Pluit kapuk > Komunitas

Lau Ping Yiu, Semangat Berbagi Kepada Sesama

Selasa, 13 Desember 2016 14:27 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Farid Hidayat

Lau Ping Yiu
Lau Ping Yiu

Share this





Info Komunitas - Bersama melakukan kebajikan. Itulah tujuan utama perkumpulan yang diberi nama Lau Ping Yiu (LPY). Gagasan itu muncul dari perbincangan beberapa orang.Selintas, mereka membicarakan tentang kegiatan sosial. Dari sana, ide untuk membuat suatu perkumpulan atas dasar sosial direalisasikan.

LPY ini terbentuk pada 9 September 2016.Kegiatan sosial pertamanya dilakukan di Bina Grahita. Valentine Anna Yang,ketua Lau Ping Yiu mengatakan, perkumpulan ini dibentuk untuk menumbuhkan rasa kebajikan.Seperti, kunjungan ke panti sosial, panti asuhan, dan bantuan untuk korban bencana alam. Bahkan, membantu keluarga kurang mampu.

“Perkumpulan ini terbentuk karena ‘jodoh’, awalnya tidak direncanakan, tapi karena seiring berjalannya waktu maka terbentuk perkumpulan ini,” ungkapnya.

Mereka membuat panitia kecil untuk menggalang dana.Dalam waktu dua pekan terkumpul dana dari 100 donatur.Lalu, mereka berkomitmen membentuk perkumpulan yang disebut Lau Ping Yiu.Dalam bahasa hokian yang berarti teman-teman lama.

“Perkumpulan kami tidak terbatas, yang penting memiliki niat dan punya visi dan misi saling berbagi. Bagi yang ingin tahu lebih jauh bisa buka facebook kami di Lau Ping Yiu,” terangnya.

Sekarang masuk tahap dua.Ada tambahan dari 100 donatur. Kegiatan sosial yang kedua dilakukan di Panti Asuhan Guna Nanda. “Tidak menutup kemungkinan, akan ada baksos selanjutnya pada Desember, bertepatan pada perayaan Natal,” ucapnya.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa bergabung di LPY. Tujuannya, LPY ingin mengedukasi anak-anak.Bahwa sangat penting memilii rasa kepedulian bagi sesama.

Mereka berharap, perkumpulan ini bisa dipertahankan. Bahkan, lebih berkembang lagi untuk membantu masyarakat yang kekurangan. “Satu hal, perkumpulan kami tidak terbatas oleh agama, suku, ras dan golongan, semuannya bisa bantu, kita saling bantu,” tutupnya.







Pluit kapuk > Komunitas

PIK Kenchi, Sering Mengikuti Kejuaraan

Kamis, 16 Februari 2017 15:16 WIB
Editor : Admin | Reporter : Farid Hidayat

Komunitas PIK Kenchi
Komunitas PIK Kenchi

Share this





Jiànzi (Shuttlecock) merupakan salah satu olahraga asli Tiongkok. Olahraga ini menggunakan kok dan kaki.

Info Komunitas - Jiànzi (Shuttlecock) merupakan salah satu olahraga asli Tiongkok. Olahraga ini menggunakan kok dan kaki. Di Indonesia, olahraga ini sering disebut sepak kenchi atau sepak bulu angsa. Sepak kenchi sangat berbeda dengan sepak takraw. Permainan ini dilakukan pada lapangan dengan pembatas seperti net bulutangkis. Pemain sepak kenchi harus memainkan kok supaya tidak menyentuh tanah. Karena, bila terjadi demikian, akan menambah nilai di kubu lawan.

Permainan sepak kenchi rutin dimainkan oleh komunitas PIK Kenchi. Komunitas yang berdiri pada 2006 ini berlatih di gedung serbaguna Camar, Pantai Indah Kapuk. Sahari, Ketua PIK Kenchi menceritakan, sepak kenchi pernah dimainkan di PIK. Tapi, semua anggotanya sudah lupa dengan olahraga ini. Mereka pun menjadi biasa bermain bulu tangkis dan olahraga lainnya. Di kemudian hari, olahraga bulu tangkis dianggap terlalu berat. Akhirnya, mereka berinisiatif untuk mencoba kembali olahraga sepak kenchi.

