Komuter > Transjakarta

Ancaman Dishub kepada PT Transjakarta Terkait Rute Ragunan-Monas

Kamis, 16 November 2017 10:41 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi Rute Transjakarta Ragunan-Monas via Semanggi
Ilustrasi Rute Transjakarta Ragunan-Monas via Semanggi
Foto : istimewa

Share this








Jika Senin (20/11) perubahan Transjakarta rute Ragunan-Monas via Semanggi beroperasi, Dishub memberikan ancaman kepada PT Transjakarta.

JAKARTA – Perubahan rute Transjakarta Ragunan - Monas via Antasari dan Tendean terancam batal beroperasi pada Senin (20/11/2017). Hal ini lantaran Dinas perhubungan (Dishub) DKI Jakarta belum memberikan perizinan perubahan rute tersebut.

"Yang menentukan diterapkan atau tidaknya kan dari Dishub.  Kan Transjakarta itu operator. Regulator kan kita. Kan seperti itu," tegas Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Yansah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Andri menambahkan jika pihak Transjakarta tetap bersikeras memperlakukan layanan tersebut, maka akan timbul masalah ke depannya. Salah satunya, terkait Publik Service Obligation (PSO).

"Kalau tanggal 20 diterapkan, izinnya belum ada, nanti kita bingung pembayaran PSO-nya seperti apa,” kata Andri.

Ia mencontohkan Mass Rapid Transit (MRT). Jika, nanti kereta cepat tersebut sudah siap beroperasi, ia mempertanyakan apakah nantinya ada integrasi dengan Transjakarta. Seandainya penerapannya seperti itu, maka berdasarkan regulasi tidak diperkenankan.

“Bagaimana nih kalau MRT sudah jadi, apa perlu bersinggungan dengan Transjakarta. Yah kalau seumpamanya 100 persen berdekatan, yah enggak boleh. Betul kan. Nanti jadi temuan," paparnya.

Lebih lanjut, Andri belum bisa memastikan kapan layanan ini akan bisa dioperasikan. Namun, Andri memastikan Dishub DKI bersama jajaran akan selalu mendukung kebijakan transportasi massal yang tentunya memudahkan masyarakat.

"Cepat atau tidak ya nanti kita lakukan pembahasan. Sekali lagi kalau itu untuk meningkatkan layanan, pasti akan dipercepat. Dan pasti akan di backup dengan PSO. Tetapi, dengan satu syarat, tidak melanggar ketentuan. Dalam arti kata jangan sampai inifensiensi. Jangan sampai kita memberikan PSO dengan rute yang sama," imbuhnya.