Kelapa Gading > Usaha

Kampanye ke Pelajar, Dirjen Pajak Catat Rekor MURI

Jumat, 11 Agustus 2017 19:30 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Ilustrasi Pajak
Ilustrasi Pajak
Foto : istimewa

Share this








Dirjen Pajak memberikan edukasi tentang pentingnya peran pajak terhadap pembangunan negara ke lembaga pendidikan.

PULOGADUNG – Pada hari ini, Dirjen Pajak menggelar kampanye tentang pentingnya pajak terhadap pembangunan negara dihadapan ribuan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Perguruan Tinggi. Kegiatan Pajak Bertutur dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia yaitu di 2OOO-an sekolah dan perguruan tinggi dengan jumlah peserta sekitar 120.000 orang siswa/mahasiswa tercatat rekor MURI.

Untuk di Ibu Kota diselenggarakan di kawasan Pulomas, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Utara. Pajak Bertutur dilaksanakan pada waktu yang sama di Indonesia yaitu pada hari Jumat (11/8/17) mulai pukul 09.00 WIB, 10.00 WITA, dan 11.00 WIT, serempak bagi pelajar dan mahasiswa sejumlah 110.000 di seluruh Indonesia. Kegiatan ini sekaligus memecahkan rekor Muri dengan peserta terbanyak dalam mengikuti Program Pajak Bertutur.

Pajak Salah satu sumber utama penerimaan negara berasal dari pajak. Hal ini teriihat pada rencana penerimaan negara Tahun 2017 sekitar Rp.1.307 triiiun atau sekitar 75% dari penerimaan total negara Rp.1.736,25 triliun.

Sehingga pajak memiIiki peran yang sangat vitaI di Indonesia, tanpa pajak kehidupan negara tidak akan bisa berjalan dengan baik karena kekurangan anggaran. Seperti pembangunan infrastruktur, biaya pendidikan, kesehatan, pembayaran gaji para penyeIenggara negara dan pembangunan fasiIitas publik mayoritas dibiayai dari pajak.

Bahkan 20% digunakan untuk anggaran pendidikan seperti rehabilitasi ruang kelas, tunjangan profesi guru, tunjangan khusus guru, sertifikasi dosen, Kartu Indonesia Pintar (KIP), maupun Bantuan Operasionai SekoIah (BOS). Semakin banyak pajak dipungut maka semakin banyak fasilitas dan infrastruktur yang dibangun. Di sisi Iain, pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban bernegara, yang dasar konstitusinya Pasal 23A UUD 1945.

Menyadari pentingnya pajak ini serta kegunaannya untuk pemerataan pembangunan, pemerintah melalui Direktorat Jendral Pajak (DJP) mengadakan sosialisasi pajak kepada siswa dan mahasiswa dengan tajuk 'Pajak Bertutur'.

Dalam siaran pers yang diterima infonitas.com kegiatan ini dilakukan guna memberikan edukasi nilai-nilai kesadaran pajak kepada generasi muda meIaIui pendidikan. Dengan kegiatan 'Pajak Bertutur' ini diharapkan para generasi muda yaitu siswa dan mahasiswa mendapat bekal untuk meneruskan cita-cita bangsa ini, dan yang harus dipersiapkan salah satunya adalah memilki kesadaran pajak sedini mungkin.

Berdasarkan Data di Direktorat Jenderal Pajak menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan perpajakan (formal dan material) dan kesadaran pajak di kaIangan Wajib Pajak masih rendah. Dari 257 juta jiwa jumlah penduduk Indonesia, baru 30,08 juta orang pribadi yang terdaftar sebagai Wajib Pajak, 12,7 juta orang pribadi yang Iapor Surat Pemberitahuan (SPT), dan 1,55 juta orang pribadi yang membayar pajak.

Untuk membangun masa depan perpajakan Indonesia, maka perIu dipersiapkan generasi muda yang memiIiki kesadaran pajak yang Iebih baik. Budaya sadar pajak harus ditanamkan sejak dini meIaIui pendidikan agar kesadaran pajak menjadi saIah satu karakter generasi bangsa yang cinta tanah air dan beIa negara meIaIui kesadaran meIaksanakan hak dan kewajiban perpajakan.