“Awalnya kami hanya 20 orang. Kami memang memiliki pikiran sejalan, lalu, membentuk komunitas sepak kenchi ini. Olahraga sebelumnya terlalu menguras tenaga. Karena, rata-rata di komunitas kami sudah usia lanjut,” terangnya.

Lambat laun, jumlah anggotanya bertambah menjadi 30 orang. Menurut Sahari, tidak semuanya aktif bermain setiap harinya. Latihan PIK Kenchi ini sudah terjadwal setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Mulai pukul 06.30 WIB.

“Sejak berdirinya komunitas ini, kami pun tidak hanya berlatih saja. Tetapi mengikuti berbagai kejuaran sepak kenchi nasional. Seperti, di Medan. Memang kejuaran olahraga ini pusatnya di Medan, jadi kami sering mengikuti kejuaraan ini di sana,” terangnya.

Sudah sering mengikut kejuaraan akhirnya mendapat juara 1 di Turnamen Kenchi Persatuan Sepak Kenchi Indonesia (PSKI) Cup 2015. Sebelum mendapat juara 1, pernah juga mendapat juara harapan,dan juara 2 di kompetisi sebelumnya.

Bagi warga PIK yang ingin bergabung dengan olahraga sepak kenchi ini, komunitas ini sangat terbuka. Olahraga ini sangat santai tetapi masih bisa berkeringat. “Harapannya, olahraga ini juga bisa terus berkembang disini, selain itu juga memang perlu ada regenerasi untuk anak-anak muda untuk meneruskan olahraga ini,” harapnya.







Pluit kapuk > Komunitas

Komunitas Senam Persahabatan Yiu Yi Aktif Melakukan Kegiatan Sosial

Rabu, 01 Februari 2017 15:05 WIB
Editor : Admin | Reporter : Farid Hidayat

Komunitas Senam Persahabatan  Yiu Yi
Komunitas Senam Persahabatan Yiu Yi

Share this





Info Komunitas - Senam Pagi Persahabatan Yiu Yi berdiri pada 2005. Pendirinya hanya 10 orang. Didirikan oleh Yamin dan teman-temannya. Senam dilakukan tiap pagi di lapangan komplek Camar Permai 3. Yamin mengatakan, tujuan didirikan senam pagi persahabatan itu sebagai wadah persahabatan warga Camar, PIK. Kedua, sebagai wadah berolahraga agar badan lebih sehat. 

Kini, anggota komunitas bertambah. Mencapai 80 anggota. Namun, yang aktif hanya 50 anggota saja. Sisanya, mungkin terlalu sibuk di luar. Senam Pagi Persahabatan Yiu Yi melakukan berbagai senam. Mulai dari Senam Taichi, Senam Aerobik dan lainnya. 

“Banyak senam yang kita lakukan di sini. Kalau hanya Senam Taichi saja, tentu orang akan merasa bosan, maka, kita adakan senam yang lainnya lagi,” terang Yamin, ketua Senam Pagi Persahabatan Yiu Yi 

Tak hanya senam di lingkungan saja. Komunitas ini kerap mengadakan kegiatan senam di luar. Seperti, bergabung dengan komunitas senam lainnya. Selain senam, kadang komunitas ini melakukan kegiatan sosial. Belum lama ini, mereka membantu sebuah panti sosial. “Sudah sangat sering melakukan kegiatan sosial, misal, ada sesuatu di sekitar seperti banjir, kami ikut menyumbang dan peduli,” ungkapnya. 

Minat bergabung ? Datang saja ke lapangan komplek Camar Permai 3. Yamin mengatakan, ada iuran Rp 50 ribu setiap bulan. Iuran tersebut digunakan untuk berbagai keperluan. Seperti, membeli minuman dan lainnya. “Setiap Minggu, setelah senam, sering ada makan, itu merupakan sumbangan sukarela dari anggota, tanpa paksaan. Intinya, di sini sama-sama biar mempererat kebersamaan,” ucapnya. 

Yamin berharap, komunitas ini dapat mempererat persahabatan dan kekeluargaan penghuni komplek. “Harapan lainnya, bisa menyehatkan badan kita sendiri, berikutnya, warga hidupnya harus lebih terbuka agar lebih berdaya. Juga, warga sekitar yang belum gabung bisa ikut gabung,” tutupnya.







