Komuter > Kereta Api

1 Rute Commuter Line Jabodetabek Bakal Dihapus

Selasa, 10 Januari 2017 15:23 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Liputan6.com

Commuter Line
Commuter Line

Share this





Penghapusan rute ini sudah masuk dalam SK‎ Dirjen Perkeretaapian No.KA 407/SK.332/DJKA/12/16 tanggal 29 Desember 2016.

JAKARTA – Pada pertengahan 2017 ini, Kementerian Perhubungan akan menghapus satu rute KRL Commuter Line Jabodetabek. Rute tersebut adalah Mangarai – Duri. Selain itu, mereka juga akan menghapus dua KA dari daftar kereta jarak jauh yang ada saat ini.

Mengutip Liputan6.com, penghapusan rute KRL Jabodetabek ini terkait dengan akan dioperasikannya KA Commuter Bandara Soekarno-Hatta. Penghapusan yang telah masuk dalam Surat Keputusan (SK)‎ Dirjen Perkeretaapian No.KA 407/SK.332/DJKA/12/16 tanggal 29 Desember 2016 ini dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2017, sesuai dengan pengoperasikan KA Bandara Soetta.

Tak hanya penghapusan rute KRL Jabodetabek, dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2017, dijelaskan juga bahwa Dirjen Perkeretaapian akan menghapus dua kereta jarak jauh tahun ini. KA tersebut KA Tegal Arum relasi Tegal – Pasar Senen (Ekonomi Jarak Menengah) dan KA Sarangan relasi Surabaya Gubeng – Madiun (Bisnis).

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga akan menghapus KA Cepu Express relasi Surabaya Turi – Cepu – Semarang Poncol (Lokal), KA Arjuna relasi Surabaya Kota – Madiun dan KA Madiun Jaya relasi Madiun - Yogyakarta.

“Kami harap GAPEKA ini berjalan dengan baik dan lancar sehingga masyarakat pengguna moda kereta api dapat merasakan kenyamanan yang sesungguhnya dengan adanya KA Bandara yang terkoneksi dengan Commuter Line Jabodetabek,” ucap Dirjen Perekeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono.

Komuter > Kereta Api

Bocor dan Roboh, Inilah Kondisi Stasiun Tanjung Priok

Rabu, 22 Februari 2017 11:48 WIB
Editor : Akbar Kemas | Reporter : Yatti Febriningsih

Stasiun Tanjung Priok  Roboh
Area lobby stasiun Tanjong Priok terlihat dikelilingi garis kuning akibat rusaknya atap stasiun

Share this





Kondisi stasiun kereta api Tanjung Priuk terlihat memprihatinkan, sejumlah atap mengalami bocor dan nyaris roboh.

JAKARTA – Saat ini PT Kereta Api Indonesia sedang gencar melaksanakan peremajaan di sejumlah stasiun. Akana tetapi, kondisi memprihatinkan justru terlihat memprihatinkan.

Seperti pantauan Infonitas.com, Selasa, (21/2) stasiun Tanjung Priok tidak dalam kondisi yang baik. Saat memasuki area lobby terlihat tengah di batasi garis kuning karena atap stasiun rusak.

"Sengaja di kasih garis kuning, karena atapnya rusak. Takut rubuh dan mencelakakan penumpang," ungkap salah satu penjaga keamanan yang ditemui dilokasi.

Rusaknya atap juga mengakibatkan lantai di stasiun licin di akibat tetesan air dari beberapa titik bocor.

Hal ini, tentunya sangat membahayakan penumpang khususnya anak-anak.

"Bahaya sih (kondisi stasiun saat ini). Sebaiknya segera di benahi, jangan di diamkan seperti ini. Kasihan penumpang, apalagi yang bawa anak-anak takut terpeleset," ungkap Verna salah satu penumpang dengan tujuan Purwakarta.

Komuter > Kereta Api

Tanjung Priok, Stasiun Tertua yang Memprihatinkan

Rabu, 22 Februari 2017 10:42 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih

Kondisi Stasiun Tanjung Priok
Kondisi Stasiun Tanjung Priok

Share this





Salah satu stasiun tua yang terletak di seberang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara sering membahayakan calon penumpang saat hujan mendera Ibukota.

JAKARTA – Meskipun mayoritas stasiun Kereta Api di Ibukota telah disulap dengan konsep modern, ternyata tidak berlaku di stasiun Tanjung Priok. Sebab, pangkalan moda transportasi berbasis rel di Jakarta Utara ini dalam kondisi bangunan yang tidak layak.

