Komuter > Transjakarta

Butuh CSR Agar Halte Transjakarta Ini Ramah Difabel

Selasa, 10 Januari 2017 13:41 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Sp.Beritasatu.com

Halte CSW Transjakarta
Halte CSW dinilai memiliki konstruksi yang cukup tinggi. Sayangnya, halte ini tidak dilengkapi fasilitas lift dan eskalator.
Foto : istimewa

Share this





Keberadaan lift dan eskalator di halte CSW dan Metro Cipulir cukup mendesak. Tapi, pembangunannya baru akan terealisasi setelah ada program CSR.

JAKARTA – Seperti diketahui, dua halte Transjakarta di Koridor XIII cukup ‘meyiksa’. Pasalnya, mereka yang hendak naik bus harus menjajaki lebih dari 100 anak tangga terlebih dahulu. Maka itu, keberadaan lift dan eskalator pada halte tersebut dirasa penting. Sayangnya, Dinas Dinas Bina Marga DKI Jakarta tidak bisa merealisasikan hal tersebut secara sepihak.

Mengutip Sp.Beritasatu.com, rencananya fasilitas lift dan eskalator di kedua halte tersebut akan dibangun melalui program Corporate Social Responcibility (CSR). "Di Cipulir dan CSW kami sedang berproses dengan pengembang, yakni PT Bangun Mustika. Karena ini kan barang yang dioperasikan, jadi harus ada yang mengoperasikan," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faisal seraya menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa merealisasikan pengadaan eskalator dan lift tersebut.

Oleh karena itu, kerja sama pengembang atau memanfaatkan program CSR itu menjadi pilihan. Tidak hanya itu, area halte yang ruangnya sempit juga menyulitkan. Sehingga jika pengembang yang mengerjakan, lahannya pun bisa menggunakan milik mereka. “Namun untuk merealisasikan itu semua membutuhkan waktu,” lanjut Yusmada.

Seperti diketahui, beberapa halte Transjakarta di koridor 13 rute Ciledug-Tendean dinilai tidak manusiawi. Pasalnya jalur rute tersebut berada di atas secara layang sehingga halte tersebut berada di atas ketinggian 23 meter tetapi aksesnya hanya berupa tangga, tanpa lift atau eskalator. Kondisi ini dianggap makin menyulitkan bagi orang tua, ibu hamil, dan difabel.