Pluit kapuk > Komunitas

Klub Senam Diabetes, Membuat Anggota Tetap Aktif dan Sehat

Senin, 14 November 2016 15:08 WIB
Editor : Andi MZ | Sumber : Team InfoPluitkapuk

Klub Senam Diabetes
Klub Senam Diabetes

Share this





Info Komunitas - Klub Senam Diabetes berdiri 10 tahun lalu di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (RS PIK). Klub ini terbentuk atas ide dr. Roy Panusunan Sibarani, dokter yang menangani pasien diabetes di RS PIK. Roy selalu memikirkan beragam upaya untuk membantu para pasien diabetes. Tujuannya, agar para diabetesi tetap sehat dan terkontrol diabetesnya. Sebuah klub senam menjadi salah satu solusinya.

Ketua Klub Senam Biabetes RS PIK Khoesnadi mengatakan, pada awal terbentuk, anggotanya hanya dua orang. Lambat laun, komunitas ini semakin berkembang. Kini, mencapai 80 anggota.

“Adanya senam diabetes diperuntukkan bagi para pasien yang memiliki riwayat penyakit diabetes agar bisa mengontrol diabetes dan kalorinya dapat terbakar. Harus tetap aktif dan sehat,” jelasnya kepada Info Pluit Kapuk.

Senam diabetes diciptakan untuk para diabetesi dengan gerakan-gerakan yang bervariasi. Intinya, membuat sehat dan senang. Senamnya seperti senam aerobik. Tetapi dalam versi low impact. Selain pasien, senam ini juga bisa diikuti oleh yang bukan pasien. Mulai dari usia muda sampai lanjut usia.

“Mengikuti senam ini agar dapat berkumpul bagi sesama penderita diabetes, jangan merasa terkurung, masih banyak teman di luar yang sama-sama penderita diabetes. Jadi jangan berdiam diri, tetap berolahraga dan beraktivitas,” ujarnya.

Khoesnadi menjelaskan, Klub Senam Diabetes rutin mengadakan senam setiap Senin dan Kamis. Mulainya pukul 9 pagi. Lama senam sampai 45 menit. Mulai dari mulai pemanasan hingga pendinginan.

“Bagi yang ingin bergabung datang saja, siapapun boleh ikut, free tidak dipungut biaya. Baik penderita diabetes maupun bukan, boleh saja ikutan,” katanya. Selain kegiatan senam, ada beberapa kegiatan lainnya. Seperti berlatih angklung, latihan menari, dan berkaraoke. Hal itu bisa melatih daya ingat.

Pihaknya juga sering mengadakan talkshow. Temanya seputar kesehatan untuk para anggota. Biasanya dibawakan oleh para dokter. “Harapan ke depan, agar senam ini tetap berjalan dan anggotanya terus bertambah, serta seluruh anggota tetap sehat, dan lebih terkontrol lagi dengan penyakitnya,” pungkasnya.







Pluit kapuk > Komunitas

Komunitas Mangrove Muara Angke, Hasilkan Nilai Ekonomis dari Buah Mangrove

Kamis, 13 Oktober 2016 10:39 WIB
Editor : | Reporter : Farid Hidayat

Komunitas Mangrove Muara Angke
Komunitas Mangrove Muara Angke

Share this





Info Komunitas - Komunitas Mangrove Muara Angke (KOMMA) lahir atas dasar kepedulian pemuda dan masyarakat sekitar terhadap lingkungannya. Gagasan datang dari Nandar, ketua KOMMA saat ini. Menurutnya, komunitas ini terdiri dari anak-anak nelayan. Mereka diajak peduli terhadap ekosistem pesisir laut tempat tinggalnya.

“Pada tahun 80-an. di pesisir teluk Jakarta ini masih banyak bakau. Lalu, hutan bakau ini mulai punah, dan para nelayan harus jauh mencari ikan, mengeluarkan biaya cukup besar,” ucapnya yang menggerakkan KOMMA sejak 2014.

Komunitas ini melakoni kegiatan rutin. Yaitu pembibitan tanaman mangrove. Lalu, menghijaukan wilayah pesisir Muara Angke dengan tanaman mangrove. Area yang ditanami sudah mencapai satu hektare. Ada 17.000 pohon yang ditanam.  Kini, wilayah tersebut sering disebut dengan kawasan ecomarine.

Awalnya, KOMMA hanya menanam 200 pohon saja. Lalu, mengajak para tokoh masyarakat, anak-anak nelayan lain. “Kami mengajak para stakeholder,  sampai hari ini, kami mendapat dukungan dari Pemerintah DKI Jakarta, juga PT Pembangkit Jawa Bali,” ungkapnya.