Pantauan Infonitas.com, Selasa, (21/2/2017) terlihat saat memasuki lobi terdapat pembatas garis kuning karena atap diatasnya rusak. Tidak hanya itu, kala hujan melanda seringkali di area ini basah karena atap bocor.

"Sengaja di kasih garis kuning, soalnya atap diatasnya rusak. Takut rubuh dan mencelakakan penumpang," kata salah satu penjaga keamanan yang ditemui dilokasi yang enggan disebutkan namanya.

Petugas tersebut mengungkapkan saat musim hujan seperti ini, lantai di Stasiun rawan licin. Hal ini, tentu sangat membahayakan penumpang khususnya anak kecil.

Sementara itu, salah satu penumpang Kereta Api tujuan Purwakarta, Verna meminta pihak Kereta Api Indonesia (KAI) segera memperbaiki stasiun Tanjung Priok. "Bahaya sih (kondisi stasiun saat ini). Sebaiknya segera di benerinlah yah, jangan di diemin kayak gini. Kasihan penumpang, apalagi yang bawa anak kecil takut kepleset," kata Verna.

Komuter > Kereta Api

Imbas Banjir, Perjalanan KRL Jabodetabek Tersendat

Selasa, 21 Februari 2017 17:04 WIB
Editor : Akbar Kemas | Reporter : Yatti Febriningsih

Ruas RL KRL Jabodetabek Tergenang Air
Imbas hujan deras di Jakarta sejak dini hari, sejumlah ruas rel kereta api jabodetabek digenangi air.

Share this





Sejumlah ruas rel KRL Jabodetabek digenangi air, hal ini berimbas pada tersendatnya arus lalu lintas KRL tersebut.

JAKARTA - Hujan yang turun merata di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya sejak malam tadi membuat genangan air di sejumlah jalur rel kereta api. Pantauan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) terdapat genangan air di sejumlah titik, antara lain di Kampung Bandan, Jakarta Kota, Tebet, dan Kalideres-Rawa Buaya.

Genangan di Tebet, dan Kalideres-Rawa Buaya Sejauh ini belum berdampak pada operasional KRL Jabodetabek. Sementara genangan di Jakarta Kota sempat mengganggu sistem persinyalan hingga pukul 05.45 pagi tadi, namun saat ini sudah normal kembali. Saat ini seluruh KRL dari arah Bogor/Depok maupun Bekasi telah dapat melayani penumpang hingga stasiun Jakarta Kota.

"KRL relasi Bekasi - Jakarta Kota sempat mengalami antrian dampak gangguan persinyalan, namun demikian perjalanan KRL dua jalur tetap dapat dilakukan," seperti dikutip dalam siaran berita KCJ yang diteima Infonitas.com, Selasa, (21/2).

Antrian KRL dampak genangan air juga terjadi disekitar jalur rel wilayah sudimara sehingga untuk keselamatan dan keamanan pada beberapa titik tertentu KRL harus mengurangi kecepatan. Terkait hal ini PT KCJ  memohon maaf atas gangguan perjalanan KRL dampak dari curah hujan yang tinggi hari ini.

"Selanjutnya PT KCJ akan tetap memantau kondisi Di lokasi dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait agar perjalanan KRL dapat kembali normal bilamana ketinggian air sudah memungkinkan" tulisnya

Dengan ini seluruh pengguna jasa dihimbau untuk tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan saat beraktivitas di stasiun dan di KRL. Pengguna jasa dihimbau untuk tidak memaksakan diri naik apabila KRL telah penuh dan menunggu KRL selanjutnya.

 

Komuter > Kereta Api

KRL Jabodetabek Terhambat Banjir

Selasa, 21 Februari 2017 09:46 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Detik.com

Kereta api listrik
Kereta api listrik.

Share this





Rel KRL Jabodetabek terendam banjir di sejumlah titik. Akibatnya, beberapa perjalanan kereta terganggu sejak pagi tadi.

JAKARTA – Hujan yang mengguyur kawasan Jabodetabek sejak Selasa (22/2) dini hari menyebabkan rel KRL Commuter Line Jabodetabek terendam banjir di sejumlah titik. Akibatnya, operasional KRL terganggu sejak pagi tadi.

Dikutip dari Detik.com, titik genangan air berada di rute KRL Kampung Bandan, Jakarta Kota, Tebet, dan Kalideres-Rawa Buaya. Kendati demikian, tidak semua KRL yang lintasannya digenangi air terganggu.

"Genangan di Tebet, dan Kalideres-Rawa Buaya Sejauh ini belum berdampak pada operasional KRL Jabodetabek," ucap VP Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek Eva Chairunisa.

Sementara itu, lanjut Eva, genangan di Stasiun Jakarta Kota sempat mengganggu sistem persinyalan hingga pukul 05.45 WIB. Namun, saat ini sudah normal kembali. "Saat ini seluruh KRL dari arah Bogor/Depok maupun Bekasi telah dapat melayani penumpang hingga stasiun Jakarta Kota," imbuhnya.

Di lain tempat, banjir yang sempat menggenangi rel antara Stasiun Angke – Kampung Bandan - Kemayoran juga sempat mengganggu operasional kerena. Tapi, saat ini perjalanan KRL di relasi tersebut sudah kembali normal.

"KRL relasi Bekasi - Jakarta Kota juga mengalami antrean dampak gangguan persinyalan, namun demikian perjalanan KRL dua jalur tetap dapat dilakukan," lanjutnya.

"KRL Feeder Manggarai - Duri PP perjalanannya dibatalkan, untuk mengurangi antrean kereta di Stasiun Duri dan kepadatan di lintas Manggarai - Duri," ujar Eva.

Eva menambahkan, pihaknya juga menjalankan kereta feeder sementara. "Untuk melayani pengguna di lintas Jatinegara, Pasar Senen, hingga Kemayoran, PT KCJ menjalankan sementara KRL feeder Jatinegara - Kemayoran PP," ucapnya.

Komuter > Kereta Api

TPS Dekat Stasiun, Tak Ganggu Perjalanan Commuter Line

Rabu, 15 Februari 2017 14:53 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Yatti Febriningsih

Stasiun Gondangdia
Stasiun Gondangdia

Share this





PT KAI tidak melakukan pengawasan tambahan terhadap proses pemilihan suara di dekat stasiun.

JAKARTA - Tempat Pemungutan Suata (TPS) 1 berada tepat bersebelahan dengan stasiun Gondangdia, Jalan Rasamala Raya, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, mengganggu akses jalan menuju stasiun. Meski akses jalan terganggu, namun tidak berdampak terhadap operasional Commuter Line.

 "Sejauh ini aman lancar tidak mengganggu sama sekali. Begitu juga operasional perjalanan kereta api tidak ada perubahan. Semuanya aman dan berjalan seperti biasanya,"kata kepala humas Daops 1, Prapto, kepada Infonitas.com di Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Prapto menambahkan pihak KAI tidak melakukan pengawasan tambahan terhadap proses pemilihan suara di dekat stasiun. Pihak stasiun tetap fokus pada pengawasan penumpang yang ada si dalam stasiun.

"Kita tetap fokus pada pengawasan di dalam stasiun saja. Karena itu, masih dalam tahap SOP yang berlaku," tambahnya.

Proses pemungutan suara untuk memilih Gubernur Jakarta ini sendiri diadakan serentak hingga pukul 13.00 nanti. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan oenghitungan suara di seluruh TPS yang tersebar.

Komuter > Kereta Api

Hari Valentine, PT. KAI Berikan Promo Menarik

Jumat, 10 Februari 2017 20:18 WIB
Editor : Waritsa Asri | Sumber : Bisnis.com

Ilustrasi - Kereta Api
Kereta Api jarak jauh

Share this





Hari Valentine, PT. KAI memberikan promo menarik untuk pembelian tiket murah enam kereta api khusus DAOP 1.

JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia berikan promo tiket murah enam kereta api dalam rangka menyambut hari kasih sayang yang diperingati setiap 14 Februari. Promo itu khusus kereta api keberangkatan dari wilayah daerah operasi 1 Jakarta.

Senior Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Suprapto tuturkan enam kereta tersebut adalah Argo Parahyangan (KA 20, KA 24, KA 30), Cirebon Ekspres (KA 62 dan KA 68), KA Purwojaya, Menoreh, Sawunggalih Pagi, dan Sawunggalih Malam.

Pihaknya memberikan tarif KA Argo Parahyangan kelas eksekutif sebesar Rp 60 ribu dan ekonomi Rp 45 ribu. Kemudian Cirebon Ekspres Rp 110 ribu untuk kelas eksekutif dan Rp 70 ribu kelas ekonomi. Adapun tarif tiket KA Purwojaya Rp 180 ribu untuk kelas eksekutif, KA Menoreh Rp 90 ribu kelas ekonomi. Harga tiket KA Sawunggalih Pagi Rp150 ribu untuk kelas bisnis, sedangkan Sawunggalih Malam Rp 180 ribu untuk kelas eksekutif dan Rp 150 ribu kelas bisnis. 

“Program promo tiket ini berlaku untuk pemesanan mulai 11 Februari 2017 untuk keberangkatan tanggal 14-16 Februari 2017 di enam KA komersial berbagai kota tujuan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” kata Suprapto, Jakarta, Kamis, 9 Februari 2017.

Akan tetapi, Suprapto menambahkan, jumlah tempat duduk yang dialokasikan untuk promo tersebut sebanyak 14 tempat duduk dalam satu kereta. Tiket promo tersebut, kata dia, tidak dapat ditunda atau dibatalkan dan tidak dapat digabung dengan promo lain.

Komuter > Kereta Api

Resmi, Kontrak LRT Ditandatangani

Jumat, 10 Februari 2017 19:48 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi - LRT
Ilustrasi

Share this





Akhirnya, Kontrak Pelaksanaan pembangunan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit terintegrasi ditandatangani, Jakarta, Jumat (10/2/2017).

JAKARTA - Kontrak pelaksanaan pembangunan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi telah resmi ditandatangani. Adapun penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono dan Direktur Utama PT.Adhi Karya (Persero), Budi Hartono.

Seperti dilansir siaran pers yang diterima Infonitas.com, penandatangan kontrak tersebut sesuai dengan Perpres Nomor 65 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit terintegrasi di Wilayah Jabodetabek. Pembangunan LRT Jabodetabek sendiri akan diserahkan kepada PT. Adhi Karya (Persero) sebagai pelaksana pembangunan.

Sesuai dengan pepres Nomor 65 Tahun 2016, PT.KAI (Persero) akan ditugaskan untuk pengadaan sarana dan pengoperasiannya. PT. KAI kedepannya akan berkoordinasi dengan Adhi Karya yang termasuk dalam lingkup pekerjaan pembangunan LRT ini.

“Pembangunan Prasarana LRT ini baru bisa berdaya guna setelah beroperasi. Sedangkan pengoperasian prasarana ini perlu didukung oleh ketersediaan sarana LRT” kata Prasetyo Boeditjahjono di ruang Majapahit, Gedung Karsa, Jakarta, Jumat, (10/2/2017).

Pembangunan LRT ini ketika beroperasi diharapkan dapat berkontribusi untuk mengurangi kemacetan jalan raya, dan mendorong pengguna kendaraan pribadi untuk mau beralih menggunakan kereta api. Pembangunan LRT ini juga diharapkan dapat memicu tumbuh Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun LRT.

Komuter > Kereta Api

Dampak Terlalu Sering Berdesakan di Commuter Line

Rabu, 08 Februari 2017 17:43 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Okezone.com

Ilustrasi - KRL Sesak
Ilustrasi KRL sesak oleh penumpang

Share this





Kereta memang angkutan massal paling murah, cepat, dan praktis. Namun pada jam tertentu, penumpang harus rela berdesakan berada dalam angkutan ini.

JAKARTA – Kaum urban pasti sudah sangat akrab dengan Commuter Line Jabodetabek. Ya, angkutan umum massal ini memang jadi moda transportasi favorit karena memiliki banyak keunggulan. Yakni murah, mudah diakses, cepat, dan praktis.

Tapi sayang, jumlah penumpang yang bertambah dengan cepat tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas yang cepat pula. Alhasil pada jam tertentu, angkutan ini disesaki penumpang. Para pengguna jasa angkutan ini pun harus rela berdesakan di dalam gerbong.

Mengutip Okezone.com, para ahli kesehatan mengatakan bahwa terlalu sering berdesakan dalam KRL dapat menyebabkan stres. Ini bisa terjadi karena para penumpang mengalami kondisi yang sama setiap hari. Yakni berdesakan saat mereka berangkat maupun pulang kerja. Sesaknya kondisi dalam gerbong juga akan membuat penumpang tidak bisa menghirup udara segar dan akhirnya stres makin parah.

Selain stres, kondisi berdesakan dalam KRL juga bisa menyebabkan dehidrasi. Pasalnya, penumpang yang sering berada di keurumunan orang mudah berkeringat dan sangat haus.

Untuk bisa terhindar dari masalah kesehatan tersebut, penumpang disarankan untuk mengimbangi aktivitas berdesakan ini dengan kegiatan lain. Semisal dengan melakukan stretching ringan di area stasiun tujuan. Usahakan pula, Anda menyimpan botol minum air putih di dalam tas. Jika terasa haus, tegukkan sedikit air agar cairan tubuh Anda tetap seimbang.

Komuter > Kereta Api

Stasiun Jakarta Kota Terlalu Padat, 2 KA Dialihkan

Kamis, 02 Februari 2017 12:07 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : Sindonews.com

Stasiun jakartakota
Kepadatan di Stasiun jakarta Kota

Share this





Pengalihan juga bertujuan untuk menghidupkan stasiun baru yang berada di bawah daerah operasional 1 PT KAI.

JAKARTA – Mulai minggu depan atau 9 Februari 2017, Daerah Operasional  (Daop) 1 PT Kereta Api Indonesia bakal mengurangi jumlah perjalanan kereta ke Stasiun Jakarta Kota. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di stasiun tersebut.

Pengurangan jumlah perjalanan dilakukan dengan mengalihkan dua relasi kereta api (KA). Yakni KA lokal dari cikampek dan Purwakarta. Kedua relasi tersebut dialihkan ke arah Stasiun Tanjung Priok.

‎"Jadi nantinya KA itu tidak berhenti di stasiun Jakarta Kota," ucap Suprapto, Senior Manager Humas Daop 1 seperti dikutip dari Sindonews.com, Kamis (2/2).

Lebih detail, Suprapto ‎menjelaskan bahwa setiap harinya, jumlah penumpang KA lokal di Stasiun Jakarta Kota mencapai 4 ribu orang. Ditambah dengan penumpang KRL Comuter Line, maka jumlahnya bertambah hingga mencapai lebih dari 30 ribu orang.

Selain mengurangi kepadatan, pengalihan dua relasi KA ini juga bertujuan untuk menghidupkan kembali Stasiun Tanjung Priok. Soalnya, stasiun tersebut baru beroperasi. "Kami harapkan Stasiun Tanjung Priok bisa menunjukkan geliatnya lagi," imbuh Suprapto.

Sebelumnya, penghapusan kereta lokal juga di lakukan oleh Daop 1 terhadap relasi Rangkas Bitung - Angke. Untuk mengalihkan perjalanan ini, Daop 1 kemudian menggantinya dengan Commuter Line dari Rangkas Bitung - Tanah Abang - Duri. Saat ini, uji coba terhadap perjalanan itupun sudah dilakukan demi mengetahui kesiapan fasilitas dan sarana. 

Komuter > Kereta Api

Commuter Line Sumbang Angka Tertinggi Penumpang Kereta Api

Rabu, 01 Februari 2017 17:47 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi Penumpang Kereta Api
Ilustrasi Penumpang Kereta Api

Share this





Commuter Line sumbang 77,27 persen dari total keseluruhan penumpang kereta api se Jawa dan Sumatera.

JAKARTA – Jumlah penumpang kereta api di daerah Jawa dan Sumatera yang berangkat pada Desember 2016 sebanyak 33,2 juta orang atau naik 8,29 persen dibanding bulan sebelumnya. Dari angka tersebut sebagian besar merupakan penumpang dari Jabodetabek yang  menggunakan Commuter Line.


Badan Pusat Statistik mencatat peningkatan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan Sumatera dengan masing-masing angka sebesar 3,06 persen, 31,93 persen, dan 21,09 persen. Sementara untuk penumpang Jabodetabek yang menggunakan Commuter Line tercatat sebanyak 24,8 juta orang atau 77,27 persen  dari total keseluruhan penumpang kereta api.

Sedangkam secara kumulatif, jumlah penumpang kereta api selama Januari-Dessmber 2016 mencapai angka 351,8 juta orang atau naik 7,49 persen dibanding periode yang sama tahun 2015. Kenaikkan itu terjadi baik di seluruh wilayah Jabodetabek, Jawa-non Jabodetabek, dan Sumatera yanv masing-masing mengalami kenaikkan sebesar 8,95 persen, 3,42 persen, dan 12,34 persen.

Sementara itu, jumlah barang yang diangkut kereta api pada bulan Desember 2016 sebanyak 3,3 juta ton atau naik sebesar 4,38 pelelangan dibanding bulan sebelumnya. Sebagian besar barang yang di angkut tercatat di wilayah Sumatera yakni sebanyak 2,3 juta ton atau 70,10 persen.
Peningkatan jumlah barang di Sumatera dan Jawa Non Jabodetabek dengan masing-masing angka 1,8 persen dan 5,50 persen.

Untuk periode Januari-Desember 2016 jumlah barang yang diangkut kereta api mencapai angka 35,5 juta ton atau naik 10,21 persen dibanding periode yang sama ditahun 2015. Peningkatan terjadi di wilayah Sumatera dan Jawa-Non Jabodetabek masing-masing sebesar 11,6 persen dan 8,14 persen.