Senin, 05 Februari 2018 12:26:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya
Ekspose pengungkapan kasus 7 tersangka jaringan narkotika di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (5/2/2018).
Ekspose pengungkapan kasus 7 tersangka jaringan narkotika di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (5/2/2018).
Foto : Adi Wijaya
 

KOJA - Satuan Narkotika Polres Metro Jakarta Utara menunjukkan tajinya dalam mengungkap jaringan narkotika di wilayah Jabodetabek. Dalam kurun waktu bulan, tujuh tersangka berhasil diciduk.

Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Utara AKBP Edfrie Richard Maith mengatakan, pengungkapan jaringan berawal dari tersangka berinisial AH di sebuah indekos, kawasan Sunter, Pademangan, Jakarta Utara. Di lokasi itu, narkotika jenis sabu seberat 115,78 gram berhasil diamankan.

"Sabu itu dibungkus dalam tiga plastik," kata Maith, saat ditemui di lapangan Polres Metro Jakarta Utara, Senin (5/2/2018).

Dalam pengembangan, dijelaskannya kembali diamankan tersangka berinisial HY dan IH, dengan sabu seberat 427,37 gram dalam plastik teh china. Dikembangkan lagi, didapatkan uang dalam koper senilai Rp 2,7 milyar dari seorang bandar berinisial RH dan PC di Jambi.

"Uang tersebut merupakan hasil keuntungan transaksi narkotika," jelasnya.

Lanjutnya, diamankan tersangka berinisial F di pergudangan di kawasan Parung, Bogor dengan sabu seberat 1,04 kilogram. Pengakuannya, sabu telah diterima sebanyak 250 kilogram dalam mesin cuci, selama dua periode Desember 2017 dan Januari 2018.

"Dikembangkan lagi didapatkan tersangka HI dan RY, dengan sabu seberat 413,46 gram. Sabu lainnya sudah berhasil dijual," tutupnya.

Diketahui, ketujuh tersangka itu diancam Pasal 114 ayat 2, Subsider Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan Pasal itu, tersangka akan dikenakan sanksi maksimal hukuman mati.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda