Komuter > Transjakarta

One Man One Ticket Transjakarta Ditunda

Selasa, 10 Januari 2017 14:31 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Antaranews.com

e-Tiket Transjakarta
e-Tiket Transjakarta

Share this





Awalnya sistem ini bakal diterapkan besok, Rabu (11/1). Tapi, PT Transjakarta mengonfirmasi bahwa penerapan sistem tersebut ditunda.

JAKARTA - Untuk mendapat data perjalanan seluruh pelanggan, Transjakarta berencana menerapkan sistem One Man One Ticket. Namun sayang, sistem rencananya mulai ditreapkan pada 11 Januari 2017 ini mengalami penundaan.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, penundaan rencana penerapan sistem tersebut dilakukan berdasarkan permintaan pelanggan. "Kami menerima aspirasi dari para pelanggan yang ternyata masih membutuhkan waktu untuk melaksanakan sistem one man one ticket. Akhirnya, kami memutuskan untuk menundanya," kata Budi seperti dikutip dari Antaranews.com, Selasa (10/1).

Karena informasi tersebut, Budi pun mengaku jika pihaknya bisa melakukan penyesuaian rute sekaligus memperbaiki infrastruktur Transjakarta sebelum sistem One Man One Ticket diterapkan sepenuhnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana menerapkan sistem One Man One Ticket. Dalam aturan sistem One Man One Ticket, setiap pelanggan Transjakarta diwajibkan memiliki kartu elektronik (e-ticketing) untuk dapat menikmati fasilitas transportasi masal tersebut.

Penerapan sistem ini bertujuan agar operator bus Transjakarta itu lebih mudah dalam mendapatkan data pelanggan berikut pola perjalanannya. Dengan adanya data perjalanan seluruh pelanggan, Transjakarta pun bisa melakukan penyesuaian rute atau infrastruktur. Sehingga, pelayanan kepada pelanggan lebih maksimal.

 







Komuter > Transjakarta

‎Juni Nanti, Transjakarta Ciledug-Tendean Beroperasi

Jumat, 13 Januari 2017 15:16 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Harianterbit.com

Halte CSW
Halte CSW

Share this





Di koridor layang sepanjang 9,4 kilometer ini, akan ada 12 halte bus berikut fasilitas penunjangnya.

JAKARTA – Infrastruktur untuk Transjakarta Koridor XIII rute Ciledug-Tendean nyaris rampung. Jika selesai sesuai target, maka bus sudah bisa beroperasi pada bulan Juni tahun ini.

Kepastian operasional Transjakarta Koridor XIII ini dikutip dari Harianterbit.com. Laman ini juga menulis bahwa sejumlah halte yang dinilai terlalu tinggi pada koridor tersebut akan difasilitasi lift dan tangga berjalan (eskalator).

“Proyek fisik sudah mencapai 98 persen, hanya tinggal tahap finishing atas dan bawah jalan layang. Intinya, pembangunan fisik khusus bus TransJakarta ini rampung pada Februari-Maret,” terang Yusmada Faizal,  Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Yusmada menambahkan, di koridor layang sepanjang 9,4 kilometer ini akan ada 12 halte bus berikut tangganya. Namun, beberapa halte yang dinilai terlalu tinggi seperti Halte CSW dan Cipulir akan dilengkapi fasilitas tambahan berupa lift dan eskalator.

Saat ini, kata Yusmada, design pembangunan lift atau eskalator di Cipulir dan di CSW sudah rampung dikerjakan. Rencananya, pebangunannya akan diserahkan kepada pihak swasta lantaran terkendala lahan penempatan lift/eskalator dan perawatan serta pemeliharaannya.

 







Komuter > Transjakarta

Transjakarta Kembali Jamah Cawang-Cibubur, Tapi...

Jumat, 13 Januari 2017 14:16 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Tribunnews.com

Armada PPD
Armada PPD

Share this





Setelah sempat berhenti beroperasi karena kehadirannya diprotes sopir angkutan umum, akhirnya Transjakarta rute Cawang-Cibubur kembali melayani penumpang.

