Komuter > MRT

Djarot Minta Stasiun MRT Bernuansa Budaya Indonesia

Kamis, 10 Agustus 2017 14:55 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Yatti Febriningsih

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat
Foto : Ivan Pramana Putra

Share this








Djarot menegaskan stasiun MRT tidak hanya bergaya Betawi saja, tapi seluruh unsur budaya Indonesia masuk kedalamnya.

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta kepada PT Mass Rappid Transit (MRT) untuk memasukan nilai-nilai budaya Indonesia dalam membangun stasiun-stasiun MRT.

"Stasiun itu akan dibangun sesuai dengan nama stasiunnya. Jadi ada beberapa saja yang unsur Betawi nya. Selebihnya semua kebudayaan Indonesia akan jadi tema stasiun MRT," ujar Djarot kepada Infonitas.com di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Djarot menambahkan, sampai saat ini pembangunan MRT masih terus dilakukan. Tahun depan akan mulai dilakukan uji coba. "Pembangunan underground dan elevated juga sudah selesai. Jadi bersih. Kemudian April - Mei keretanya sudah datang dan diuji coba," tambahnya.

Meski demikian Djarot mengaku pembangunan MRT masih terkendala masalah pembebasan lahan. Namun, dirinya memastikan pembangunan tidak akan berhenti dan bakal terus dikebut.

"Ada satu masalah yaitu maslah pembebasan lahan di Haji Nawi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tapi, itu tidak masalah dan kita tidak berhenti disitu," tegasnya.