Komuter > Transjakarta

Revisi Permenhub 32 Berpotensi Menambah Kemacetan

Senin, 20 Maret 2017 08:51 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi Kemacetan
Ilustrasi Kemacetan
Foto : istimewa

Share this





Salah satu poin revisi dalam Permenhub 32 akan berpotensi menambah angka kemacetan. Karena akan banyak kendaraan tranpsortasi online.

JAKARTA - Revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 32 Tahun 2016 terkait aturan Tramsportasi angkutan orang dengan kendaraan bermotor diuar trayek masih banyak perdebatan. Salah satun point dalam revisi tersebut disebut berpotensi menambah angka kemacetan.

"Saya keberatan dengan point aturan kapasitas silinder mesin kendaraan di mana angkutan sewa umum minimal 1.300 cc, dan angkutan sewa khusus minimal 1.000 cc," ujar Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Dharmaningtyas, belum lama ini.

Dia melanjutkan, aturan tersebut jika diterapkan dalam trnsportasi online justru akan menambah angka kemacetan. Sebab, akan semakin banyak aplikasi transportasi online yang memakai mobil bersilinder 1.000cc dan tentu hal ini akan menambah kepadatan lalu lintas.

"Saya justru keberatan dengan aturan tersebut. Itu kan artinya mobil murah, dan itu berpotensi menciptakan kemacetan," lanjutnya.

Kendati begitu, Dharmaningtyas tidak menolak dengan adanya transportasi online yang berkembang pesat. Namun, perlu ditetapkan aturan agar tetap sejalan dengan harapan. "Teknologi dalam transportasi memang tidak bisa dibendung. Kalau yang menilak justru akan tertinggal," tandasnya.