Pluit kapuk > Laporan Utama

Banjir Rob di Muara Angke Kian Parah

Rabu, 11 Januari 2017 09:31 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Kawasan Muara Angke
Kawasan Muara Angke

Share this





Warga sudah mengadukan permasalahan ini ke kelurahan dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Muara Angke.

PENJARINGAN – Banjir rob kerap menerjang kawasan Muara Angke. Ketinggiannya bahkan bisa mencapai lebih dari 30 sentimeter saat ini karena tanggul yang ada sudah jebol di beberapa tempat. Akibatnya, aktivitas warga terganggu.

“Saya heran, pemerintah kenapa tidak peka dengan nasib warganya. Tanggul sudah satu tahun jebol sampai sekarang enggak juga diperbaiki. Ya, kondisi banjir semakin parah,” tutur Ketua RW 20, Pluit, Penjaringan, Mutmainiah, Selasa (10/1/2017).

Padahal, warga sekitar sudah kerap mengadukan permasalahan ini ke kelurahan. Juga, sudah melakukan pertemuan dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Muara Angke. Namun, belum ada respon karena dana pemerintah tak kunjung turun. “Ini yang menjadi penghambat,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, akses menuju Pelabuhan Muara Angke dan Pelabuhan Kali Adem kerap terendam. Padahal, akses itu kerap digunakan oleh warga sekitar dan wisatawan untuk mencari ikan dan berwisata ke Kepulauan Seribu. Suasananya sangat kumuh.

 

 







Pluit kapuk > Laporan Utama

UPT Pelabuhan Muara Angke Siap Bangun Tanggul

Selasa, 28 Februari 2017 13:25 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Muhammad Azzam

 Muara Angke. (Cembung)
Muara Angke. (Cembung)

Share this





Itu terkait membangun dinding baru Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke.

PENJARINGAN - Kepala Unit Pelayanan Teknis Pelabuhan Muara Angke, Abdul Cholik, menanggapi akan desakan dari sejumlah warga. Itu terkait membangun dinding baru Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang sempat jebol beberapa waktu lalu. Ia mengklaim jika tahun ini dinding tersebut akan dibangun segera di tahun ini.

"Terkait dinding PHPT kami bersama Dinas Bina Marga DKI akan diperbaiki tahun ini pak. Kami juga akan lalukan survei di lapangan," kata Abdul di Muara Angke, Senin (27/2/2017).

Perbaikan PHPT kini dibuat menjadi tanggul sementara. Ia mengatakan perbaikan dinding itu juga dilakukan oleh jajaran Dinas Binamarga DKI Jakarta.

"Tidak hanya bagian dinding yang jebol sekitar lima meteran lebih itu akan diperbaiki. Tapi di sepanjang jalan yamg merupakan akses arah Pelabuhan Kali Adem akan diperbaiki juga oleh pihak Dinas Bina Marga DKI Jakarta," katanya.

 







Pluit kapuk > Laporan Utama

Rawan Tumbang, Pohon Dipangkas di Penjaringan

Selasa, 28 Februari 2017 13:11 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Muhammad Azzam

Petugas tengah memangkas pohon di Penjaringan
Petugas tengah memangkas pohon di Penjaringan

Share this





Sebanyak enam pohon dipangkas oleh Sudin Kehutanan, Kecamatan Penjaringan, karena menghalangi kantor kecamatan dan rawan tumbang.

PENJARINGAN - Petugas Harian Lepas (PHL) Suku Dinas Kehutanan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, melakukan pemangkasan pohon jenis angsana dan trembesi di Jalan Pluit Raya. 

Rimbunnya pohon, selain bisa menyebabkan rawan tumbang juga menutup pencahayaan dari lampu penerangan jalan umum (PJU).

Asisten Pemerintahan Kecamatan Penjaringan, Sugiharjo Timbo mengatakan, selain berada di jalan protokol pohon yang dipangkas itu berada di depan kantor Kecamatan sehingga menutupi papan nama.

