Pluit kapuk > Laporan Utama

2018, Pendatang Baru di Jakarta Utara Menurun

Rabu, 11 Juli 2018 18:11 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Petugas saat menggelar operasi bina kependudukan (biduk) di salah satu kecamatan di Jakarta Utara.
Petugas saat menggelar operasi bina kependudukan (biduk) di salah satu kecamatan di Jakarta Utara.
Foto : Adi Wijaya

Share this








Penurunan pendatang baru yang datang ke wilayah Jakarta Utara menurun sebanyak 15,63 persen dibanding tahun 2017.

PLUIT KAPUK - Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Utara mengklaim pendatang baru tahun ini menurun 15,63 persen dibanding tahun 2017.

Angka tersebut tercatat saat menggelar operasi bina kependudukan (biduk) di enam kecamatan di Jakarta Utara.

Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Utara, Erik Polim mencatat, sebanyak 17.811 jiwa pendatang baru pada 2018. Sedangkan pada 2018 mencapai sekitar 20 ribu jiwa dari total penduduk di Jakarta Utara sekitar 1,7 juta jiwa.

"Ada penurunan angka pendatang baru di Jakarta Utara dibanding tahun sebelumnya," kata Erik, saat ditemui di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (11/7/2018).

Terkait operasi biduk di RW05, Kelurahan Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, tercatat sekitar 750 jiwa pendatang baru. Sebangak 150 jiwa diantaranya telah dibuatkan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS). 

"Jadi bina kependudukan ini bersifat sosialisasi, sekaligus membuatkan SKDS bagi pendatang baru. Kita fokuskan operasi biduk di kawasan industri rumahan," terangnya.

Dia menghimbau, pendatang baru segera melapor diri dan membuat SKDS melalui RT/RW dan kelurahan setempat. Dipastikan pembuatan SKDS tidak dipungut biaya.

"Seluruh pembuatan SKDS gratis. Hanya membutuhkan syarat foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), pas foto dan surat keterangan RT/RW," tutupnya.