Kamis, 05 Juli 2018 10:27:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : R Maulana Yusuf
PINTI Bukan Komunitas Khusus Tionghoa
Perhimpunan Indonesia Tionghoa.
Foto : Malik Maulana
 

PENJARINGAN - Perempuan memegang peran vital baik dalam keluarga maupun masyarakat. Itulah sebabnya, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) membentuk sayap organisasi yang khusus membidangi urusan perempuan, bernama Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI). 

Sesuai namanya, fokus PINTI mengarah ke peranan perempuan, pemberdayaan, dan memperjuangkan hak-hak agar ada kesetaraan gender. Serta, perlindungan anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),” ucap Dr. Dra. Lily, MBA, MH, Ketua PINTI.

Melalui PINTI,  kaum perempuan Indonesia Tionghoa aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan seni budaya, kesehatan, sosial kemanusiaan, hukum dan HAM, serta acara lainnya. "Kita memang menjalin kerjasama dengan Komnas Perempuan dan organisasi perempuan lainnya dalam melakukan kegiatan," tambahnya.

Berbagai kegiatan yang pernah dilakukan PlNTl antara lain, kunjungan ke Komnas Perempuan dalam rangka dengar pendapat kasus kerusuhan Mei 1998. Kerjasama dengan komnas perempuan dalam bentuk seminar. peringatan Hari Ibu dan HAM yang dimeriahkan dengan pagelaran seni.

Selain itu, PINTI juga rutin melakukan forum, seminar, dan talkshow dengan beragam topik seperti Peranan Wanita dalam Globalisasi, Perkembangan Ekonomi dan Peningkatan Wawasan, dan Pengetahuan dan Status Wanita.

Serta, aktif bersama masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial seperti Panen raya Petani Sagatani, Masyarakat dayak, Tionghoa Singkawang. Memeriahkan festival batavia bersama masyarakat India Indonesia, Lomba kebersihan Jawa Barat yang diikuti 700 Sekolah dasar di 30 kecamatan di Jawa Barat, dan menggelqr pasar murah bersama Mufidah Kalla.

Serta, berpartisipasi dalam donor darah untuk Palestina serta menyalurkan bantuan untuk misi kemanusiaan penanggulangan busung lapar dan malnutrisi bersama Tim Medis lNTi di Atambua, Nusa Tenggara Timur dan Pulau Kei Besar. Maluku Tenggara. 

"Meskipun banyak kegiatan, para anggota PINTI juga tidak melupakan hakikatnya sebagai istri dan sebagai ibu, mereka tetap mengurus anak dan suami, tetapi juga bisa berkarya dan berprestasi,"ujarnya.

Menurut Lily, PINTI maupun INTI bukanlah komunitas khusus warga komunitas Tionghoa. Siapa saja bisa bergabung. Syarat utama yang terpenting adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

“Tidak eklusif untuk Tionghoa, semua WNI boleh. Manfaat bergabung bersama kami bisa memiliki  networking luas. Kita semakin mengenal banyak orang dan bisa juga membuka jalan untuk bisnis kita," tandasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda