Komuter > Transjakarta

Kadishub DKI Jelaskan Alasan Penundaan Peresmian Koridor 13

Selasa, 20 Juni 2017 14:48 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Yatti Febriningsih

Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah
Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah.
Foto : istimewa

Share this








Penundaan koridor 13 karena belum adanya Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

JAKARTA - Jadwal peresmian Transjakarta Koridor 13 (Ciledug - Tendean) yang awalnya akan diresmikan tangal 22 Juni 2017 terpaksa tertunda karena berbagai alasan. Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah mengatakan, sejatinya pihaknya ingin koridor 13 bisa cepat dioperasionalkan. 

"Kalau saya sih pengennya cepet-cepet. Karena apa? karena kita kan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, jadi nggak bisa nunggu," ujar  di Balai Kota Jakarta, Selasa (20/6/2017). 

Andri menjelaskan, penundaan tersebut dikabarkan karena belum adanya Sertifikat Layak Fungsi (SLF) oleh pihak Bina Marga dan Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyar (Kemenpupera). Sebab, Dishub DKI tidak bisa menentukan kelayakan dari Koridor 13. 

"Yang bisa menentukan layak atau tidak bukan Dishub DKI. Pokoknya pertimbangannya kalau Dishub untuk pengoperasionalan armada sudah siap, tapi kalau layak atau tidaknya itu Kemenupera," imbuhnya. 

Lebih lanjut Andri mengatakan saat ini SLF tersebut sedang dalam tahap proses dan akan terus dikejar agar Kordor 13 bisa diresmikan berbarengan dengan Simpang Susun Semanggi pada tanggal 17 Agustus 2017. Kendati demikian, dia menegaskan akan segera mengoperasionalkan Jembatan Layang Non Tol (JLNT) sepanjang 9.3 KM tersebut jika SLF sudah selesai. 

"Kalu sebelum tanggal 17 Agustus sudah selesai, kita sudah bisa adakan soft launching," imbuhnya.