Komuter > Transjakarta

Pembangunan TOD Dukuh Atas Harus Jadi Perhatian

Selasa, 10 Oktober 2017 10:28 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Pembangunan MRT di Fatmawati.
Pembangunan MRT di Fatmawati.
Foto : Ivan Pramana Putra

Share this








Pembangunan TOD Dukuh Atas harus menjadi perhatian karena bersinggungan dengan banyak moda transportasi.

JAKARTA - Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Budi Kaliwono turut berkomentar soal rencana pembangunan hunian terintegrasi Transit Oriented Development (TOD) yang akan melibatkan banyak moda transportasi, satu di antaranya Transjakarta.

“Kalau buat saya jadi bagaimana mendevelop suatu daerah transit yang berorientasi pada transport tadi. Kebetulan MRT juga sudah memikirkan dan kita melihat suatu langkah yang positif yang bisa mengintegrasikan semuanya dari KCI, Railink (kereta bandara), LRT, MRT. Jadi lengkap disana,” ujar Budi di Balaikota, Senin (9/10/2017).

Yang menjadi catatan, pemerintah beserta instansi terkait harus memikirkan secara detail mengenai alur flow di sekitar TOD Dukuh atas yang notabene bersinggungan dengan banyak moda transportasi. Terkait ini, selaku penyedia layanan bus, Budi tegas mengatakan siap bekerja sama terutama untuk menjadi feeder bagi moda transportasi lain.

“Saya yakin mereka (pemerintah) juga pertimbangan (alur flow) karena konsep TOD ini kan tidak ada menjadi dominan. Konsep TOD itu adalah semua customer punya kepentingan. Semua moda tersebut juga bergantung kepada kami untuk menjadi feeder. Katakan kereta bandara akan menjadi feeder penumpang ke Transjakarta, sedangkan Transjakarta juga bisa mengantarkan penumpang menuju bandara melalui KRL kan, jadi semuanya baik, positif,” katanya. 

Dengan konsep itu, Budi tidak memungkiri jika nantinya masyarakat yang biasa menjadi customer Transjakarta akan menggunakan moda lain yang ada di sekitar area TOD. Bila

“Asal kepentingan Transjakarta tetap bisa jalan, dan secara operasional kita bisa tempuh lah. Kan karena saat kita membicarakan TOD tadi berarti customer TJ akan menjadi coustumer MRT juga dong, atau akan menjadi customer railink, atau mungkin KCJ. Tinggal flow-flow ini yang mesti kita design agar bisa mementingkan tidak sebagai suatu kebutuhan aspek komersial saja, tapi juga aspek kemudahan bagi seluruh pelanggan,” tukasnya.