Pluit kapuk > Kesehatan

Jangan Remehkan Maag, Penyakit yang Menewaskan dr. Ryan Thamrin

Minggu, 06 Agustus 2017 18:30 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

Ilustrasi dr. Ryan Thamrin sebelum meninggal
Ilustrasi dr. Ryan Thamrin sebelum meninggal
Foto : istimewa

Share this








Penyakit maag yang kerap menjangkiti orang-orang sibuk kerja telah menyebabkan dr. Ryan Thamrin meninggal dengan tubuh kurus kering.

PENJARINGAN – Pemandu acara kesehatan Dr. OZ di salah satu televise swasta Tanah Air, Ryan Thamrin meninggal akibat menderita penyakit maag kronis. Berjuang selama satu tahun terhadap penyakit yang menyerang lambung, membuat badan pria kelahiran Pekanbaru ini kurus kerontang hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (4/8/2017).

Dikutip dari tribunnews.com, Menurut Doni Aprialdi, salah satu saudara sepupu Ryan. Bahwa, saudaranya tersebut tidak lelah berjuang untuk menghadapi penyakit maag yang diderita, pengobatan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya yang berada di Pekanbaru hingga Malaka pun dengan sabar dijalani.

Dilansir dari artikel Healthline yang ditulis oleh Chitra Badii, Jennifer Nelson, dan Tim Jewell, dan ditelaah oleh Dr Judith Marcin, MD, seorang dokter di bidang pengobatan keluarga, maag (gastritis) kronis terjadi ketika lapisan perut mengalami inflamasi.

“Ketika inflamasi terjadi, lapisan perut Anda berubah dan kehilangan sel-sel pelindungnya. Inflamasi juga dapat membuat Anda cepat kenyang walaupun baru makan sedikit,” tulis Badii, Nelson, dan Jewell.

Tergantung dari penyebabnya, maag kronis bisa dibagi menjadi tiga tipe:

Tipe A, yang disebabkan oleh menurunnya ketahanan tubuh dan bisa meningkatkan risiko kekurangan vitamin, anemia, dan kanker.

Tipe B, yang paling umum ditemukan dan disebabkan oleh H pylori, dapat menyebabkan tukak lambung, tukak usus, dan kanker.

Tipe C, yang disebabkan oleh iritan kimia seperti alkohol, cairan empedu, dan obat-obatan golongan NSAID, seperti aspirin ibuprofen dan naproxen. Maag tipe ini juga bisa menyebabkan erosi lapisan perut dan pendarahan.

Selain itu, ada juga maag hipetrofik yang disebabkan oleh kekurangan protein dan gastritis eosinofilik yang terjadi bersama kondisi alergi seperti asma dan dermatitis.

Walaupun maag kronis tidak selalu menunjukkan tanda-tanda, beberapa gejala yang patut diawasi termasuk sakit perut di bagian atas, gangguan pencernaan, kembung, mual, muntah, sendawa, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan.

Untuk tipe A, biasanya dokter akan mencari tahu penyebab utama dari kekurangan nutrisi Anda.

Sementara itu, penderita maag kronis tipe B akan diberi obat antibiotik yang membunuh H pylori dan obat penurun asam lambung seperti antasida, proton pump inhibitor, dan H2 blocker.

Kemudian, untuk tipe C, dokter akan menganjurkan Anda untuk berhenti memakan obat-obatan golongan NSAID dan alkohol agar kerusakan pada lambung dapat diminimalkan.

Di samping itu, pasien biasanya juga akan diminta untuk mengubah pola makan.

Hindari makanan yang tinggi garam, lemak, daging merah, dan alkohol dan konsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, daging rendah lemak, karbohidrat berbiji utuh, dan protein yang berasal dari tanaman, seperti tahu dan tempe.