"Itu juga kan penerangan jadi berkurang, kita antisipasi saja untuk keamanan dan kenyamanan pengendara. Banyak juga warga yang tidak tahu ada kantor kecamatan karena terhalang pohon,"ungkapnya, Selasa (28/2/2017).

Sebanyak enam pohon dipangkas mulai depan kantor Kecamatan Penjaringan dan Koramil yang bersebelahan lokasinya.

"Pohon-pohon yang sudah rimbun akan langsung dilakukan pemangkasan. Ini kan musim hujan dan angin kecang, Jangan sampai pohon tumbang bahkan hingga memakan korban," tandasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Warga Muara Angke Desak Pemerintah Perbaiki Tanggul

Senin, 27 Februari 2017 20:00 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Muhammad Azzam

Tumpukan karung berisi pasir menjadi tanggul sementara di Muara Angke. (Azzam)
Tumpukan karung berisi pasir menjadi tanggul sementara di Muara Angke. (Azzam)

Share this





Tanggul jebol sejak Juni tahun 2016, warga Muara Angke geram akan pasifnya pemerintah.

PENJARINGAN - Dinding Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) atau dinding penahan air laut di kawasan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara hingga saat ini belum ada perbaikan. Tembok itu dibiarkan hancur berbulan-bulan. Padahal, PHPT sudah jebol sejak Sabtu (4/6/2016) lalu.

Kini, warga setempat hanya dapat terus berharap kepada pemerintah agar niatan perbaiki tembok tersebut dapat terealisasi.

"Dulu oleh UPT dibuatkan tanggul sementara. Namun, ya tetap saja merembes juga air lautnya kalau rob. Kalau di sini, warga cuman bisa pasrah. Umur tanggul sementara itu sekarang sudah setahun. Sampai sekarang, tembok atau tanggul yang kuat belum juga dibangun. Saya resah dan  ketar-ketir jadinya kalau rob datang. Sekalinya rob, deras loh aliran airnya," ungkap seorang nelayan ikan tradisional Muara Angke, Jaka (45) yang tinggal di sini belasan tahun kepada Infonitas.com, Senin (27/2/2017).

Jaka mengatakan, ketinggian air  berskisar 1-1,5 meter lebih. Apabila rob datang, Jaka akui langsung bergegas menata barang-barang rumah tangga bersama istri dan dua anak laki-laki.

"Harusnya dibuatkan tanggul permanen dong, kalau pakai tanggul tumpukan karung gini mah sama saja bohong. Tenggelam juga, dan air robnya tingginya sampai 1,5 meter. Kendaraan bermotor ya di sini, rusak semua. Warga banyak mengeluh di soal banjir rob. Makanya, akan lebih baik jikalau pemerintah tak diam. Bangun dinding baru lagi, itu sangat perlu," keluh dia.

“Padahal kan jalan ini jalan untuk akses wisatawan yang mau ke Pelabuhan Kaliadem. Banjir itu tak tanggung-tanggung pak tingginya,”kata dia.

Suherman (41), juga warga setempat memaparkan hal serupa. Pria yang juga seorang nelayan ikan tradisional ini mendesak pemerintah setempat untuk segera membangun dinding baru.

"Tanggul atau dinding permanen itu kan sangat beda. Tanggul sementara tetap aja tembus keluar airnya ke jalan. Malah rumah rumah warga terendam. Buat dinding baru apa susahnya? Masa warga? Uangnya dari mana bangun dinding begitu," kata Suherman penuh tanya.

Diketahui tumpukan karung berisi pasir, masih terpantau sama kondisinya di tahun sebelumnya. Karung berisi pasir menutup aliran air rob tersebut kini tingginya mencapai setengah meter lebih, agar aliran air tidak merembes menggenang ke jalanan itu.

Akibatnya, Jebolnya dinding yang mengakibatkan belasan rumah penduduk terendam air laut setinggi 1-2 meter lebih. Akibatnya, membuat warga mendesak pihak pemerintah, agar dinding PHPT itu segera dilakukan perbaikan.

