pasang dengan terpaksa ditahan memakai karung pasir, tanah dan bambu. Namun, tetap saja ada celah kecil yang membuat air meluber ke jalan.

“Saya takutnya sih tanggul penahan sementara seperti ini tak kuat menahan. Namanya alam, mana bisa kan kita lawan dan kita tahu kapan datang," ujar Suyanto.

Baca juga : 3 RT di Cakung Timur Terendam Air 70 Sentimeter

Ia mengaku jalan tidak hanya licin dan berlumut akibat setiap hari air laut merembes ke jalan tetapi pasir dan tanah pun turut meluber ke jalan. Suyanto takut apabila nantinya terjadi banjir rob kembali, maka dinding sisi lainnya dipastikan akan ikut jebol.

"Nah, jangan sampai juga dinding yang lainnya turut jebol. Ini baru lima meter, nanti malah dinding sebelah sana ikutan jebol. Mendingan bongkar semua, lalu buat dinding tebal di PHPT ini. Biar kami juga enggak was-was lagi. Pemerintah tuh, sering mengulur-ngulur waktu," ungkapnya.

Sementara warga lainnya Suyud (37) megakui, cukup khawatir soal dinding PHPT yang tidak kunjung juga diperbaiki. Karena Ia menduga dinding PHPT di sepanjang jalan itu terbilang sudah rapuh.

"Dinding yang di dekat gerbangnya saja sudah jebol, gimana dinding-dinding yang lain. Malah rawan jebol juga lagi kan. Saya rasa dinding di PHPT ini sudah rapuh pak. Kalau saya sangat setuju pemerintah jangan nanggung. Mending semua dinding ini dibangun yang baru saja ya kan. Daripada perbaiki yang jebol, nanti malah ada lagi yang jebol. Rawan ambruk," ucapnya.

Saat dikonfirmasi, Abdul Cholik selaku Kepala Unit Pelayanan Teknis (Upt) Pelabuhan Muara Angke belum menanggapi, baik dari via pesan singkat maupun sambungan telepon.