Komuter > Trans Luar Kota

Siap-Siap Macet di Jakarta Selatan

Senin, 09 Januari 2017 15:13 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Kompas.com

Bikin Macet, Pengendara Berharap Proyek Flyover Permata Hijau Segera Rampung
Proyek flyover Permata Hijau timbulkan kemacetan di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Share this





Akan dibangun sejumlah simpang tak sebidang di wilayah Jakarta Selatan. Dishub Jaksel pun memperkirakan akan terjadi kemacetan akibat proyek tersebut.

JAKARTA – Di tahun 2017 ini, rencananya akan dibangun empat simpang tak sebidang di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel). Keempatnya adalah underpass Jalan Kartini, underpass Mampang Raya, flyover (FO) Bintaro, dan FO Pancoran.

Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi (Sudinhubtrans) Jaksel memperkirakan, akan terjadi kemacetan akibat dari pembangunan proyek tersebut. Maka itu, mereka berencana melakukan rekayasa lalu lintas agar hal tersebut bisa diminimalisir.

“Perlu banyak upaya rekayasa lalu lintas. Kemacetan tertinggi diperkirakan akan terjadi akibat dari pembangunan FO Pancoran dan underpass Mampang Raya. Soalnya, letak kedua proyek berdekatan dan masih berada di area yang sama. Terutama untuk FO Pancoran. Mungkin akan ada penutupan beberapa putar balik atau U-turn untuk bisa melancarkan arus lalin ketika pembangunan dimulai," ucap Christianto, Kasudinhubtrans Jaksel.

Mengutip Kompas.com, Christianto juga mengatakan bahwa selain penutupan titik putar balik, pihaknya juga mungkin akan untuk menutup pintu keluar tol (exit toll) Tebet. Sebab menurutnya, exit tol tersebut kini menjadi biang kemacetan di area Tebet hingga Pancoran.

Namun untuk melakukan hal ini, ia harus berkoordinasi terlebih dulu dengan PT Jasa Marga agar mendapat izin. "Perlu koordinasi dulu dengan Jasa Marga," cetusnya.

Komuter > Trans Luar Kota

Ini Cara Menhub Atasi Kemacetan di Tol Cikarang

Sabtu, 25 Februari 2017 08:57 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi Tol Cikarang
Ilustrasi Tol Cikarang

Share this





Untuk mengatasi kemacetan di Tol Cikarang, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya mempersiapkan strategi dengan menambah jumlah gerbang akses masuk tol.

CIKARANG - Guna mengantisipasi kepadatan arus lalu di Tol Cikarang, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi meninjau persiapan operasional Jasa Marga. Khususnya, dalam menghadapi penumpukan volume kendaraan khususnya di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama.


Peninjauan GT Cikarang Utama ini selain untuk mengurai kemacetan juga antisipasi kepadatan volume kendaraan saat libur lebaran mendatang. Untuk itu, Pemerintah berharap Jasa Marga sebagai operator jalan tol dapat lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jalan.

"Khususnya di gerbang tol pembayaran, bagaimana pelayanan dan sistem pembayaran dipercepat sehingga tidak terjadi hambatan dan penumpukan antrian kendaraan. Antrian ini yang memicu penumpukan volume kendaraan yang kami harapkan tidak terjadi di tahun ini," ujarnya di kantor Jasa Marga, Cikarang, Jumat, (24/2/2017).

Dalam kunjungan ini, mantan Dierektur Utama (Dirut) PT. Angkasa Pura II ini juga memaparkan sejumlah persiapan yang tengah dilakukan Perseroan khususnya di GT Cikarang Utama. GT ini menjadi gerbang tol utama karena menjadi pintu keluar arus mudik tujuan Jawa Barat dan seterusnya.