 







Pluit kapuk > Laporan Utama

Suara Ahok-Djarot Unggul di Penjaringan

Rabu, 22 Februari 2017 09:41 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Ilustrasi Ahok-Djarot
Ilustrasi Ahok-Djarot

Share this





Hasil final rekapitulasi perhitungan suara di Kecamatan Penjaringan, Ahok-Djarot mendapatkan suara terbanyak.

PENJARINGAN – Calon Pasangan (Paslon) nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat (Djarot) meraih suara terbanyak di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Hal ini berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada Minggu (19/2/17) malam.

Dari hasil itu pasangan incumben ini hanya kalah di Kelurahan Penjaringan, sisanya unggul di empat kelurahan yaitu Kamal Muara, Kapuk Muara, Pejagalan, Pluit. Menurut ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Edy Junaedi, selama proses rekapitulasi diawasi dan dihadiri para saksi dari ketiga Paslon serta Panitia Pengawas (Panwas).

"Kelurahan demi Kelurahan kita rekap, mulai Kamis 16-19 Februari. Setelah itu dokumen kami pisah dalam kotak terus dibawa ke KPU Utara Minggu pukul sembilan malam, nanti dokumen itu akan dibuka terus di input dan di kombain antara data DPT dengan DPTb (tambahan),"ungkapnya, Rabu (22/2/2017).

Adapun data yang diperoleh infonitas.com dari hasil rekapitulasi perhitungan suara di Kecamatan Penjaringan adalah sebagai berikut :

1.       Kelurahan Kamal Muara terdapat 18 TPS

-   Agus-Slyvi memperoleh 1.457 suara.

-   Ahok-Djarot memperoleh 3.453 suara.

-   Anies-Sandi memperoleh 2.310 suara.

2.       Kelurahan Kapuk Muara terdapat 52 TPS

-    Agus Slyvi memperoleh 3.167 suara.

-    Ahok-Djarot memperoleh 14.614 suara.

-    Anies-Sandi memperoleh 3.610 suara.

3.       Kelurahan Pejagalan terdapat 110 TPS

-    Agus-Slyvi memperoleh 3.948 suara.

-    Ahok-Djarot memperoleh 33.912 suara.

-    Anies-Sandi memperoleh 7.753 suara.

4.       Kelurahan Penjaringan terdapat 138 TPS

-    Agus-Slyvi memperoleh 10.982 suara.

-    Ahok-Djarot memperoleh 17.003 suara.

-    Anies-Sandi memperoleh 22.433 suara.

5.       Kelurahan Pluit terdapat 72 TPS

-    Agus-Slyvi memperoleh 2.273 suara.

-    Ahok-Djarot memperoleh 22.609 suara.

-    Anies-Sandi memperoleh 4.177 suara.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Saksi Minta Surat Suara Dicek Ulang

Kamis, 16 Februari 2017 19:44 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Muhammad Azzam

Suasana rekapitulasi surat suara di Kecamatan Penjaringan.
Suasana rekapitulasi surat suara di Kecamatan Penjaringan.

Share this





Rekapitulasi suara di PPK Penjaringan berjalan alot karena saksi nomor urut 2-3 minta surat suara dicek ulang.

PENJARINGAN - Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) Penjaringan mulai melakukan rekapitulasi penghitungan suara yang disaksikan oleh PPS tiap kelurahan, Panwas Kecamatan, dan saksi saksi dari ketiga paslon calon. Rekapitulasi dimulai pukul 14.00 dengan menyanyikan lagu Indonesia raya.

Diketahui  jumlah DPT Kecamatan Penjaringan sebanyak 197.283 dan 390 Tempat Pemungutan Suara di 5 Kelurahan yaitu Kamal Muara, Kapuk Muara, Pejagalan, Pluit dan Penjaringan.

Pantauan infonitas.com rekapitulasi berlangsung alot dikarenakan saksi paslon nomor 3 meminta surat suara tidak sah dicek kembali. Selain itu saksi paslon nomor 2 meminta surat suara tidak terpakai di cek dan dicoret (cross/silang).

