Komuter > Transjakarta

Jika Ingin Beroperasi Transportasi Online Harus Penuhi Syarat Ini

Rabu, 15 Maret 2017 12:11 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi Transportasi Online.
Ilustrasi Transportasi Online.
Foto : istimewa

Share this








Ada 11 point penting dalam revisi PM 32 Tahun 2016 yang menjadi poin penting persyaratan transportasi online.

JAKARTA Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Pudji Hartanto mengatakan, ada point-point penting yang harus dipenuhi agar Transpotasi online bisa beroperasi. Point tersebut akan tertuang dalam revisi Permenhub 32 Tahun 2016 tentang angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

“Ada 11 point penting dalam revisi PM 32 Tahun 2016. Point tersebut meliputi Jenis angkutan sewa, Kapasitas silinder mesin kendaraan, Batas Tarif Angkutan Sewa Khusus, kuota jumlah angkutan sewa khusus, kewajiban STNK berbadan hukum, pengujian berkala/ KIR, Pool, Bengkel,  Pajak, dan Akses Digital Dashboard,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Infonitas.com, Rabu (15/3).

Dia melanjutkan, dalam aturan itu Kemenhub mengimbau agar Kapasitas silinder mesin kendaraan Angkutan Sewa Umum minimal 1.300 cc dan Angkutan Sewa Khusus minimal 1.000 cc. Selain itu, kendaraan transportasi online tersebut juga harus melakukan tanda uji berkala kendaraan bermotor (KIR).

“Tanda uji berkala kendaraan bermotor (KIR) pertama semula dilakukan dengan cara pengetokan, disesuaikan menjadi dengan pemberian plat yang di embose; Kendaraan bermotor yang paling lama 6 Bulan sejak dikeluarkannya STNK tidak perlu di uji KIR, dapat dengan melampirkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT),” papar Pudji.

Bagi perusahaan yang tidak memenuhi Permenhub 32 Tahun 2016 akan diberikan sanksi baik ke perusahaan angkutan umum maupun perusahaan aplikasi berupa pemutusan akses (pemblokiran) sementara terhadap aplikasi sampai dengan dilakukan perbaikan. PM ini sendiri ditargetkan selesai pada April 2017 mendatang.