Sementara itu, untuk menghadapi tingginya kepadatan saat mudik Lebaran khususnya di GT Cikarang Utama, Jasa Marga menyiapkan perbaikan dan layanan sebagai berikut :

1.      Pelayanan Transaksi
a.      Menambah jumlah Petugas Pengumpul Tol di GT Cikarang Utama, yaitu dengan melaksanakan Transaksi Jemput Kendaraan (JKR) pada saat terjadi antrian panjang di gerbang
b.      Mempersiapkan kebutuhan uang kembalian dan KTME serta peralatan kelengkapan transaksi;
c.      Mengoperasikan gardu _reversible_ di GT Cikarang Utama;
d.      Dalam kondisi darurat untuk meningkatan kapasitas transaksi di Gerbang Tol dilakukan optimalisasi kapasitas GTO yaitu dengan mekanisme transaksi non tunai pada GTO menjadi transaksi tunai atau _tapping_ e-Toll yang dilakukan petugas Pengumpul Tol;
e.      Pembayaran tol elektronik _multibank_ (e-Toll).

2.      Mengoperasikan _Parking Bay_ di Tol Jakarta-Cikampek Km 18+000A dan Km 41+000A untuk mengantisipasi penumpukan antrian kendaraan di Tempat Peristirahatan dan Pelayanan (TI/TIP).

3.      Pelayanan Informasi
Dalam hal informasi, Jasa Marga terus melakukan update kondisi lalin terkini di jalan tol :
•       Melalui aplikasi mobile/push notification message JMCARe untuk memberikan informasi situasi jalan tol secara _real time_
•       Melalui VMS (Variable Message Sign)
•       Melalui VMS Mobile yang akan ditempatkan di lokasi strategis
•       Pemberian informasi melalui program radio siaran niaga
•       Media sosial melalui twitter

Komuter > Trans Luar Kota

Daftar Perumahan dan Titik Pemberhentian JR Connexion di Jakarta

Rabu, 22 Februari 2017 15:02 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Kompas.com

jr connexion
JR Connexion

Share this





Bus JR Connexion beroperasi di sejumlah perumahan yang ada di kawasan Bodetabek. Berikut daftarnya.

JAKARTA – Bus Jabodetabek Residence (JR) Connexion resmi diluncurkan pada 14 Februari kemarin. Pada tahap pertama peluncuran, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyediakan 150 unit bus. Enam operator terlibat dalam operasional bus eksekutif tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, keenam operator JR Connexion antara lain PT Alfaomega Sehati Mitra (AO Transport), PT Sinar Jaya Langgeng Utama, PT Wahana Trans, PT Royal Wisata Nusantara, PT Sejahtera Cemerlang Trans, dan PT Wifend Darma Persada.

Masing-masing operator menjalankan operasional bus dengan rute yang berbeda-beda. Adapun titik keberangkatan masing-masing bus antara lain :

- Bekasi: Lippo Cikarang, Grand Wisata, Perumahan Galaxy, Summarecon Bekasi.

- Bogor: Citra Indah Jonggol, Bellanova, Botani Square.

- Cibubur: Citra Grand Cibubur, Kota Wisata, Legenda Wisata, Puri Sriwedari, Cibubur Residence, Cibubur Country, Harvest City, Metland Transyogie, dan Kenari Nusantara.

- Depok: Pesona Khayangan.

- Serpong: BSD City, Bintaro Jaya.

- Tangerang: Lippo Village Karawaci, Citra Raya.

Dari setiap titik keberangkatan, bus yang beroperasi dari dari pukul 05.00-21.15 WIB ini akan menuju sejumlah titik pemberhentian di Jakarta. Beberapa di antaranya adalah Gambir, Plaza Gadjah Mada, Pasar Baru, Ratu Plaza, FX Senayan, Tanah Abang, Blok M, Sudirman, Jakarta Kota, Kelapa Gading, Mangga Dua, Grogol, Mall Ciputra, dan Roxy.

Untuk bisa melayani penumpang secara maksimal, pengelola menjanjikan JR JR Connexion akan selalu tersedia di halte untuk pemberangkatan setiap satu jam sekali. Bahkan, bus akan tetap beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 06.30 WIB.

Komuter > Trans Luar Kota

JR Connexion, Angkutan Perumahan Bodetabek Menuju Jakarta

Rabu, 22 Februari 2017 14:47 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : DBS

jr connexion
Jr Connexion

Share this





Bus ini masuk ke kawasan perumahan di Bodetabek, dan langsung mengantar penumpangnya ke Jakarta.

JAKARTA – Kabar gembira bagi kaum komuter yang tinggal di wilayah Bodetabek. Sebab kini, mereka tidak perlu lagi bawa kendaraan pribadi atau repot berganti angkutan umum untuk menuju lokasi kerja. Ada bus yang siap menjemput dari depan rumah, dan langsung membawa mereka ke Jakarta. Bus Jabodetabek Residence (JR) Connexion namanya.

JR Connexion merupakan layanan bus eksekutif yang dihadirkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Bus ini beroperasi dengan rute dari sejumlah permukiman di Bodetabek, ke sentra bisnis dan perbelanjaan di pusat kota Jakarta.

Bus JR Connexion diharapkan memberi bobot lebih besar dalam upaya pemerintah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Pada gilirannya, reduksi penggunaan kendaraan pribadi akanmengurangi konsumsi BBM, polusi udara, kemacetan arus lalu lintas, hingga potensi kecelakaan.

Bus yang operasionalnya diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya pada pertengahan Februari 2017 ini juga akan mengurangi beban biaya transportasi warga di lingkungan permukiman.

"Kita tahu benar bagaimana kesulitan transportasi. Nah sekarang kita buat suatu kesamaan dan saya yakin ini akan semakin bagus," ujar Budi dalam peluncuran bus JR Connexion, di ITC Mangga Dua, Jakarta.

Komuter > Trans Luar Kota

Cara Menhub Agar Seluruh PO Bus ke Terminal Pulogebang

Senin, 30 Januari 2017 10:04 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Netralnews.com

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Share this





Menhub Budi kecewa karena target pemindahan seluruh PO ke Terminal Pulogebang tidak sesuai target. Makanya, ia melakukan langkah baru.

JAKARTA – Seharusnya, pada 28 Januari kemarin, seluruh perusahaan otobus sudah tidak lagi beroperasi di terminal bayangan, termasuk di Terminal Pulo Gebang dan Terminal Cakung. Tapi nyatanya, tidaklah demikian. Masih ada sejumlah PO yang beroperasi bahkan mengangkut penumpang dari kedua terminal tersebut.

Agar pemindahan PO ini dapat terealisasi sepenuhnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta Dirjen Perhubungan Darat dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengoperasikan bus pengumpul (feeder) dari Terminal Pulo Gadung dan Terminal Cakung ke Terminal Pulo Gebang.

"Dirjen Perhubungan Darat agar mengoperasikan bus feeder untuk mengangkut penumpang ke sini (Terminal Pulogebang). Kita punya PPD, Damri, tapi tidak ada langkah," kata Budi seperti dikutip dari Netralnews.com.

Budi yang saat ditemui tengah melakukan peninjauan ke Terminal Pulogebang menuturkan, bus feeder kalau bisa diperasikan secara permanen. Tujuannya, agar penumpang tidak lagi mau naik bus antarkota antarprovinsi di terminal bayangan. "Ini bentuk pelayanan ke masyarakat, kalau perlu permanen feedernya, konsistensi fasilitas itu harus kita buktikan," katanya.

Budi Karya mengaku kecewa karena target pemindahan seluruh (PO) ke Terminal Pulogebang tidak tercapai pada 28 Januari 2017. "Saya sudah memberikan perpanjangan waktu satu bulan, tapi tidak tercapai, kita persempit lagi satu minggu waktunya," katanya.

Menurut dia, dari jumlah keseluruhan 120 PO yang terdaftar, baru sekitar 70 PO yang berpindah dan masih ada 50 PO lagi yang membandel. "Jadi, ini masih dibilang belum apa-apa, belum prestasi, kalau sudah 115 bisa dikatakan berhasil," katanya.

