Komuter > Transjakarta

Ini 3 Poin Revisi Permen yang Ditolak Grab

Sabtu, 18 Maret 2017 10:41 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi Grab Indonesia
Ilustrasi Grab Indonesia
Foto : istimewa

Share this





Permen Nomor 32 Tahun 2016 tentang aturan angkutan orang dengan kendaraan bermotor diluar trayek yang telah direvisi ditolak oleh Grab Indonesia.

JAKARTA – Grab Indonesia menolak tiga aturan yang tertuang dalam revisi Peraturan Mentri (Permen) No 32 tahun 2016 tentang 11 poin penting terkait aturan angkutan orang dengan kendaraan bermotor diluar trayek. Pasalnya, platform aplikasi transportasi berbasis online tersebut tidak setuju dengan aturan penetapan tariff atas dan tariff bawah.

“Penetapan tarif atas dan tarif bawah adalah salah satu yang kami tolak. Usaha pemerintah untuk mengintervensi mekanisme penetapan harga akan menyebabkan konsumen membayar lebih. Jika ini dilakukan, pengguna Grab tidak bisa lagi menimati layanan transportasi yang aman dan terjangkau,” ujar Ridzky Kramadibrata saat mengadakan jumpa pers di gedung Lippo Kuningan, Jakarta, Jumat, (17/3/2017).

Selain itu, Grab juga tidak setuju dengan revisi terkait balik nama STNK, karena dianggap menyusahkan mitra pengemudi. Tidah hanya itu saja, permasalahan pembatasan kuota juga menjadi poin lainnya yang ditolak oleh grab beserta jajaran lainnya.

“Kami sangat khawatir akan usulan penetapan kuota. Karena pembatasan tersebut akan berdampak pada terbatasnya akses masyarakat untuk menikmati layanan transportasi online. Dan secara tidak langsung menguntungkan transportasi konvensional dan kemajuan akan terhambat,” papar Ridzky.

Baca juga : Bentrok Ojek Online di Tangerang Tuai Pertanyaan Opang

Saat ini, Permen tersebut masih dalam tahap revisi dengan 11 poin penting meliputi jenis angkutan sewa, kapasitas silinder mesin kendaraan, batas tarif angkutan sewa khusus, kuota jumlah kendaraan angkutan sewa khusus, kewajiban STNK berbadan hukum, pengujian berkala/ KIR, Pool, Bengkel, Pajak;, Akses Dashboard, dan Sanksi. Permen ini ditargetkan selesai pada April 2017 mendatang.