Kamis, 11 Januari 2018 18:29:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya
Tenda pengungsian di Kampung Akuarium
Tenda pengungsian di Kampung Akuarium
Foto : Adi Wijaya
 

PENJARINGAN - Pemerintah Kota Jakarta Utara menugaskan personel gabungan (Satpol PP, Polisi-TNI) di tenda pengungsian Kampung Akuarium, Kelurahan Penjaringan, Penjaringan. Personel ditugaskan untuk menjaga keamanan selama warga menempati tenda tersebut.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Junaedi mensinyalir, lokasi tersebut kerap diterpa isu pro-kontra. Penugasan personel gabungan pun dirasanya penting ditugaskan.

"Kami tak ingin ada hal-hal buruk terjadi pada warga di sini," kata Junaedi saat ditemui usai Apel Gabungan Pengamanan di Kampung Akuarium, Kelurahan Penjaringan, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2018).

Dijelaskannya, sebanyak 30 personel gabungan setiap harinya akan berjaga di lokasi bekas penggusuran itu. Pengamanan juga dilakukan untuk agar tidak terjadi pencurian barang milik warga.

"Barang milik warga juga kan semuanya ada di dalam tenda. Di dalam bercampur dengan warga lainnya," jelasnya.

Sementara itu, Camat Penjaringan Mohamad Andri menyebut, sebanyak 107 KK atau sekitar 500 jiwa saat ini menempati dua unit tenda pengungsian berukuran 6x12 meter. Bahkan, rencananya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta akan menambah satu unit tenda pada, Jumat (9/1/2018) besok.

"Pembangunan shelter Blok A ditargetkan rampung dalam kurun waktu satu bulan. Sedangkan shelter blok B dan C menyusul," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun tiga blok shelter bagi warga Kampung Kampung Akuarium. Shelter menjadi kediaman sementara warga sebelum pembangunan Rumah Susun (Rusun) di lokasi itu rampung dibangun nanti.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda