Ke Rangkasbitung, Bisa naik Commuter Line Dari Tanah Abang
Komuter > Kereta Api

Ke Rangkasbitung, Bisa naik Commuter Line Dari Tanah Abang

Jumat, 06 Januari 2017 16:08 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Detik.com

Ilustrasi KRL
Ilustrasi KRL

Share this





Di awal 2017 ini, PT KAI akan mengoperasikan KRL Tanah Abang – Rangkasbitung.

JAKARTA – Sebentar lagi, penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dari Jakarta yang akan menuju Rangkasbitung, Banten, tidak perlu lagi transit di Stasiun Maja untuk ganti kereta. Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengoperasikan KRL Commuter Line Tanah Abang – Rangkasbitung.

Mengutip Detik.com, aktivasi rute ini merupakan perpanjangan dari operasi KRL Maja - Rangkasbitung yang sudah ada saat ini. "Bulan ini atau Januari sudah bisa beroperasi, karena kesiapan sudah, belum uji coba, tapi pemasangan listrik aliran atas sudah selesai," kata VP Corporate Communications PT KAI Agus Komarudin.

Adanya KRL Tanah Abang – Rangkasbitung tentunya juga tidak hanya memudahkan penumpang kereta asalah Jakrta, tapi juga sebaliknya yang dari Banten menuju Ibu Kota. Memang sebelumnya sudah ada kereta, tapi kereta lokal. Dengan adanya KRL penumpang bisa lebih nyaman dan jarak tempuh bisa lebih cepat.

"Saya belum bisa pastikan tanggal mulai operasinya. Yang pasti, Januari ini sudah mulai diaktifkan," imbuh Agus.

Sebagai informasi, pengoperasian rute KRL Tanah Abang-Rangkasbitung ini tertuang dalam GAPEKA (Grafik Perjalanan Kereta Api) 2017 yang disepakati PT KAI dan Kementerian Perhubungan. Dalam GAPEKA ini, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan mengoperasikan Serpong Line dari Tanah Abang hingga Rangkasbitung sebanyak 179 perjalanan. 







Komuter > Kereta Api

Ramai-Ramai Beralih ke Kereta

Selasa, 17 Januari 2017 14:10 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Republika.co.id

Ilustrasi - Kereta Api
Ilustrasi - Kereta Api

Share this





Gara-gara Jembatan Cisomang rusak, pengguna kereta api Argo Parahyangan melonjak. Total lebih dari 8000 penumpang per hari.

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan satu rangkaian kereta bernama Argo Parahyangan. KA ini melayani rute Bandung-Gambir (PP). Setiap harinya, KAI mencatat kereta ini mengangkut sekitar 4.853 penumpang.

Namun saat periode Natal dan Tahun Baru 2017 (23 Desember 2017-8 Januari 2017), kereta ini banjir peminat. Total penumpang yang diangkut pun melonjak hingga 80 persen. Usut punya usut, ternyata lonjakan ini bukan hanya terjadi karena momen liburan semata. Melainkan juga karena rusaknya Jembatan Cisomang di ruas Tol Purbaleunyi yang membuat tol tersebut terbatas untuk dilewati.

"Minat masyarakat yang tinggi untuk beralih dari moda transportasi jalan raya ke kereta api pascaterjadinya gangguan di Jembatan Cisomang dapat dilihat dari penumpang KA Argo Parahyangan," kata Edi Sukmoro, Direktur Utama PT KAI seperti dikutip dari Republika.co.id, Selasa (17/1).

Edi menjelaskan, sebelum adanya pengumuman atau berita tentang gangguan di Jembatan Cisomang, volume harian KA tercatat 4.853 penumpang. Namun pascapengumuman, katanya, permintaan akan penambahan perjalanan KA Argo Prahyangan semakin banyak. Bahkan, volume penumpang tercatat meningkat 80,5 persen menjadi 8.761 penumpang per hari.

Khusus untuk KA Argo Parahyangan tambahan, KAI mengoperasiakan hingga 12 perjalanan tambahan. Sementara perjalanan reguler terdapat 14 perjalanan. Jadi, total perjalanan KA Argo Parahyangan rute Bandung-Gambir PP sebanyak 26 perjalanan. "Hal ini dilakukan sebagai respon KAI atas permintaan pasar sebagai imbas dari gangguan di Jembatan Cisomang," katanya.

Seperti diketahui, rusaknya Jembatan Cisomang akibat pergeseran tanah sempat membuat Tol Purbaleunyi tertutup untuk mobil-mobil besar. Hal inilah yang kemudian membuat para penumpang bus beralih menggunakan KA.







Komuter > Kereta Api

Kereta Asal Jakarta Berubah Jadwal, Cek Disini!

Selasa, 17 Januari 2017 13:38 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Lipuran6.com

KA Eksekutif di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat
KA Eksekutif di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat

Share this





PT KAI bakal mengubah jadwal kereta api yang berangkat dari Jakarta. Penumpang diminta untuk lebih memerhatikan perubahan tersebut.

JAKARTA – Dengan alasan peningkatan layanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana untuk mengubah jadwal keberangkatan Kereta Api dari Jakarta. Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, perubahan jadwal ini tidak terjadi pada semua KA, melainkan hanya kepada empat kereta.

"Ini bagian dari uapaya kita dalam meningkatkan pelayanan, salah satunya supaya mengurangi kemungkinan menganggu perjalanan KRL," kata Edi Sukmoro seperti dikutip dari Liputan6.com, Selasa (17/1/2017).

Edi bilang, perubahan ini ditentukan berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2017. Dari grafik tersebut, didapat sedikitnya empat kereta yang bakal mengalami perubahan jadwal keberangkatan dari Jakarta.

Adapun KA yang mengalami perubahan jadwal keberangkatan tersebut antara lain:

1. KA Argo Dwipangga (Gambir-Solobalapan). Awalnya berangkat dari Gambir pukul 09.45 WIB, nanti berubah menjadi pukul 10.00 WIB.

2. KA Jakatingkir (Pasarsenen-Purwosari). Awalnya berangkat dari Pasar Senen pukul 12.30 WIB, nanti menjadi pukul 12.00 WIB.

3. KA Progo (Pasarsenen-Purwokerto-Lempuyangan). awalnya berangkat dari Pasar Senen pukul 22.30 WIB, menjadi pukul 22.20 WIB.

4. KA Bima (Gambir-Malang). Awalnya berangkat dari Gambir pukul 16.45 WIB, menjadi berangkat pukul 16.30 WIB.

Terkait perubahan tersebut, masyarakat dapat mengecek di website https://tiket.kereta-api.co.id atau melalui aplikasi KAI Access mulai H-60 sebelum keberangkatan. Perubahan ini efektif dilakukan mulai 1 April 2017, sesuai dengan mulai berlakunya GAPEKA 2017.

 







Komuter > Kereta Api

1 Rute Commuter Line Jabodetabek Bakal Dihapus

Selasa, 10 Januari 2017 15:23 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Liputan6.com

Commuter Line
Commuter Line

Share this





Penghapusan rute ini sudah masuk dalam SK‎ Dirjen Perkeretaapian No.KA 407/SK.332/DJKA/12/16 tanggal 29 Desember 2016.

JAKARTA – Pada pertengahan 2017 ini, Kementerian Perhubungan akan menghapus satu rute KRL Commuter Line Jabodetabek. Rute tersebut adalah Mangarai – Duri. Selain itu, mereka juga akan menghapus dua KA dari daftar kereta jarak jauh yang ada saat ini.

Mengutip Liputan6.com, penghapusan rute KRL Jabodetabek ini terkait dengan akan dioperasikannya KA Commuter Bandara Soekarno-Hatta. Penghapusan yang telah masuk dalam Surat Keputusan (SK)‎ Dirjen Perkeretaapian No.KA 407/SK.332/DJKA/12/16 tanggal 29 Desember 2016 ini dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2017, sesuai dengan pengoperasikan KA Bandara Soetta.

Tak hanya penghapusan rute KRL Jabodetabek, dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2017, dijelaskan juga bahwa Dirjen Perkeretaapian akan menghapus dua kereta jarak jauh tahun ini. KA tersebut KA Tegal Arum relasi Tegal – Pasar Senen (Ekonomi Jarak Menengah) dan KA Sarangan relasi Surabaya Gubeng – Madiun (Bisnis).

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga akan menghapus KA Cepu Express relasi Surabaya Turi – Cepu – Semarang Poncol (Lokal), KA Arjuna relasi Surabaya Kota – Madiun dan KA Madiun Jaya relasi Madiun - Yogyakarta.

“Kami harap GAPEKA ini berjalan dengan baik dan lancar sehingga masyarakat pengguna moda kereta api dapat merasakan kenyamanan yang sesungguhnya dengan adanya KA Bandara yang terkoneksi dengan Commuter Line Jabodetabek,” ucap Dirjen Perekeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono.







Komuter > Kereta Api

2017, Tarif KRL Tidak Akan Naik

Jumat, 06 Januari 2017 15:57 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Antaranews.com

Ilustrasi - KRL di stasiun
Ilustrasi - KRL di stasiun

Share this





Dengan adanya dana subsidi PSO sebesar Rp 2,1 triliun untuk angkutan kereta api, dimungkinkan tarif KRL tidak akan naik tahun ini.

JAKARTA – Tahun ini, angkutan kereta api mendapat kucuran dana subsidi kewajiban pelayanan publik (PSO) sebesar Rp 2,1 triliun dari Kementerian Perhubungan. Dengan subsidi tersebut, kemungkinan sepanjang tahun ini tarif KRL akan sama dengan 2016.

Mengutip Antaranews.com, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Buditjahjono mengatakan, alokasi PSO 2017 ini naik 15 persen dibandingkan dengan PSO tahun sebelumnya yang sebanyak Rp1,8 triliun.

"Besaran itu sudah kita perhitungkan dari usulan PT Kereta Api Indonesia, kemudian kita evaluasi dan didapat angka seperti itu," katanya.

Prasetyo memaparkan, penaikan dana PSO ini dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan, termasuk penambahan kereta perintis dan kapasitas kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek yang saat ini sudah mencapai 900.000 penumpang per hari.

Adapun pembagian atau alokasi dana PSO ini adalah sebagai berikut:

·         KRL Jabodetabek Rp 1,3 triliun

·         Kereta Api Jarak Jauh Rp135 miliar

·         Kereta Api Jarak Sedang (Rp130 miliar)

·         Kereta Api Lebaran (Rp4,5 miliar)

·         Kereta Api Jarak Dekat (Rp379 miliar)

·         KRD (Rp94 miliar)

"Untuk itu, tarif KRL tidak bisa begitu saja ribut dinaikkan karena sudah mendapat PSO itu, kemarin sudah naik Rp1.000 dikali saja 900.000 penumpang, (KCJ) sudah dapat Rp1 miliar sehari," katanya.

Dia menambahkan bahwa pada kontrak PSO tersebut, kereta api kelas ekonomi yang memperoleh PSO sama dengan 2016. Tarif kereta-kereta tersebut juga akan sama dengan tahun lalu.







Komuter > Kereta Api

Malam Tahun Baru, Perjalanan dan Waktu Operasional KRL Jabdoetabek Ditambah

Jumat, 30 Desember 2016 14:15 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Kompas.com

Ilustrasi penumpang KRL Commuter Line
Ilustrasi penumpang KRL Commuter Line

Share this





Mengantisipasi lonjakan penumpang, PT KCJ menambah perjalanan dan operasional KRL Commuter Line Jabodetabek pada malan tahun baru.

JAKARTA – Mengantisipasi lonjakan penumpang seperti yang terjadi pada saat libur natal kemarin, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) berencana menambah perjalanan dan waktu operasional Commuter Line Jabodetabek pada malam tahun baru 2017.

Mengutip Kompas.com, total perjalanan KRL yang akan ditambah adalah sebanyak 21 perjalanan di relasi yang dinilai bakal penuh oleh penumpang.

"Perjalanan KRL tambahan akan melayani empat relasi yang semuanya untuk perjalanan pulang dan pergi," kata Vice President Corporate Communication PT KCJ Eva Chairunisa.

Empat relasi yang dimaksud terdiri atas delapan perjalanan KRL Bogor-Jakarta Kota, enam perjalanan KRL Bekasi-Jakarta Kota, lima perjalanan KRL Maja-Tanah Abang, dan dua perjalanan KRL Tangerang-Duri.

Tambahan perjalanan KRL diberlakukan mulai pukul 23.00 sampai 02.00 WIB hari Sabtu nanti. Selain itu, Eva turut mengingatkan agar penumpang KRL tidak bermalam di area stasiun.

Meski diperkirakan stasiun akan diramaikan oleh orang yang baru selesai merayakan pergantian tahun, petugas akan mensterilkan tempat tersebut setelah pukul 02.00 WIB. Waktu itu bertepatan dengan jam selesainya operasional KRL.

 







Komuter > Kereta Api

Ayah dan Anak Terserempet Kereta

Jumat, 16 Desember 2016 13:33 WIB
Editor : Naufal | Sumber : DBS

Kondisi sepeda motor korban yang terserempet kereta api di perlintasan KA Stasiun Pondok Jati, Matraman, Jakarta Timur
Kondisi sepeda motor korban yang terserempet kereta api di perlintasan KA Stasiun Pondok Jati, Matraman, Jakarta Timur

Share this





Saat kejadian, korban tengah terburu-buru mengantarkan anaknya sekolah.

MATRAMAN – Seorang ayah dan anaknya terserempet kereta api jurusan Jakarta-Bekasi saat hendak menyeberang perlintasan KA Stasiun Pondok Jati, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2016) pagi. Mereka mengendarai sepeda motor matic bernopol B 3487 TDR.

Peristiwa itu tidak mengakibatkan korban jiwa. Namun, sang ayah yang diketahui bernama Endang Suwandi (62) mengalami luka parah di kepala. Tulang kakinya pun patah. Sementara sang anak langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Menurut saksi mata, Achmad, korban ketika itu sedang mengantarkan anaknya sekolah di salah satu SMP di Kayumanis. Akibat terburu-buru, korban lengah dan tidak mengindahkan pintu perlintasan KA yang sudah dalam kondisi tertutup.

"Posisi pintu perlintasan itu kan ada celah di bagian ujung, korban dari arah berlawanan coba masuk, saya sudah peringatkan untuk enggak nerobos tapi si bapak nekat dan akhirnya kesamber. Mereka terpental hingga 3 meter. Untungnya masih hidup," ujar Achmadi yang juga berprofesi sebagai petugas keamanan Stasiun Pondok Jati, Matraman, Jakarta Timur, di lokasi, Jumat (18/11/2016).

Kejadian tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat karena banyak warga yang ingin melihat korban. Lajur kereta dari kedua arah juga sempat terhenti selama 20 menit.