JAKARTA – Beberapa waktu lalu, PT Transportasi Jakarta mengoperasikan Transjabodetabek rute Cawang-Cibubur. Namun setelah beberapa hari melayani warga, operasional bus ini dihentikan lantaran timbul protes dari para sopir angkot K56 (Cileungsi-Cawang). Mereka merasa Transjabodetabek mengurangi pendapatan karena beroperasi di wilayahnya.

Namun kini, setelah melalui rapat dan sejumlah pertemuan, Transjakarta di rute tersebut kabarnya akan kembali beroperasi. Tapi, jumlah bus yang beroperasi tidak sebanyak sebelumnya. Yakni hanya sekitar empat sampai lima bus saja. Jumlah ini hanya setengah dari total bus yang beroperasi sebelum diprotes sopir angkot.

“Sebenarnya dalam pembahasan bersama dengan para pemilik angkot K56, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), ada empat alternatif yang diajukan supaya bus ini bisa kembali beroperasi. Namun, yang diambil dan disepakati adalah alternatif pertama dan kedua. Yakni pengurangan bus yang beroperasi, dan angkot K56 hanya sebagai feeder dari transjakarta,” beber Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansyah.

Setelah kesepakatan ini didapat, bus Transjabodetabek pun rencananya akan kembali beroperasi setelah moratorium selesai pada tanggal 25 Januari nanti.







Komuter > Transjakarta

Transjakarta Dukuh Atas – Ragunan Tidak Beroperasi Penuh

Selasa, 10 Januari 2017 14:43 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Tabloidbintang.com

Ilustrasi Transjakarta
Ilustrasi Transjakarta

Share this





Untuk menuju Ragunan, penumpang Transjakarta terpaksa harus berjalan kaki. Pasalnya, bus hanya sampai halte SMK 57.

JAKARTA – Transjakarta Koridor 6 rute Dukuh Atas – Ragunan tidak beroperasi penuh hari ini, Selasa (10/1). Soalnya, jalur bus pada rute tersebut ditutup. Penutupan yang terjadi di Jalan Harsono ini terkait persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Alhasil, Transjakarta di koridor ini hanya melayani penumpang sampai halte SMK 57.

Mengutip Tabliodbintang.com, Jalan Harsono ditutup sejak pukul 03.00 WIB. Penumpang Transjakarta koridor 6 yang hendak melanjutkan ke arah Ragunan terpaksa jalan kaki atau naik ojek. Suasana di halte SMK 57 yang biasanya lengang pin menjadi menjadi ramai.

 “Hanya sampai SMK 57, tidak sampai Ragunan. Penutupan jalur ini karena ada sidang di gedung Kementerian Pertanian,” kata Sufyan, petugas Transjakarta koridor 6.

Penumpang dengan tujuan Ragunan yang berjalan kaki terpaksa menempuh penjalanan sejauh 2 kilometer. Pasalnya, jarak halte SMK 57 ke Kebun Binatang Ragunan kurang-lebih 2 kilometer. Sedangkan jarak dari halte SMK 57 dengan gedung Kementerian Pertanian sekitar 1 kilometer.







Komuter > Transjakarta

Butuh CSR Agar Halte Transjakarta Ini Ramah Difabel

Selasa, 10 Januari 2017 13:41 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Sp.Beritasatu.com

Halte CSW Transjakarta
Halte CSW Transjakarta

Share this





Keberadaan lift dan eskalator di halte CSW dan Metro Cipulir cukup mendesak. Tapi, pembangunannya baru akan terealisasi setelah ada program CSR.

JAKARTA – Seperti diketahui, dua halte Transjakarta di Koridor XIII cukup ‘meyiksa’. Pasalnya, mereka yang hendak naik bus harus menjajaki lebih dari 100 anak tangga terlebih dahulu. Maka itu, keberadaan lift dan eskalator pada halte tersebut dirasa penting. Sayangnya, Dinas Dinas Bina Marga DKI Jakarta tidak bisa merealisasikan hal tersebut secara sepihak.

Mengutip Sp.Beritasatu.com, rencananya fasilitas lift dan eskalator di kedua halte tersebut akan dibangun melalui program Corporate Social Responcibility (CSR). "Di Cipulir dan CSW kami sedang berproses dengan pengembang, yakni PT Bangun Mustika. Karena ini kan barang yang dioperasikan, jadi harus ada yang mengoperasikan," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faisal seraya menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa merealisasikan pengadaan eskalator dan lift tersebut.

Oleh karena itu, kerja sama pengembang atau memanfaatkan program CSR itu menjadi pilihan. Tidak hanya itu, area halte yang ruangnya sempit juga menyulitkan. Sehingga jika pengembang yang mengerjakan, lahannya pun bisa menggunakan milik mereka. “Namun untuk merealisasikan itu semua membutuhkan waktu,” lanjut Yusmada.

Seperti diketahui, beberapa halte Transjakarta di koridor 13 rute Ciledug-Tendean dinilai tidak manusiawi. Pasalnya jalur rute tersebut berada di atas secara layang sehingga halte tersebut berada di atas ketinggian 23 meter tetapi aksesnya hanya berupa tangga, tanpa lift atau eskalator. Kondisi ini dianggap makin menyulitkan bagi orang tua, ibu hamil, dan difabel.







Komuter > Transjakarta

Waktu Tempuh Transjakarta Koridor 13 Ditarget 30 Menit

Senin, 09 Januari 2017 14:44 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Liputan6.com

Ilustrasi - Transjakarta
Ilustrasi - Transjakarta

Share this





Transjakarta segera beroperasi di Koridor XIII (Ciledug - Tendean). Waktu tempuh dari halte awal – akhir dan sebaliknya ditarget 30 menit.

JAKARTA – Infrastruktur Transjakarta Koridor XIII jurusan Ciledug – Tendean nyaris rampung. Sebanyak 100 bus pun disiapkan untuk beroperasi di koridor ini. Untuk lebih menarik minat masyarakat agar naik angkutan umum, PT Transportasi Jakarta sebagai operator Transjakarta pun menargetkan waktu tempuh yang cukup singkat di koridor tersebut.

Mengutip Liputan6.com, waktu yang ditargetkan operator untuk Transjakarta yang berangkat dari halte Ciledug menuju Tendean adalah 30 menit. Target waktu ini juga berlaku untuk rute sebaliknya.

"Koridor XIII itu dibentuk memang untuk menghubungkan dari luar daerah ke dalam Jakarta. Jadi dari Ciledug itu bisa mencapai tengah Jakarta dalam tempo 30 menit," ucap Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono.

Koridor XIII dilengkapi dengan 12 halte bus. Dua di antaranya memiliki ketinggian hingga di atas 20 meter, yakni di CSW dan Cipulir. Kedua halte tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas eskalator dan lift untuk memudahkan penumpang. "Bagi difabel pihaknya telah menyiapkan fasilitas Transjakarta Care. Mereka bisa mengubungi call center 1500 102, kemudian akan dijemput dan diantar ke tempat tujuan," kata Budi.







Komuter > Transjakarta

Halte Transjakarta di Koridor Ini Dinilai Keterlaluan

Kamis, 05 Januari 2017 15:42 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Sindonews.com

Halte CSW
Halte CSW

Share this





Dengan 100 lebih anak tangga, halte di kawasan CSW dinilai keterlaluan oleh warga. Lansia dan ibu hamil pun akan tersiksa untuk mencapai halte tersebut.

JAKARTA – Belakangan, Koridor 13 Transjakarta menjadi perhatian. Pasalnya, salah satu halte di koridor Ciledug – Tendean tersebut dibuat begitu tinggi dan cukup curam. Alhasil, banyak warga menilai halte ini keterlaluan. Hal ini diperkirakan akan menyulitkan lansia, ibu hamil, dan cukup berbahaya bagi anak-anak.

Mengutip Sindonews.com, halte ini yang masih dalam tahap pembangunan ini berada di kawasan CSW, Blok M, Jakarta Selatan. Untuk sampai ke halte tersebut, calon penumpang Transjakarta harus menyusuri lebih dari 100 anak tangga dengan tiga tingkat.

Kendati demikian, halte yang berada di atas ketinggian di atas permukaan tanah inimemiliki bangunan sangat luas dan panjang, sehingga mampu menampung ratusan penumpang Bus Transjakarta.







Komuter > Transjakarta

Bisa Jadi, Transjakarta Urus Transportasi ke Kepulauan Seribu

Kamis, 05 Januari 2017 14:39 WIB
Editor : Hermawan | Sumber : Sindonews.com

Suasana pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara
Suasana pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara

Share this





Dari tragedi kapal terbakar dan buruknya sistem pendataan penumpang, Dishub DKI Berencana menunjuk PT Transjakarta untuk kelola transportasi laut.

JAKARTA – Tragedi terbakarnya kapal laut yang membawa ratusan penumpang menuju Pulau Tidung di Kepulauan Seribu cukup mencuri perhatian Dinas Perhubungan dan Transportasi (Disuhbtrans) DKI Jakarta. Terlebih, diketahui bahwa manifes serta administrasi penumpang di kapal tersebut juga tidak jelas.

Untuk mencegah kejadian serupa, Dishubtrans berkeinginan untuk mengelola transportasi laut di Ibu Kota dikelola dengan lebih profesional. Dalam hal ini, mereka berencana memberikan pengelolaan transportasi laut kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

 “Kita sedang kaji apakah bisa PT Transjakarta masuk untuk mengelola transportasi laut. Apa sih yang harus dibutuhkan, berapa PSO yang dibutuhkan untuk meng-cover semuanya. Itu kan penting misalkan dari Senin sampai Jumat berapa jumlah penumpangnya sekian, Sabtu dan Minggu berapa,” terang Andri Yansyah, Kepala Dishubtrans DKI Jakarta seperti dikutip dari Sindonews.com.

Andri menuturkan, bila PT Transjakarta mengelola transportasi laut, nantinya para nakhoda dan yang terlibat dalam kapal tersebut akan dibayar rupiah per mil. Namun, itu akan dilakukan jika pengusaha kapal sudah memiliki badan hukum bukan perorangan.

"Kita akan secara intensif memanggil pemilik kapal. Koperasi ada banyak. Karena koperasi dibuat oleh pemilik kapal. Setelah terbentuk koperasi, kita akan mengajarkan manajemen (memilih pemimpin)," tegasnya.







Komuter > Transjakarta

Rute Baru Transjakarta Sepi Peminat

Kamis, 05 Januari 2017 14:33 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Kompas.com

ilustrasi bus transjakarta
ilustrasi bus transjakarta

Share this





PT Transportasi Jakarta mulai melakukan uji coba rute Stasiun Bekasi – Terminal Pulogebang. Beberapa hari uji coba berlangsung, penumpang relatif sepi.

BEKASI – Rencananya, Transjakarta rute Stasiun Bekasi – Terminal Pulogebang akan beroperasi penuh pada awal 2017 ini. Makanya, PT Transportasi Jakarta selaku operator bus Transjakarta mulai melakukan uji coba terhadap trayek tersebut.

Sayangnya, meski uji coba telah berlangsung dari 28 Desember 2016 kemarin, sampai saat minat masyarakat untuk menggunakan transportasi tersebut masih minim. Hal ini terbukti dari sepinya penumpang rute baru Transjakarta tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat Transjakarta rute tersebut sepi penumpang. “Hasil evaluasi sementara, ada gangguan kemacetan akibat belum matangnya persiapan sarana dan prasarana Transjakarta Bekasi-Pulogebang di sepanjang lintasannya. Jalur yang digunakan bus juga masih relatif sempit, serta jalur tersebut rawan terjadi kemacetan,” jelasnya seperti dikutip dari Kompas.com.

Kendati demikian, lanjut Yayan, surat izin dari Kementerian Perhubungan untuk operasional Transjakarta di rute tersebut terlanjur turun.

Transjakarta trayek Stasiun Bekasi - Terminal Pulogebang menggunakan rute Terminal Pulogebang-Jalan Sejajar Tol-Jalan Raya Bekasi-Jalan Sultan Agung-Jalan Sudirman-Stasiun Bekasi lalu berputar di bundaran Bulan-Bulan kembali ke Terminal Pulogebang melewati jalur semula.

Rute baru tersebut tidak memiliki halte khusus Transjakarta. Sehingga, naik turun penumpang masih dilakukan di bahu jalan.  Pemerintah daerah Bekasi baru akan merekomendasikan pembangunan halte Transjakarta jika uji coba tersebut dianggap sukses.

 







Komuter > Transjakarta

Malam Tahun Baru, 300 Transjakarta Beroperasi sampai Dini Hari

Jumat, 30 Desember 2016 14:18 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Tribunnews.com

Ilustrasi Transjakarta
Ilustrasi Transjakarta

Share this





Untuk bisa melayani wisatawan yang merayakan tahun baru di Jakarta, transjakarta beroperasi hingga dini hari pada malam tahun baru.

JAKARTA  -Transjakarta akan beroperasi hingga dini hari, atau tepatnya hingga pukul 02.00 WIB pada malam pergantian tahun, Sabtu – Minggu (31/12-1/1). PT Transportasi Jakarta selaku pengelola Transjakarta menjelaskan, hal tersebut diterapkan karena mereka ingin memberi kemudahan bagi warga Ibu Kota yang merayakan tahun baru.

Mengutip Tribunnews.com, Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, pihaknya masih mencari cara agar bus Transjakarta bisa beroperasi hingga pukul 02.00 di semua koridor.

"Kami lihat lagi jam operasionalnya, kami lagi mempelajari supaya bisa dioperasikan sampai jam 2 pagi," kata Budi, di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Rencananya, sebanyak 300 bus akan dioperasikan pada malam tahun baru. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan operasional angkutan malam hari yang hanya 60 bus.

"Setiap malam kami operasikan sekitar 60-an bus, tetapi kemungkinan akan kami akan operasikan 300 bus, tetapi terbatas di beberapa koridor, yang besar," ujarnya.

Kendati demikian, semua koridor akan dilayani Transjakarta. Beberapa koridor yang menjadi fokus pelayanan adalah koridor 1 (Blok M-Kota) dan Koridor 5 (Kampung Melayu-Ancol).

"Kita tahu di beberapa tempat pemprov buka panggung. Akan menjadi satu kesatuan pelayanan yang dilakukan oleh Transjakarta, tetapi yang utama koridor 1 dan koridor 5," ujar dia. 







Komuter > Transjakarta

Sejak Ada Ganjil-Genap, Transjakarta Jadi ‘Pelarian’

Rabu, 28 Desember 2016 11:12 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Kompas.com

transjkarta
transjkarta

Share this





Pengguna Transjakarta terus meningkat sejak diberlakukan sistem Ganjil-Genap pada 30 Agustus 2016.

JAKARTA – Nampaknya salah satu misi dari diberlakukannya sistem Ganjil-Genap, yakni mendorong masyarakat untuk beralih dan menggunakan angkutan umum, cukup berhasil. Pasalnya, sejak mulai diberlakukan pada 30 Agustus 2016, pengguna angkutan umum khususnya Transjakarta terus meningkat. Selain itu, waktu tempuh dan kecepatan kendaraan pun meningkat.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, hal itu diketahui berdasarkan hasil evaluasi kebijakan ganjil genap pada 16 Desember 2016.

"Bukan berhasil atau tidak berhasil, tapi ini kegiatan rutin untuk mengukur seberapa jauh keberhasilan dari ganjil genap," ujar Andri saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin.

Pada 22, 25, 26 Juli 2016, sebelum Ganjil-Genap diuji coba, waktu tempuh perjalanan atau travel time di ruas jalan Ibu Kota selama 18 menit. Saat uji coba diberlakukan pada 27-12 Agustus, waktu tempuh mencapai 14.5 menit. Sedangkan waktu tempuh saat penerapan genap ganjil sejak 30 Agustus sampai 16 Desember yaitu 14.3 menit.

Sementara terhadap peningkatan jumlah penumpang bus Transjakarta, ada tiga koridor yang langsung bersinggungan dengan sistem ini, yaitu koridor 1, 6, dan 9.

Untuk koridor 1, jumlah penumpang sebelum diberlakukannya sistem ini sebanyak 53.471 penumpang per hari, saat uji coba bertambah menjadi 70.850 per hari. Sedangkan saat pelaksaan naik menjadi 74.358 penumpang per hari.

Pada koridor 6, terjadi peningkatan dari 22.517 penumpang per hari menjadi 34.522 penumpang per hari saat pelaksaan aturan genap ganjil.

Sedangkan pada koridor 9, peningkatan penumpang dari 32.302 penumpang sebelum dilaksanakannya sistem genap ganjil menjadi 47.944 saat pelaksanaan sistem tersebut.