Kegiatan KOMMA lainnya, lanjut Nandar, mengedukasi masyarakat dan pelajar. Buah pohon mangrove dari jenis pidada diolah. Buahnya dikreasikan menjadi sirup, dodol, dan selai. “Kegiatan tersebut melibatkan ibu-ibu PKK dan nelayan. Hasil kelola buah ini bernilai ekonomis bagi masyarakat,” terangnya.

Saat ini, pengurus dan anggota KOMMA berjumlah 25 orang. Ke depan, Nandar berharap lokasi ecomarine tersebut menjadi pusat penelitian mangrove. Juga, seagai destinasi wisata baru. Wisata mangrove dan wisata kampung nelayan.

“Dengan penanaman mangrove ini, para nelayan pun tidak perlu jauh-jauh untuk mencari ikan. Karena, mangrove itu salah satu fungsinya untuk pengembangbiakan bibit-bibit ikan yang ada di laut,” harapnya.







Pluit kapuk > Komunitas

Senam Pagi Pluit Village, Mengikuti Lomba Senam Hingga Ke Luar Negeri

Selasa, 04 Oktober 2016 17:12 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Farid Hidayat

Senam Pagi Pluit Village
Senam Pagi Pluit Village

Share this





Info Komunitas - Komunitas Senam Pagi Pluit Village telah berdiri lebih dari 20 tahun. Komunitas ini melakukan beberapa jenis senam. Senam chikung dan taichi. Bahkan masih ada beberapa jenis senam lagi. Sufida, ketua kehormatan abadi Senam Pagi Pluit Village berkisah kepada Info PluitKapuk.

Dia dan beberapa temannya mencetuskan ide senam pagi. Tujuannya sederhana. Ingin memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat Pluit. Lalu, bekerja sama dengan pengelola mall sebagai tempat untuk melakukan senam di area parkir. Kini, bekerja sama manajemen Mall Pluit Village.

“Pertama kali itu, saya dengan beberapa teman. Saat ini, ada beberapa teman yang sudah pindah, dulu hanya sedikit di sini,” jelasnya.

Sufida mengatakan, anggota komunitasnya mencapai 89 orang. Kebanyakan Warga Pluit. Beberapa anggota dari sekitar Pluit. Seperti Pantai Indah Kapuk. Anggotanya rata-rata sudah berumur (lanjut usia).

Kegiatan komunitas ini, selain senam, juga mengikuti lomba senam atau event lainnya. Baik di dalam maupun luar negeri. “Kami juga sering meraih juara di lomba-lomba senam. Event waktu dekat ini, kami akan ke Surabaya. Baru-baru ini, kami mengikuti lomba di Singapura,” ungkapnya.

Bagi yang ingin bergabung  bisa datang langsung ke halaman parkir Mall Pluit Village. Di pagi hari, saat kegiatan senam berlangsung. “Siapa pun bisa gabung dengan kami, tidak ada syarat apapun. Kami pun tidak meminta iuran, tetapi setiap anggota dengan sukarela memberikan sumbangan untuk berbagai keperluan komunitas seperti minuman dan makanan,” tuturnya.







Pluit kapuk > Komunitas

KJSKS, Menjaga Kesehatan Bersama

Jumat, 09 September 2016 14:53 WIB
Editor : | Reporter : Farid Hidayat

KJSKS (Klub Jantung Sehat Karya Sari)
KJSKS (Klub Jantung Sehat Karya Sari)

Share this





Info Komunitas - Klub Jantung Sehat Karang Sari (KJSKS) Muara Karang berdiri sejak 20 tahun yang lalu. Komunitas senam ini merupakan bentukan dari Yayasan Jantung Indonesia. Awal pendirian, untuk wadah orang lanjut usia di Muara Karang agar mendapatkan kehidupan sehat, terutama jantung.

Yuandi Tjandra, Ketua KJSKS, mengatakan jumlah anggota yang tergabung sekitar 50 orang, tetapi tidak semuanya aktif. Yang rutin mengikuti kegiatan sekitar 30 hingga 20 orang. “Di sini kami melakukan senam untuk jantung. Tidak hanya itu saja yang dilakukan, ada beberapa jenis senam yang diajarakan. Semua gerakan senam dari Yayasan Jantung Indonesia, ada lima seri,” tuturnya kepada Info Pluit Kapuk.

