Komuter > MRT

Ragam Soal Infrastruktur Transportasi

Soal Proyek MRT, Walikota Jakarta Selatan Puji Pemilik Lahan

Senin, 23 Oktober 2017 16:37 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Yatti Febriningsih

Walikota Jakarta Selatan
Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi.
Foto : istimewa

Share this








Meski Mahes sudah menyerahkan lahannya untuk proyek MRT, Walikota Jakarta Selatan mengungkapkan belum ada kesepakatan nilai ganti rugi.

JAKARTA – Sejumlah lahan di kawasan Haji Nawi, Fatmawati, Jakarta Selatan diketahui ‘menghambat’ pengerjaan proyek MRT (mass rapid transit), lantaran kesepakatan harga ganti rugi lahan. Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi pun mengultimatum bakal ‘segera’ mengeksekusi masalah ini.

Namun, ia pun mengapreasiasi saat warga bernama Mahes tiba-tiba menyerahkan lahannya untuk proyek MRT, saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno meninjau lokasi proyek pada Jumat (20/10) lalu.

Hal ini kemudian membuat banyak pihak terkejut, lantaran keputusan Mahes diikuti pembongkaran secara simbolik bersama Anies. Kendati demikian, Tri mengaku tidak mengetahui penyebab perubahan yang tiba-tiba tersebut.

"Nggak tau kenapa dia tiba-tiba mau. Mungkin saya bilang Hari Senin (23/10) mau ditertibkan dia takut. Saya juga terima kasih ke Mahes dengan kesadaran tinggi bisa digunakan lahannya," ujar Tri di Balaikota Jakarta, Senin (23/10/2017).

Tri melanjutkan, saat ini Mahes telah membongkar gedungnya yang terletak di proyek MRT CP 03. Sementara tiga lahan yang masih bermasalah sampai ini masih belum ada kesepakatan. "Kemarin dia sendiri yang bongkar bareng orang Mass Rappid Transit (MRT), Sabtu (21/10), yang lain masih berkelit begini begitu, nggak bisalah udah," tandasnya.

Kendati demikian, Walikota Jakarta Selatan mengakui, jika meski telah sepakat soal penggunaan lahan miliknya untuk proyek MRT, namun belum ada kesepakatan soal nilai ganti rugi lahan antara Mahes dengan Pemprov DKI Jakarta. Tri mengatakan, soal harga sudah diserahkan ke pengadilan. "Pengadilan silakan nanti (kalau tidak setuju dengan harga), yang penting lahan itu bisa dipakai, toh nggak ilang kok. kalau kita bongkar kan sudah terinventalisir," tutupnya.