Komuter > MRT

Ini Daerah yang Dilintasi LRT Tahap I

Selasa, 10 Januari 2017 15:01 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Okezone.com

Ilustrasi LRT
Ilustrasi LRT

Share this





LRT Tahap I ditarget rampung dan beroperasi pada 2019. Sejumlah daerah bakal dilintasi transportasi massal tersebut.

JAKARTA – Daerah Jakarta dan sekitarnya bakal memiliki sejumlah transportasi massal baru dalam beberapa tahun ke depan. satu di antara sejumlah moda transportasi tersebut adalah Light Rail Transit (LRT). Pembangunan infrastruktur untuk kereta ringan ini pun terus berlanjut. Bahkan kabarnya, pada 2019 masyarakat sudah bisa menikmati layanan LRT.

Masalahnya, daerah mana saja yang bakal dilintasi oleh LRT tahap I ini, dan warga mana saja yang bisa memanfaatkannya? Dikutip dari Okezone.com, warga dan daerah yang pertama kali bisa memanfaatkan transportasi berbasis rel tersebut adalah mereka yang tinggal di kawasan Jakarta Timur. Pasalnya, LRT tahap I ini memiliki rute Cawang – Cibubur.

LRT rute Cawang-Cibubur dipastikan siap beroperasi pada Maret 2019. Hingga saat ini, pengerjaan proyek tersebut masih sesuai dengan jadwal. "Secara teknis dengan progres 12%, kita harapkan LRT selesai pada pertengahan tahun 2018 untuk infrastruktur dan sisanya delapan bulan untuk penyelesaian 'installment' (pemasangan) 'rolling stock' (sarana) dan sistemnya," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seperti dikutip dari laman tersebut.

Komuter > MRT

Bangun LRT Hingga Velodrome, Jakpro Kurang Dana Rp 2,1 T

Sabtu, 25 Februari 2017 11:31 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

 Ilustrasi Depo LRT Kelapa Gading – Velodrome
Ilustrasi Depo LRT Kelapa Gading – Velodrome

Share this





Dalam membangun tiga proyek penunjang Asean Games 2018 yakni LRT, Equistrian dan Velodrome, PT. Jakpro kekurangan biaya sebesar Rp 2,1 triliun.

JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) kekurangan biaya dalam mengerjakan tiga proyek pembangunan sarana prasarana penunjang Asean Games 2018. Pasalnya, Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dari Pemprov DKI Jakarta dari Tahun 2015-2017 sebesar Rp 4,45 triliun masih belum mencukupi untuk mengerjakan Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome, Equistrian dan Velodrome.

Direktur Utama PT. Jakpro, Satya Heraghandi mengatakan rincian Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) pada APBD-P Tahun 2015 sebesar Rp 1,5 triliun, kemudian pada APBD Tahun 2016 senilai Rp 1 triliun APBD 2016, dan dalam APBD Tahun 2017 sebesar Rp 1,95 triliun. Namun, PMP pada tahun anggaran 2016 digunakan untuk membayar down payment (DP) kepada kontraktor pemenang sekitar Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,3 triliun.

Untuk itu, BUMD DKI Jakarta ini akan meminta tambahan dana ke Pemprov sebesar Rp 2,1 triliun. Dan diharapkan kucuran modal tersebut dapat dianggarkan melalui APBD-P Tahun anggaran 2017.

"Masih ada kekurangan dana sebesar Rp 2,1 triliun untuk pembangunan ketiga proyek itu. Kami sedang upayakan minta tambahan dari APBD. Dokumennya sedang disiapkan untuk minta persetujuan dewan," kata Satya, Sabtu (25/2/2017).

Satya menambahkan, tahun ini pihaknya akan mendapatkan PMP dari APBD Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 1,2 triliun dan APBD Perubahan Tahun 2017 Rp 750 miliar. Namun dana tersebut dinilai masih belum mencukupi untuk pembiayaan pembangunan ketiga proyek.

Sedangkan, untuk menutupi pembiayaan pembangunan tiga proyek tersebut melalui pinjaman bank enggan dilakukan. Sebab, tingkat suku bunga bank untuk saat ini cukup tinggi. "Kalau ditanya back-up, kami sudah punya, tapi esensi utama yang kami perjuangkan untuk dapat PMP," jelasnya. 

Komuter > MRT

Depo Utama LRT Gunakan APBD DKI Rp 5,8 T

Kamis, 16 Februari 2017 11:04 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi LRT Kelapa Gading - Veledrome
Ilustrasi LRT Kelapa Gading - Veledrome

Share this





Pembangunan depo utama LRT Kelapa Gading- Veledrome, Pemprov DKI memberikan suntikan dana kepada PT Jakpro senilai Rp 5,8 Triliun.

JAKARTA - Pembangunan kereta api cepat atau Light Rapid Transit (LRT) jalur Kelapa Gading-Veledrome diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 5,3 triliun. Sumber pendanaan rute yang digunakan depo utama tersebut berasal dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Menurut Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Satya Heragandhi, Depo Kelapa Gading nantinya akan digunakan sebagai depo utama untuk 40 kilometer track dan sebagai rusunawa. Untuk biayanya yang digunakan sekitar Rp 2,8 triliun.

"Anggaran biaya proyek ini sampai selesaimenelan sekitar 5,3 Triliun. Pembiayaan proyek ini tidak ada hubungannya dengan pendanaan mentri perhubungan. Sumber biaya proyek ini adalah dari PMD Pemrov Jakarta," ujar Satya kepada infonitas.com, Kamis (16/2/2017).

Mantan President Director PT Sanggar Sarana Baja ini mengatakan Sementara itu, saat ini kementrian perhubungan belum merilis terkait skema pembiayaan LRT Jabodetabek. Kendati begitu, Satya menegaskan pembiayaan LRT koridor 1 yakni Kelapa Gading - Velodrome tidak terkait dengan skema pembiayaan LRT Jabodetabek yang rencananya akan diputuskan satu bulan kedepan tersebut.

Komuter > MRT

LRT Kelapa Gading – Velodrome Mulai Tancapkan Tiang Pancang

Selasa, 14 Februari 2017 13:40 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi Jalur LRT Kelapa Gading – Veledrome
Ilustrasi Jalur LRT Kelapa Gading – Veledrome

Share this





Saat ini, pengerjaan LRT jalur Kelapa Gading-Veledrome dalam tahap pile cap oleh kontraktor PT Jakpro.

JAKARTA - Pembangunan Light Rapid Transit (LRT) rute Kelapa Gading - Velodrome terus di kebut. Sejauh ini kontruksi kereta cepat yang digarap PT Jakarta Propertindo (Jakpro) ini dalam tahap pencanangan tiang pancang (Pile Cap).

"Kami baru saja menyelesaikan penyeleksian LRT Jakarta Pile Cap tepatnya kemarin sekitar jam 10.30 pagi," ujar Satya Heragandhi, Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) kepada Infonitas.com, Senin, (13/2/2017).

Satya menambahkan pengerjaan ini akan terus dilakukan dan dikebut agar bisa selesai tepat waktu. Satya mengtakan pekerja di lapangan saat ini tengah melakukan proses pengecoran Pilecap.

"Kami masih terus membangun, akan kita kebut terus pengerjaannya. Saat ini kami sedang melakukan pengeboran, sembari itu kami juga sudah mulai ngecor pilecap," tambah Satya.

Koridor Kelapa Gading - Velodrome nantinya akan memiliki 6 stasiun yakni Stasiun Mal Kelapa Gading, Stasiun Kelapa Gading Boulevard, Stasiun Pulomas, Stasiun Pacuan Kuda, Stasiun Velodrome, dan Stasiun Depot. Proyek LRT ini sendiri diharapkan bisa rampung pada tahun 2019 mendatang.

Komuter > MRT

2019, Jalur LRT Tahap I Rampung

Senin, 13 Februari 2017 12:43 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi LRT
Ilustrasi LRT

Share this





LRT akan dibangun dua tahap, tahap I dibangun beberapa stasun dan pembangunan tahap II terdapat lintasan besar.

JAKARTA –  Jalur Light Rapid Transit (LRT) Jabodetabek sepanjang 81,6 Kilometer akan dibangun dua tahap. Untuk sesi pertama sepanjang 43,3 Kilometer akan ditargetkan rampung pada semester I Tahun 2019.

Seperi dikutip siaran berita yang diterima Infonitas.com, disepanjang jalur lintas tahap pertama akan dibangun beberapa stasiun yang dilengkapi prasarana pendukung.

"Lintas Cawang - Cububur (14,3 KM) ada 4 stasiun, Lintas Cawang - Kuningan - Dukuh Atas (10,5 KM) ada 7 stasiun, lintas Cawang - Bekasi Timur (18,5 KM) ada 5 stasiun, Depo ada 1 unit stasiun di Bekasi Timur, dan Fasilitas Operasi," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono, di Jakarta baru-baru ini.

Sementara, sesi kedua akan terbentang jalur Kereta Api (KA) dengan total 38,5 KM yang terdiri dari tiga lintasan besar. Lintas Dukuh Atas–Palmerah–Senayan (7,8 KM), Cibubur–Bogor (25 KM), Palmerah–Grogol (5,7 KM).

Adapun nilai kontrak untuk pembangunan LRT Tahap I ini adalah sebesar Rp 23 Triliun. Anggaran tersebut belum termasuk Interest During Construction (IDC) dan Interest During Payment (IDP) pada 3 lintas di Tahap I. Untuk pembayaran akan dibayarkan setelah mendapat evaluasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sementara itu, kontrak untuk proses pengerjaan konstruksi akan dikerjakan selama 43 bulan, terhitung dari 9 september 2015 sampai dengan 31 Mei 2019. 

Komuter > MRT

Pengerjaan Proyek LRT Tidak Akan Terhenti

Jumat, 10 Februari 2017 10:10 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

LRT
Istimewa

Share this





Proyek pengerjaan LRT tidak akan terhenti dan tetap harus selesai sesuai jadwal yang sudah direncanakan.

JAKARTA  - Pemerintah masih mencari skema pembiayaan untuk proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek. Sebab, jumlahnya terlalu besar tidak cukup bila hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Untuk prasarananya saja, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono  Prasetyo memperkirakan bisa menghabiskan dana hingga Rp 22,5 triliun. “Sangat besar mengingat dalam waktu bersamaan, pemerintah juga harus membangun LRT di Sumatera Selatan yang menelan Rp 12 triliun,” tuturnya di sela rapat terbatas bersama Presiden beberapa waktu lalu.

Kendati begitu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk tetap optimistis pengerjaan proyek LRT tidak akan terhenti dan akan selesai sesuai rencana.

"Target penyelesaian tetap akhir 2018 atau awal 2019 sesuai perintah Presiden Jokowi," kata Komisaris Utama PT Adhi Karya Tbk Fadjroel Rachman, Kamis (9/2/2017).

Pembangunan LRT yang dikerjakan  PT Adhi Karya (Persero) Tbk terbagi dalam dua tahap. Tahap 1 rute Cibubur-Cawang Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas sejauh 10,5 kilometer dengan 21 stasiun dan panjang 42,1 kilometer.

Adapun tahap 2, Cibubur-Bogor sejauh 25 kilometer, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan sejauh 7,8 kilometer, dan Palmerah-Grogol sejauh 5,7 kilometer. Total panjang mencapai 41,5 kilometer dengan 10 stasiun.

Jalur LRT Cibubur-Cawang akan beroperasi pada akhir 2017, sedangkan Bekasi Timur-Cawang dan Cawang-Dukuh atas pada 2018.

Komuter > MRT

Ini Bakal Armada LRT Bekasi – Jakarta

Rabu, 08 Februari 2017 17:50 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Detik.com

Ilustrasi - LRT
Ilustrasi

Share this





PT Lippo Cikarang bermaksud membangun moda transportasi massal untuk mendukung pembangunan di Bekasi hingga bisa terintegrasi ke Jakarta.

BEKASI - Untuk memenuhi kebutuhan transportasi di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya, PT Lippo Cikarang akan membangun moda transportasi massa berbasis rel layaknya Light Rail Transit (LRT). Pihak perusahaan menyebut, pembangunan moda transportasi ini bertujuan untuk mendukung pembangunan di Cikarang, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi hingga bisa teritegrasi ke Jakarta.

Mengutip Detik.com, PT Lippo Cikarang mengonfirmasi bahwa moda transportasi massal yang akan mereka bangun berbasis massal Automated People Mover (APM) dalam bentuk Automated Guideway Transit (AGT), yakni sebuah kereta otomatis yang dipisahkan oleh sistem transit di mana kendaraan secara otomatis akan mengikuti rel yang ada. Sistem transportasi ini telah dikembangkan di kota-kota di Singapura, Jepang, Korea, Dubai, hingga Amerika.

Sistem transportasi baru yang terintegrasi ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat dalam menggunakan transportasi umum. Jika dibandingkan dengan moda transportasi sejenis lainnya, AGT memiliki pergerakan yang lebih cepat namun halus sehingga tidak menimbulkan suara bising dan getaran.

Komuter > MRT

Pembangunan LRT DKI Dikebut

Rabu, 08 Februari 2017 15:39 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : DBS

Pembangunan lajur LRT
Pembangunan lajur LRT .

Share this





Untuk mengejar sebelum Asian Games 2018 digelar, semua pekerjaan akan dilkukan bertahap dan paralel dengan pekerjaan konstruksi fisik di lapangan.

JAKARTA - Untuk mengejar penyelesaian sebelum Asian Games 2018 digelar di Jakarta, berbagai tahapan proyek pembangunan jalur kereta ringan cepat di koridor Kelapa Gading-Velodrome, dilaksanakan simultan. Saat ini, proses detail desain pilar jalur layang dan stasiun LRT dikerjakan berbarengan dengan pembuatan bore pile atau pengeboran tiang pancang fondasi.

Pekerjaan pembangunan jalur LRT telah dimulai  begitu PT Jakarta Propertindo–BUMD milik Pemprov DKI Jakarta yang ditugasi membangun LRT DKI, telah menunjuk PT Wijaya Karya (Persero) sebagai kontraktor utama proyek tersebut.

Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Wika) Suradi Wongso, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya diberi waktu 610 hari untuk merampungkan jalur pertama LRT DKI ini. Karena itu, pekerjaan detail desain jalur layang dan stasiun dikerjakan simultan dengan pengeboran tiang pancang (bore pile) di sepanjang koridor. ”Jadi, pekerjaan bore pile ini tidak di satu titik saja, tetapi berbarengan, dari sisi Velodrom dan juga dari sisi depo di Kelapa Gading,” ujar Suradi.

Begitu Wika mendapat surat perintah kerja (SPK), Wika sudah bisa memulai pekerjaan. “Kami juga sudah menyelesaikan persiapan awal seperti mobilisasi peralatan,” ujar Suradi.

Pekerjaan penancapan bore pile di jalur layang sepanjang 5,8 km, ini, dibagi dalam beberapa seksi. Begitu selesai pemasangan bore pile, tahapan konstruksi lainnya diselesaikan setelah detil desain dikerjakan.

Demikian juga untuk pekerjaan-pekerjaan lainnya, semuanya akan dilanjutkan bertahap dan paralel dengan pekerjaan konstruksi fisik di lapangan. “Untuk detail desain keseluruhan proyek ini diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih 12 bulan,” ujar Direktur Proyek LRT PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Allan Tandiono, kemarin. LRT tahap awal tersebut bernilai Rp 5,295 triliun dan ditargetkan tuntas pertengahan 2018.

PT Jakarta Propertindo juga sudah memastikan bahwa Hyundai Rotem menang dalam tender pengadaan rolling stock untuk pembangunan kereta ringan (light rail transit/LRT) Jakarta. Sebanyak 16 kereta senilai 32 juta dollar AS akan diproduksi dalam waktu 15 bulan.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi, Selasa (7/2). Menurutnya, proses pemilihan produsen rolling stock (lokomotif dan kereta) diikuti lima perusahaan produsen rolling stock dari Korea Selatan, Tiongkok, dan Spanyol. LRT Jakarta mensyaratkan waktu produksi selama 15 bulan karena LRT ditargetkan beroperasi pertama kali saat Asian Games 2018 digelar.

Normalnya, untuk memproduksi rangkaian LRT mulai dari desain hingga selesai produksi diperlukan 28 bulan. Hyundai Rotem, bagian dari Hyundai Motor Group, terpilih sebagai pemenang P103 (pengadaan rolling stock) karena mampu memenuhi syarat tenggat 15 bulan tersebut.

“Saat ini, Hyundai Rotem memproduksi rolling stock untuk Gimpo Line, jaringan angkutan berbasis rel yang spesifikasinya sama. Jadi produksi dibarengkan,” kata Heragandhi.

Selain kesiapan memenuhi tenggat dan harga yang cocok, sisi kredibilitas vendor yang sudah diakui dunia turut menjadi pertimbangan. Jakpro memesan 16 kereta. Nilai setiap kereta 2 juta dollar AS sehingga nilai pengadaan 16 kereta itu total 32 juta dollar AS. Pengiriman kereta pertama ke Indonesia dijadwalkan April 2018 kemudian secara bertahap agar LRT beroperasi tepat waktu saat Asian Games 2018.

Komuter > MRT

Ini Rute LRT Lippo Cikarang

Rabu, 01 Februari 2017 09:49 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Liputan6.com

lrt jakarta
Ilustrasi

Share this





Dalam perencanaannya, moda transportasi yang digagas Lippo Cikarang ini akan terbagi ke dalam dua jalur.

BEKASI – Dalam waktu dekat, PT Lippo Cikarang mengaku akan membangun LRT dengan rute Bekasi – Jakarta. Moda transportasi modern ini dikabarkan akan menghubungkan banyak kawasan industri di Bekasi. Beberapa di antaranya adalah Lippo Cikarang (termasuk Orange County), Cikarang Industrial Estate (Jababeka), Delta Mas, East Jakarta Industrial Park (EJIP), MM2100, Greenland International Industrial Center (GIIC), dan BIIE.

‎"Ada sistem automated guideway transit yang bisa ke 6 kawasan lain. Dan nanti akan digabungkan dengan kereta api sehingga terintegrasi ke Jakarta," ujar Direktur Pemasaran PT Lippo Cikarang Stanley Ang, seperti dikutip dari Liputan6.com.

Stanley melanjutkan, pembangunan moda transportasi tersebut rencananya terbagi ke dalam dua jalur. Jalur pertama atau north-south line akan dimulai dari stasiun KA Cikarang melewati Jababeka, menuju Orange Country‎, Lippo Cikarang dan EJIP. Sementara jalur kedua atau west-east line akan menghubungkan kawasan industri Bekasi dan Karawang. Pertemuan kedua jalur tersebut rencananya akan berada di Orange County, Lippo Cikarang.

“North-south line merupakan tahap pengembangan pertama. Sedangkan west-east line tahap berikutnya,” imbuh Stanley.

Nantinya, konsep automated people mover ini direncanakan akan terhubung dengan jalur LRT‎ Cawang-Bekasi Timur. Dengan demikian, kata Stanley, aksesibilitas menuju dan dari koridor timur Jakarta (Bekasi dan Karawang) dapat ditempuh dengan mudah.

Komuter > MRT

Lippo Cikarang Gagas LRT Bekasi – Jakarta

Rabu, 01 Februari 2017 09:37 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Liputan6.com

Ilustrasi LRT
LRT di Toronto Kanada

Share this





Moda transportasi ini dibangun untuk mendukung pembangunan di Kota dan Kabupaten Bekasi, hingga bisa terintegrasi ke Jakarta.

BEKASI – Untuk memenuhi kebutuhan transportasi di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya, PT Lippo Cikarang akan membangun moda transportasi massa berbasis rel layaknya Light Rail Transit (LRT). Pihak perusahaan menyebut, pembangunan moda trasnportasi ini bertujuan untuk mendukung pembangunan di Cikarang, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi hingga bisa teritegrasi ke Jakarta.

Mengutip Liputan6.com, Direktur Pemasaran PT Lippo Cikarang Stanley Ang mengatakan, pihaknya memiliki rencana untuk membangun infrastruktur transportasi dengan konsep automated people mover system. “‎Salah satunya dengan membangun moda transportasi berbasis rel yaitu automated guideway transit,” katanya.

Moda transportasi ini bisa mengangkut sekitar 50 ribu-250 ribu penumpang per hari dengan kecepatan rata-rata mencapai 28,5 km per jam. Moda transportasi ini telah dikembangkan di berbagai negara seperti Jepang, Korea, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Singapura, Taiwan, Hongkong, dan Macau.

Komuter > MRT

BOR MRT Tembus Setiabudi

Jumat, 06 Januari 2017 16:04 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Tribunnews.com

Bor MRT
Sejumlah pekerja proyek MRT Jakarta berdiri di depan mesin bor Mustikabumi 1 .

Share this





Selain jalur bawah tanah, stasiun MRT juga akan dibangun di kawasan ini. Pengerjaan di kawasan Setiabudi ini ditarget rampung Februari 2017.

JAKARTA – Memasuki 2017, proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta makin dikebut. Beberapa waktu lau, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah dalam keterangan persnya mengatakan, satu dari empat bor bawah tanah proyek tersebut telah menembus kawasan Setiabudi.

Dikutip dari Tibunnews.com, bor bernama Mustikabumi I ini sampai di Stasiun MRT Setiabudi pada hari, Selasa (3/1/). "Total ada empat bor. Pekerjaan tunneling keempat bor bawah tanah tersebut nantinya akan berakhir di Stasiun Setiabudi yang ditargetkan akan selesai pada bulan Februari 2017," ucap pria yang akrab disapa Hikmat tersebut.