"Berdasarkan temuan saksi kami ada beberapa suara sah dianggap tidak sah, jadi kami minta untuk dicek kembali," ujar salah satu saksi paslon nomor 3.

Sama halnya dengan saksi paslon nomor 2, yang meminta pengecekan kembali surat suara untuk menghindari penyalahgunaan surat suara yang tidak terpakai. “Maka harus dicek kembali apakah sudah dicoret atau tidak. Kalau belum harus dicoret," tegasnya.

Ketua PPK Penjaringan Edy Junaedi yang memimpin pleno rekapitulasi penghitungan suara meminta kesepakatan kepada ketiga saksi, walaupun ada beberapa saksi yang tidak menyetujui, namun setelah dirundingkan mereka bersepakat untuk melakukan kedua hal itu.

"Untuk yang pencoretan sisa suara yang tidak terpakai harusnya sudah dicoret oleh KPPS, namun karena saksi sepakat untuk dicek kembali maka diputuskan, kita buka dan coret,"jelasnya saat memimpin pleno rekapitulasi penghitungan suara Kamis (16/2/17).







Pluit kapuk > Laporan Utama

Siang Ini, Penghitungan Surat Suara Kecamatan Penjaringan

Kamis, 16 Februari 2017 11:33 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Ilustrasi Surat Suara Pilkada DKI 2017
Ilustrasi Surat Suara Pilkada DKI 2017

Share this





Penghitungan surat suara untuk kecamatan Penjaringan mulai dilakukan siang ini karena kotak suara dari enam kelurahan telah dikirim sejak kemarin.

PENJARINGAN – Rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta di Kecamatan Penjaringan mulai dilakukan pada hari ini pukul 13.00 WIB. Hal ini sejalan dengan Kotak suara dari 390 TPS di enam kelurahan yang telah dikirim ke Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sejak kemarin.

"Sebelumnya rekapitulasi pemungutan suara kami berencana akan rapat dulu terkait teknis bersama saksi, PPK, PPS, dan Panwas sebagai persiapan pleno jam 1 teknis akan di komunikasi dulu agar dapat berjalan dengan lancar,"ungkap Ketua Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) Penjaringan, Edy Junaedi saat ditemui infonitas.com Kamis (16/2/17).

Ia menambahkan penghitungan akan dilakukan di dua tempat, pertama di ruang pola kantor Kecamatan untuk Kelurahan Kamal Muara 18 TPS, kelurahan Kapuk Muara 52 TPS dan Kelurahan Pejagalan 110 TPS dengan 200 kotak suara. Kedua, di ruang unit pelayanan daerah kecamatan Penjaringan yaitu untuk kelurahan Pluit 72 TPS dan kelurahan Penjaringan 138 TPS, dengan total 390 kotak suara.

"Untuk waktu selesai rekapitulasi itu dinamis tergantung setiap berita acara maupun permasalah yang ada di tiap TPS, jadi kan kita inventarisir komplain tiap saksi yang harus kita selesaikan, ya kita berharap sebelum hari Sabtu sudah selesai,"tutupnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Besok, PPK Penjaringan Distribusikan Logistik Ke Seluruh PPS

Senin, 13 Februari 2017 16:02 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Kantor Camat Penjaringan
Kantor Camat Penjaringan

Share this





Pendistribusian logistik Pilkada di Penjaringan tiga hari sebelumnya bertujuan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

 PENJARINGAN – Besok, Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) Penjaringan mendistribusikan logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 ke setiap Panitia Pemungutan Suara (PPS). Penyaluran kebutuhan pesta demokrasi tersebut dimulai pukul 07.00 WIB.

Menurut Ketua PPK Penjaringan Edy pendistribusian dilakukan satu hari menjelang pencoblosan dilakukan agar tidak terlalu lama berada di PPS Kelurahan.

"kita distribusikan sehari jelang pencoblosan tidak tiga hari sebelum untuk mengindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, mengurangi resiko sajalah kalau kelamaan ada di PPS,"ujarnya.

