Komuter > Trans Luar Kota

Suara Hati Bajaj di Tengah Maraknya Transportasi Online

Selasa, 21 Maret 2017 10:38 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Yatti Febriningsih

Bajaj
Foto :

Share this








Bukan hanya sopir angkutan kota, tapi sopir bajaj juga punya keluhan tersendiri terkait banyaknya transportasi online yang beroperasi saat ini.

JAKARTA – Perlahan tapi pasti, pesatnya perkembangan transportasi berbasis online mematikan moda transportasi lama. Seperti bajaj misalnya. Para sopir bajaj mengaku pendapatan mereka terus berkurang semenjak transportasi online beroperasi di wilayahnya.

"Kalau dulu, bajaj satu hari setoran bisa Rp 150.000. Sekarang cuma Rp. 100.000 per hari, malah kadang kurang," keluh Sumarliyah, pengusaha bajaj di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat, saat berbincang dengan Infonitas.com baru-baru ini.

Sumarliyah mengklaim, menurunnya jumlah dan rutinitas setoran ini diakibatkan oleh operasional transportasi online. Sebab sebelum kemunculan transportasi online, kata dia, setoran para sopir bajaj ini lancar.

"Dulu sebelum ada online masih enak setorannya, lancar. Sekarang karena pendapatan sedikit, kadang (sopir bajaj) banyak yang hutang, jadi nggak setor," kata dia.

Baca Juga : Kemenhub Minta Pemda Atur Ojek Pangkalan Maupun Online

Selain transportasi online, lanjut Sumarliyah, bajaj juga kian tersingkirkan dengan adanya aturan-aturan yang semakin menyulitkan. Salah satunya adalah aturan pembatasan area beroperasi untuk transportasi bajaj.

"Iya (pembatasan) makin menyusahkan sopir-sopir. Jadi yah kalau bisa sih kita bersaing, tapi yang sehat aja gitu. Solusinya kan tadinya mau dihapus (transportasi) online, tapi ternyata kan tidak sampai sekarang,” tambahnya.