Pluit kapuk > Laporan Utama

Gembos Ban Mobil di PIK, Ratusan Dolar Raib Digondol Maling

Senin, 10 September 2018 15:25 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Pelaku Zulkifli (43) dan Masri (40). Mereka terbukti melakukan aksi pencurian terhadap sebuah mobil milik Deddy Hardiwijaya (45). Ratusan dollar US lenyap digondol kedua pelaku.
Pelaku Zulkifli (43) dan Masri (40). Mereka terbukti melakukan aksi pencurian terhadap sebuah mobil milik Deddy Hardiwijaya (45). Ratusan dollar US lenyap digondol kedua pelaku.
Foto : Adi Wijaya

Share this








Pelaku berhasil menggasak uang senilai Rp 1,5 juta dan delapan lembar pecahan 100 dolar dengan modus menggembos ban mobil.

PENJARINGAN - Zulkifli (43) dan Masri (40) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara. Keduanya terbukti melakukan aksi pencurian terhadap sebuah mobil milik Deddy Hardiwijaya (45). Ratusan dollar US lenyap digondol kedua pelaku.

Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar menerangkan, pencurian itu terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell, Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (7/9/2018). Saat itu, korban bersama sang sopir, Hadi tengah memperbaiki ban mobil yang gembos.

"Kedua pelaku masuk dalam mobil yang pintunya tak terkunci. Mencuri barang berharga mulai dari uang rupiah senilai Rp 1,5 juta dan delapan lembar pecahan 100 dollar. Aksinya terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) SPBU," kata Rachmat, saat dikonfirmasi, Senin (10/9/2018).

Dijelaskannya, salah satu pelaku yang mengenakan jaket ojek daring pun teridentifikasi. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda, Zulkifli ditangkap saat hendak 'terbang' ke Palembang Sumatera Selatan dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, sedangkan Masri ditangkap di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. 

"Modus keduanya menggemboskan ban mobil saat berada di lampu merah. Paku itu terlebih dahulu ditancapkan di sandal. Saat ban mobil sudah kempis, pelaku meneriaki sopir memberitahu keadaan tersebut," jelasnya.

Usut diusut, Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Kompol Mustakim menambahkan, aksi tersebut merupakan komplotan beranggotakan tujuh orang, termasuk kedua pelaku. Lima pelaku lainnya AGS, HBL, DW, BS, dan UJ kini berstatus buron. 

"Korban ini habis dari BCA Muara Karang. Kompolotan pelaku itu berperan beda-beda. Termasuk mengintai saat di dalam bank," tutupnya.

Atas aksinya itu, kini kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP ayat 1 ke 4E dan 5E tentang pencurian pemberatan. Proses sidang yang akan dijalaninya akan menjerat keduanya dengan hukuman tujuh tahun kurungan penjara.