Pembelajaran jenis senam yang lain, untuk menghindari kebosanan anggota. “Kalau kami lakukan senam yang itu-itu saja, lama-lama orang akan bosan. Kalau kami campur gerakan dan tentunya yang sehat untuk semua organ tubuh, anggota senang,” terangnya.

Kegiatan KJSKS di luar senam adalah melakukan cek tensi darah setiap bulannya, gunanya menjaga kesehatan. Selain itu, ada kegiatan perayaan ulang tahun anggota dan komunitas, serta kegiatan sosial. “Kegiatan sosial, kami pernah membantu panti jompo, yatim piatu, korban banjir, dan kebakaran. Kami juga kumpul jalan bareng ke Puncak Bogor melakukan kegiatan senam. Kami juga pernah join senam bareng dengan klub lainnya,” jelasnya.

Bagi yang ingin ikut kegiatan senam tak ada biaya yang ditarik. Siapapun boleh ikut senam. Tetapi, jika ulang tahun dan setiap pekan ada makan pagi bersama, dan akan diminta untuk menyumbang. Selain itu, untuk kegiatan sosial anggota sukarela memberikan donasi.

“Harapannya untuk warga yang tinggal di sini hidupnya sehat, karena olahraga itu. Anda mau olahraga? Itu adalah syarat untuk sehat, jika tidak, ya kebalikannya. Jadi warga sekitar ikut senam saja, karena gratis.  Setiap hari dari pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB,” tutupnya.







Pluit kapuk > Komunitas

HR-V Club Indonesia, Saling Berbagi

Rabu, 07 September 2016 13:14 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Purwanto

HR-V Club Indonesia
HR-V Club Indonesia

Share this





Info Komunitas - Komunitas HR-V Club Indonesia terbentuk setelah event Indonesia Motor Show (IMS) 2014. “ “Saya melihat mobil HR-V itu sangat cocok untuk kendaraan pribadi. Setelah mengunjungi IMS akhirnya saya membuat grup di sosial media dengan nama HR-V Club Indonesia. Setelah mobil itu resmi didistribusikan, member di grup tersebut terus bertambah. Akhirnya saya berpikir kenapa tidak dijadikan komunitas saja,” jelas Tatang Dwi Tjahyanto, Ketua HR-V Club Indonesia, kepada Info Pluit Kapuk.

Secara resmi, sambungnya, berdiri pada 5 Desember 2015. Dengan kehadiran HR-V Club Indonesia bisa menjadi wadah bagi para pemilik mobil HR-V sesuai dengan visi dan misinya. Adapun visi HR-V Club Indonesia bersifat independen, berfungsi sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan konsultasi bagi pemilik HR-V. Meningkatkan kemampuan dan saling pengertian di antara anggota. “Misinya yaitu memberikan sumbangan pikiran, tenaga dan waktu baik untuk kegiatan otomotif, dan sosial. Mengantarkan bangsa Indonesia menjadi masyarakat otomotif yang berperilaku positif sesuai dengan etika dan norma yang berlaku,” tambahnya.

Meskipun komunitas masih terbilang masih baru, namun anggotanya telah mencapai ribuan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun untuk daerah Jabodetabek sendiri sekitar 300 orang. Kedepan, kata Tatang, nantinya akan dibuat chapter per daerah dengan minimal 10 anggota. Syarat menjadi anggota di komunitas hanya memiliki mobil HR-V, baik sudah dimodifikasi maupun belum. Biaya pendaftaran sebesar Rp 200 ribu untuk kemeja klub, sticker, kartu anggota untuk keperluan perawatan mobil.

Guna melepas penat anggota komunitas tersebut melakukan kumpul bersama, setiap Jumat dan Sabtu malam, di Puri, Alam Sutera, Pantai Indah Kapuk (PIK), Ancol, Sentul, dan Bekasi. Tidak hanya itu, event gathering di showroom mobil ataupun di kafé juga sering diadakan.

“Kami sharing pengalaman. Bagi anggota yang ingin berbagi tips dan trik tentang perawatan mobil ataupun cara menyelesaikan masalah kendaraan bisa dilakukan saat hangout. Untuk touring, belum kami kalukan karena komunitas ini masih baru. Nantinya akan dilakukan minimal per tiga bulan dulu,” pungkasnya.