 

Komuter > Trans Luar Kota

Ini Rute Baru Angkot di Bogor

Rabu, 25 Januari 2017 11:25 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : DBS

Angkot di Kota Bogor

Share this





Pertengahan Februari, Pemerintah Kota Bogor bakal melakukan rerouting angkot. Ada sejumlah trayek baru yang bakal diterapkan.

BOGOR – Reformasi angkutan kota (angkot) di Kota Bogor dimulai. Setelah melakukan rapat dengan seluruh pihak terkait pada Selasa (24/1) kemarin, akhirnya Pemerintah Kota Bogor memutuskan untuk melaksanakan rerouting angkot pada pertengahan Februari 2017.

"Kalau melihat dari kesiapan konsep, landasan hukum, sosialisasinya, kami optimis rerouting akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Insya Allah pertengahan Februari dimulai," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya, kemarin.

Adapun gambaran dari penerapan rerouting angkot yang bakal dilakukan Pemerintah Kota Bogor adalah sebagai berikut:

5 Trayek baru

1. Mayor Oking (Stasiun Bogor) – Situ Gede (26).

2. Terminal Merdeka – Villa Mutiara, Villa Cijahe (27).

3. Buntar (SMKN 4 Bogor) – Sukasari Via Cipaku (28).

4. Pabuaran – Lawang Saketeng/BTM (29).

5. Pabuaran – Terminal Merdeka via Cibebeureum Sunting (30).

 

Perubahan jaringan trayek, 8 trayek pecahan

1. Cimahpar – Warung Jambu via jalan Ahmad Sobana (04).

2. Ciheuleut – Pasar Baru Bogor (05).

3. Baranangsiang Indah – Ciheuleut -Warung Jambu – Ciparigi (06)

4.Curug – Taman Cimanggu – Pasar Anyar (11).

5. Terminal Bubulak – Pabuaran – Cimanggu – Pasar Anyar (12)

6. Budi Agung – Pasar Anyar (18)

7.Villa Mutiara – Pasar Anyar (19)

8. Bina Marga – Ciluar via Rd. Kenyong, Rambay (21)

 

Perubahan jaringan trayek, 3 trayek perpanjangan lintasan

1. Cipinang Gading – Perum Yasmin (01)

2. Terminal Bubulak – Merdeka – Ciparigi (07)

3. Griya Katulampa – Terminal Merdeka (08).

Komuter > Trans Luar Kota

Berstandar Internasional, Pesan Tiket Bus pun Online

Rabu, 25 Januari 2017 11:02 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Jakartakita.com

Ilustrasi - Bus di Terminal Pulogebang
Bus di Termial Pulogebang

Share this





Fasilitas tiket online ini merupakan pelayanan tiket tambahan selain vending machine, dan baru akan running bulan depan.

JAKARTA – Sebelum resmi beroperasi, Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono ingin agar Terminal Terpadu Pulogebang memiliki standar internasional. Minimal, kata dia, pesan riketnya bisa lewat online. Hebatnya, tak lama lagi hal ini bakal terwujud.

Dikutip dari Jakartakita.com, mulai Februari 2017, penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Termina Pulogebang bisa memesan tiket secara online. Fasilitas tiket AKAP online ini disampaikan langsung Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga.

“Dengan adanya fasilitas ini, penumpang tidak hanya bisa membeli tiket melalui vending machine di Terminal Pulogebang, tapi juga bisa melalui ponsel mereka,” ucap Elly.

Dengan sistem ini, selain memudahkan penumpang pesan tiket langsung tanpa melalui calo, pihak perusahaan otobus juga dapat melihat langsung data jumlah penumpang yang masuk. Bahkan, mereka juga bisa mengetahui kisaran harga tiket untuk jurusan yang sama dari PO bus lain.

Diharapkan, sistem tiket online dapat berjalan secara maksimal. Sehingga setiap PO bersaing secara sehat.

Komuter > Trans Luar Kota

Ada Bus Feeder untuk Menuju Terminal Pulogebang

Rabu, 25 Januari 2017 10:47 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Swa.co.id

Terminal pulogebang.
Terminal pulogebang.

Share this





Operasional Terminal Pulogebang makin baik dari hari ke hari. Kini, bus feeder pun disiapkan untuk mengakomodir penumpang.

JAKARTA – Sejak akhir 2016, Terminal Terpadu Pulogebang di Jakarta Timur resmi beroperasi. Pelayanan pada fasilitas milik pemerintah pusat yang dikelola daerah ini pun kian baik dari hari ke hari. Bahkan kini, terminal dengan kriteria baik itu memiliki fasilitas baru berupa bus feeder.

Bus feeder ini dihadirkan untuk memberi akomodasi khusus kepada penumpang yang akan menuju Terminal Pulogebang. Sebab nantinya, tidak ada lagi bus umum yang berhenti di terminal bayangan untuk mengangkut penumpang menuju terminal terpadu tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menegaskan bahwa akhir pekan ini mereka bakal menutup semua terminal bayangan di wilayahnya.

“Sekitar 20 bus feeder disiagakan untuk tahap awal, agar masyarakat tidak merasa jauh ke terminal dan menghilangkan terminal-terminal bayangan. Selain bus feeder, terminal ini juga dilengkapi dengan fasilitas ruang tunggu, perpustakaan, tempat parkir kendaraan, dan fasilitas umum lainnya. Saya berharap pelayanan transportasi semakin lengkap dan memenuhi kebutuhan masyarakat Ibu Kota,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono, seperti dikutip dari Swa.co.id, Rabu (25/1).

Komuter > Trans Luar Kota

Sabtu Ini, Semua Terminal Bayangan Ditutup

Rabu, 25 Januari 2017 10:25 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Tribunnews.com

terminal bayangan
Salah satu terminal bayangan di Jakarta.

Share this





Menyusul beroperasinya Terminal Pulogebang, seluruh terminal bayangan di Jakarta pun bakal ditutup. PO yang tetap beroperasi bakal kena sanksi.

JAKARTA – Terminal Pulogebang resmi beroperasi. Supaya fungsi dan operasional terminal ini sesuai dengan tujuan awal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menutup semua terminal bayangan di wilayahnya. Targetnya, akhir pekan ini penutupan terminal bayangan itu rampung 100 persen.

 “Mulai 28 Januari 2017, terminal bayangan setop. (Terminal) Pulogadung yang kemarin saya jenguk sudah dibongkar, udah enggak ada. Termasuk di jalan-jalan sekitar Pulogadung menuju Bekasi, itu juga tidak diperbolehkan. Kalau ada pelanggaran, izin PO-nya (perusahaan otobus) yang dicabut," tegas Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono, seperti dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (25/1).

Ditutupnya terminal bayangan itu, lanjut Sumarsono, tidak lantas mematikan perekonomian setempat. Sebab, kini sudah ada Terminal Pulogebang yang siap menampung seluruh PO. "Di Terminal Pulogebang, kami sudah investasi mahal. Kalau PO tidak ke terminal itu, tidak berfungsi, sepi juga, malah merugikan pemerintah. Karena, kalau mereka (penumpang) naik turunnya sudah di Pulogebang, maka kemacetan sedikit banyak bisa dikurangi," imbuhnya.

Terminal Pulogebang saat ini baru melayani jurusan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sedangkan bus jurusan Sumatera akan dikonsentrasikan di Terminal Kalideres.

"Jadi yang terminal kota itu semua di pinggirnya, konsepnya kan ke sana. Jadi saya kira mulailah dengan Pulogebang yang sudah bagus, ruangannya ber-AC, ada televisi, makanan lengkap di sana. Supaya dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena di sana tidak lagi seperti terminal, seperti mal Pulogebang itu. Ini kan terminal terbaik di Indonesia," tandas Sumarsono.

