Komuter > Transjakarta

Terobos Jalur Busway, Dewi Persik Bakal Berurusan dengan Hukum

Senin, 27 November 2017 12:33 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

Dewi Persik
Dewi Persik menanggapi insiden masuk jalur busway lewat instagram.
Foto : istimewa

Share this








Dewi Persik bakal berurusan dengan hukum karena terobos jalur busway di depan Pejaten Village, Jakarta Selatan pada Sabtu (25/11/2017).

JAKARTA – Sabtu (25/11/2017), mobil milik pedangdut kontroversial Dewi Persik yang dikemudikan oleh sopirnya terobos jalur Transjakarta di kawasan Pejaten Village, Jakarta Selatan. Akibatnya, mantan istri siri Aldi Taher ini akan berurusan dengan hukum.

PT Transjakarta melalui bagian legal tengah menguji aspek hukum terhadap tindakan sopir Dewi Persih yang melintas di jalur busway. Penerobos jalur Transjakarta diketahui mobil bermerek Jaguar dengan nomor polisi B 12 DP yang tak lain kendaraan mewah milik Dewi Perssik.

"Kita masih kaji (upaya hukum) lagi dipelajari bidang legal transjakarta," kata Juru Bicara PT TransJakarta, Wibowo dikutip dari Kompas.com pada Senin (27/11/2017).

Mantan wartawan media nasional ini juga mengatakan, pihaknya tidak gegabah menindak lanjuti kejadian ini ke meja hijau. Sebab, PT Transjakarta masih membuka pintu lebar-lebar permintaan maaf dari Dewi Persik.

"Belum ada sampai saat ini (permintaan maaf Dewi Perssik ke Transjakarta)," kata Wibowo.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menegaskan tindakan yang dilakukan oleh pengemudi mobil Dewi Persik melanggar aturan. Meskipun, beralasan , meskipun beralasan sedang dalam keadaan mendesak untuk mengantar asistennya ke Rumah Sakit Fatmawati.

"Bagaimanapun juga enggak boleh lewat busway, kecuali dia (Dewi Perssik) posisinya berada di mobil ambulans. Kalau dia pakai mobil pribadi, sorry nih, tahu dari mana dia sakit," kata Andri.

Berdasarkan regulasi yang berlaku, kendaraan yang boleh melintasi jalur busway saat terdesak, ialah mobil pemadam kebakaran dan ambulans. Bahkan, Andri menambahkan jika Dewi beralasan mengantar orang sakit, sebaiknya asistennya diantar dengan ambulans.

"Jalur khusus transjakarta bisa untuk jalur evakuasi dalam keadaan darurat. Tetapi harus resmi kaya ambulans dan pemadam kebakaran," kata Andri.