Pluit kapuk > Komunitas

Signature Auto Club, Memajukan Dunia Modifikasi Mobil

Senin, 28 Maret 2016 15:27 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Purwanto

Signature Auto Club
Signature Auto Club

Share this





Info Komunitas - Signature Auto Club, berdiri pada 6 Desember 2014. Merupakan komunitas bagi pencinta mobil modifikasi. Kevin Yaputra, Ketua  Signature Auto Club, menjelaskan terbentuknya komunitas berawal dari obrolan santai mengenai modifikasi mobil. “Awalnya dari teman-teman berkumpul dan membahas tentang modifikasi mobil. Menjadikan sebuah hobi. Setelah itu banyak yang ikut ngumpul. Lalu berniat membuat komunitas yang lebih kekeluargaan, dan kompak,” ungkapnya kepada Info Pluit Kapuk.

Nama Signature, lanjut Kevin, memiliki arti special. Ia memang berniat untuk membuat komunitas mobil yang berbeda dengan yang lainnya. Bisa juga di bilang unik, dan di luar pemikiran orang pada umumnya. Sejak sebulan terbentuk, sekitar 25 orang sudah menyatakan ikut bergabung, dari semula hanya enam  orang. Anggota yang tergabung berdomisili di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Signature Auto Club memiliki rutinitas setiap pekan. “Biasanya Jumat malam, dan lokasinya di tempat go kart, atau seberang bangunan Buddha Tzu Chi. Selain itu beberapa event juga sering kami adakan. Minimal sekali dalam dua bulan, seperti morning run, konvoi keluar kota, dan juga bakti sosial. Kami  bareng-bareng terjun ke jalan, untuk kasih uang atau memberikan makanan kepada orang yang kurang mampu,” tambahnya.

Signature Auto Club memiliki visi dan misi untuk menyatukan sesama penyuka hobi modifikasi mobil. Lalu mengembangkan dunia modifikasi mobil di Indonesia. Kevin berharap komunitas yang dipimpinnya bisa tetap ada, dan bertambah banyak anggota. “Bisa kumpul terus hingga lama. Tetap solid, dengan perkembangan dengan mobil yang semakin meningkat juga,” tegasnya.

Bagi yang tertarik untuk bergabung, harus memiliki kelengkapan mobil yang proper atau memiliki arah memodifikasi kendaraan. Selain itu, orang yang bergabung harus mau berbaur dengan anggota yang lain. “Bagi anggota setiap bulannya diwajibkan membayar iuran sebesar Rp 50 ribu. Digunakan untuk event-event dan kegiatan lainnya. Jika ingin bergabung bisa kontak kami dulu, datang saat kopdar, lalu tunjukan niatnya. Bisa follow juga Instagram @signature_autoclub,” pungkasnya.







Pluit kapuk > Komunitas

Senam BGM PIK, Membantu Lansia

Senin, 21 Maret 2016 15:16 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Farid Hidayat

Senam BGM PIK
Senam BGM PIK

Share this





Komunitas - Senam BGM PIK, merupakan komunitas yang berlatih berbagai gerakan senam. Berdiri pada 2007, dengan ketua Gunawan. Kemudian pada 2010, hingga sekarang, Ketua Senam BGM PIK adalah Sutrisno. Komunitas yang berada di Cluster Cendana, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara ini merupakan wadah bagi para lansia yang ingin tetap bugar dan sehat.

“Kebanyakan yang senam di sini tidak hanya dari warga Cluster Cendana, tapi dari berbagai wilayah lain, seperti Muara Karang dan Pluit. Kebanyakan yang ikut komunitas merupakan para lansia yang berumur 50 ke atas, ada juga yang sudah berusia 80 tahun,” kata Sutrisno.

Sutrisno menambahkan jenis senam yang sering dilakukan adalah taij (taichi)i, line dance, jasmani, jantung sehat, serta masih banyak lagi. Saat ini anggota yang tergabung mencapai 70 orang. “Awal mulanya komunitas ini hanya 20 orang. Sekarang sudah mencapai 70 anggota yang ikut gabung ke kami, tapi tidak semua yang aktif ikuti senam,” terangnya.

Dia melanjutkan, jadwal senam dilakukan setiap Senin hingga Sabtu, untuk taiji di lakukan pada Kamis, sedangkan line dance setiap Rabu. Semua senam yang dilakukan mendapatkan pengajaran dari guru senam, bagaimana gerakan yang sebenarnya.