Ia menambahkan ada sebanyak 390 kotak suara, 1170 bilik suara, dan 202215 total surat suara yang akan distribusian ke 6 Kelurahan di Penjaringan.

"nanti setalah di PPS, malam nya akan langsung didistribusikan ke tiap tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berjumlah 390 TPS. Pendistribusian juga akan dikawal ketat pihak kepolisan Polsek Penjaringan,"pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Jumlah Surat Suara di Penjaringan Sesuai DPT

Minggu, 12 Februari 2017 17:47 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Kertas Surat Suara
Kertas Surat Suara

Share this





Surat suara sudah siap dibagikan ke 390 Tempat Pemungutan Suara di Penjaringan.

PENJARINGAN - Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Penjaringan Edy Junaidi mengatakan surat suara untuk wilayahnya sudah sesuai dengan data pemilih.

Saat ini, pihaknya siap mengantar seluruh surat suara tersebut ke-390 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

"Sesuai manifest kita per Kelurahan per TPS tak ada kekurangan, kita sudah menyelesaikan surat suara untuk dibagikan ke TPS," ujarnya kepada infonitas.com, Minggu (12/2/2017).

Tidak ada surat suara yang rusak atau cacat. “Proses pelipatan dilakukan oleh KPU tingkat kota. Kami menerima utuh. Semua sudah disortir,” pungkasnya.
 







Pluit kapuk > Laporan Utama

Ada 390 TPS di Penjaringan

Minggu, 12 Februari 2017 13:38 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

ilustrasi surat suara
ilustrasi surat suara

Share this





Jumlah TPS sudah sesuai dengan jumlah DPT di Penjaringan yang mencapai 197.283 pemilih.

PENJARINGAN – Ada 390 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Lokasinya tersebar di 5 kelurahan.

Jumlah tersebut sudah disesuaikan pada tahap pencoklitan, PPDP, dan jumlah DPT yang mencapai 197.283 pemilih. Dengan rincian 100.155 pemilih laki-laki dan 97.128 pemilih perempuan.

Demikian dijelaskan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)  Penjaringan Edy Junaidi kepada infonitas.com, Minggu (12/2/2017). “Kita juga ada TPS khusus di salah satu Rumah Sakit di Pantai Indah Kapuk.”

Kondisi setiap TPS saat ini sangat kondusif tanpa ada intervensi dari pihak manapun. “Namun, ada beberapa TPS yang kena imbas dari kebijakan penerimaan kemarin, seperti di kalijodo. Tapi sudah teratasi," pungkasnya.







Pluit kapuk > Laporan Utama

Polisi Curigai Penemuan e-KTP di Bandara Soeta

Jumat, 10 Februari 2017 19:42 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Wahyu Muntinanto

Ilustrasi e-KTP.
Ilustrasi e-KTP.

Share this





Kapolres Metro Penjaringan Kombes Pol Awal Chairuddin mengatakan mencurigai keterkaitan sejumlah temuan Elektronik Kartu Tanda penduduk (e-KTP) palsu.

PENJARINGAN - Kapolres Metro Penjaringan Kombes Pol Awal Chairuddin mengatakan mencurigai keterkaitan sejumlah temuan Elektronik Kartu Tanda penduduk (e-KTP) asal negara Kamboja di bandara Soekarno - Hatta, Cengkareng, Tanggerang dengan e-KTP palsu yang berada di wilayah Jakarta Utara.

"Sekarang ada KTP baru datang dari Kamboja di bandara Soekarno-Hatta kiriman dari luar negeri, tapi produk DKI nanti di cek dulu," ujarnya saat berada di masjid Luar Batang, Jumat (10/2/2017)

Saat ini, kata dia, belum bisa memastikan secara pasti ada tidaknya hubungan antara temuan e-KTP asal Kamboja tersebut dengan temuan e-KTP ganda yang sempat menjadi viral di media Sosial.

"Apakah ada hubunganya itu KTP di cetak di sini atau gimana kita masih tunggu. Karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," kata dia.