Komuter > Trans Luar Kota

Lebih dari 45% Bus AKAP Tidak Laik Jalan

Selasa, 24 Januari 2017 13:46 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Pewartaekbis.com

Ilustrasi petugas Dishub Razia Bus AKAP.

Share this





Data ini diketahui dari hasil survei BPTJ. Ternyata, hampir sebagian bus AKAP di Jabodetabek tidak memenuhi standar laik jalan.

JAKARTA – Sejak 13 Desember 2016, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan pengamatan terhadap armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Jabodetabek. Hasilnya cukup mengejutkan. Lebih dari 45 persen bus tersebut tidak memenuhi standar laik jalan.

“Hasil pengamatan kami hingga akhir Desember kemarin, itu yang laik jalan sekitar 53 persen. Jadi, 47 persennya itu masih tidak laik jalan,” ucap Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga, seperti dikutip dari Pewartaekbis.com,  baru-baru ini.

Dijabarkan Elly, terdapat  beberapa standar kelaikan jalan yang harus dipenuhi. Hal ini dapat diketahui setelah menggunakan alat  di unit pengujian kendaraan bermotor di setiap daerah.

BPTJ juga menguji kelaikan berdasarkan pengamatan di terminal-terminal. Nah, ada beberapa poin yang dicek langsung dalam sidak. “Pertama wipper, apalagi musim hujan, itu wajib ada. Karena musim hujan kayak begini kan sekarang kan di mana-mana hujan, jangan sampai terjadi kecelakaan,” imbunya.

Kaca mobil juga menjadi bagian yang tidak lepas dalam pengujian. Pasalnya, banyak bus yang ternyata memiliki kaca yang pecah akibat dilempari begal. “Kemudian yang jelas lampu, ban depan enggak boleh gundul, rem tangan. Yang lalu banyak sekali rem tangan yang enggak benar, tetapi sekarang saya cek itu ternyata ada peningkatan. Yang kami cek rata-rata berfungsi dengan baik,” katanya kemudian.

BPTJ juga mengecek spidometer, dan seatbelt. Selain itu, kesehatan para pengemudi pun dicek melalui tes urine. “Jadi supaya bukan hanya mobil yang harus laik jalan, tetapi pengemudi juga wajib sehat, laik juga kesehatannya,” bebernya.

Komuter > Trans Luar Kota

Pembongkaran GT Karang Tengah Minta Dipercepat

Jumat, 20 Januari 2017 13:29 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Republika.co.id

Ilustrasi - Kemacetan di Gerbang Tol
Kemacetan panjang kerap terjadi di Gerbang Tol Karang Tengah.

Share this





Agar kemacetan bisa segera teratasi, Pemkot Tangerang mengusulkan agar pembongkaran gerbang tol Karang Tengah dipercepat.

TANGERANG – Pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Jasa Marga dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memiliki rencana untuk menghapus gerbang tol (GT) Karang Tengah. Pasalnya, GT tersebut diduga menjadi penyebab kemacetan di ruas Tol Tangerang-Merak.

Rencana ini disambut respon positif berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Tangerang. Soalnya, GT tersebut berada di wilayah mereka. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah bahkan mengusulkan agar pembongkaran GT Karang Tengah dipercepat. “Kami usulkan kalau bisa secepatnya, mengingat kondisi lalu lintas yang setiap hari macet sampai tujuh kilometer di sekitar lokasi," ujar Arief dikutip dari Republika.co.id.

Terkait rencana pembongkaran GT ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pihaknya kini sudah melakukan berbagai persiapan. "Posisi Karang Tengah ini sangat dalam, artinya sangat dekat dengan pusat kota, berbeda dengan Cikarang. Hal ini mengakibatkan bercampurnya arus lalu lintas dalam kota dan luar kota," ujarnya.

Sebelum gerbang tol Karang Tengah dibongkar, Budi Karya juga memerintahkan kepada pihak Jasa Marga untuk melakukan manajemen lalu lintas di lokasi tersebut.