Menurutnya tak hanya senam yang menjadi kegiatan komunitas, terkadang juga membuat kebersamaan melalui makan malam bareng, karaoke, atau memeriahkan ulang tahun masing-masing anggota. “Kami juga sering ikut serta dalam berbagai acara senam. Turut serta kegiatan sosial dengan RW setempat, seperti baru-baru ini berkunjung ke panti jompo di Bogor,”jelasnya.

Bagi yang ingin bergabung menjadi anggota, Senam BGM PIK sangat terbuka. Siapa pun boleh ikut dan tak melihat tempat tinggal. Hanya saja ada iuran bulanan sebesar Rp 75 ribu. “Iuran tersebut digunakan untuk konsumsi setiap Sabtu. Tak hanya itu, dana iuran tersebut kadang disumbangankan ke anggota yang terkena musibah, seperti duka. Bagi yang ingin ikut datang saja setiap Senin hingga Sabtu di Lapangan Taman Cluster Cendana,” pungkasnya.







Pluit kapuk > Komunitas

Namaztea, Mendorong Gaya Hidup Sehat

Jumat, 04 Maret 2016 14:50 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Farid Hidayat

Namaztea
Namaztea

Share this





Di Namaztea tak hanya kegiatan yoga, tetapi juga mengadakan kegiatan sosial, seperti yoga for charity, dengan membuka free community class.

Info Komunitas - Namaztea merupakan komunitas bagi penyuka yoga. Namaztea mulai buka pada 2 November 2015 di Pluit Putri Raya 3 Blok 2B, atas gagasan Lenny dan beberapa temannya. Namaztea untuk wadah bagi para penggemar yoga.

Lenny, salah satu pengurus Namaztea, mengatakan nama komunitas yoga ini berasal dari nama yang diambil pada salam yoga yaitu namaste. “Nama salam ini diganti dengan Namaztea, karena nanti kami akan membuat teh khusus untuk Namaztea,”ungkapnya kepada Info Pluit Kapuk.

Dia menambahkan kehadiran Namaztea untuk mendorong gaya hidup sehat. Mengingat banyak orang yang ingin hidup sehat. Selain itu dibentuknya Namaztea, karena melihat di sekitar Pluit belum ada studio yoga. “Kebanyakan di daerah sini adanya seperti gym, jadi yang untuk yoga itu belum ada. Dari situ awalnya terbentuk, kami pun ingin membangun komunitas yoga di wilayah Pluit dengan berbagai member dari luar wilayah sini juga,” tuturnya.

Lenny melanjutkan kelas yoga di Namaztea Yoga Community Studio tak hanya satu tapi ada beberapa, seperti Ashtanga, Hatha, Purna, Zenthai, Power Core, Yoga Prop, Energy Flow, Power Touch, Prana Flow, Essential Force, Zumba, Piloxing, Latin Salsa, dan Open Air Yoga Hammock. “Pilihan kelas beragam dan dapat diikuti oleh penggemar yoga segala usia, bahkan kelas pemula sekalipun. Mereka para member tak hanya dari Pluit, Muara Karang, Pantai Indah Kapuk, tapi juga dari daerah Jakarta Barat,” tambahnya.

Ia mengungkapkan jumlah member tetap yang tergabung dengan Namaztea ini sebanyak 100 orang. Bagi yang ingin bergabung bisa datang ke studio dan mendaftar menjadi member. “Bagi yang ingin datang dan bergabung kami terbuka bisa datang setiap hari dari pukul 06.30–21.00 WIB, Kecuali Sabtu dan Minggu memiliki jam kegiatan yang berbeda,”terangnya.

Lenny mengatakan, di Namaztea tak hanya kegiatan yoga, tetapi juga mengadakan kegiatan sosial, seperti yoga for charity, dengan membuka free community class, memberikan donasi ke berbagai yayasan yang dipilih. “Pastinya nantinya kegiatan ini akan kami adakan tempat yang kami pilih, pertama yaitu donasi untuk yayasan anak-anak drome syndrom. Kami pun berharap kedepannya dengan adanya Namaztea orang lebih suka sama yoga. Lebih berkembang lagi. Terus harapan kami yoga itu untuk orang lebih baik lagi,” tutupnya.