Kelapa Gading > Properti

Tax Amnesty dan Pilkada DKI Pengaruhi Sikap Investor Properti

Jumat, 08 Desember 2017 16:05 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : R Maulana Yusuf

Ilustrasi Pajak Properti
Ilustrasi Pajak Properti
Foto : istimewa

Share this








Kebijakan pemerintah terkait Tax Amnesty dan suhu politik pada Pilkada DKI Jakarta pengaruhi sikap investor properti di Sunter, Jakarta Utara.

TANJUNG PRIOK - Penurunan harga properti selama dua tahun belakangan ini, membuat banyak para agen properti atau broker berharap pada 2018 kembali membaik. Meskipun, pada 2017 mengalami kenaikan 10-15 persen di Sunter, karena harga properti di kawasan tersebut mengalami reposisi.

"Saat ini sedang reposisi harga karena tahun sebelumnya ada kenaikan dan penurunan harga yang drastis,"ungkap Jansens Gowinatha, Principal Ray White Danau Sunter saat ditemui dikantornya yang berlokasi di Kawasan Ruko Greenlake Sunter, Jalan Danau Sunter Selatan Blok M 1 Ruko TBS No. C.Sunter Agung, jakarta utara, Kemarin.

Selain itu, kata Jansens, saat ini para investor hat-hati dalam melakukan pembelian properti. Hal ini lantaran, mereka masih melihat kebijakan pemerintah dalam pembenahan sektor pajak dengan adanya pengampunan pajak (tax amnesty).

"Para investor sedang merapikan pajaknya sehingga berhati-hati, kalau belum rapi agak takut tetapi setelah selesai belanja kembali karena lebih aman,"katanya.

Ditambah, suhu politik pilkada DKI Jakarta 2017 lalu ikut berimbas terhadap sikap para investor dalam melakukan investasi. Mengingat faktor  jaminan keamanan. "Kalau suhu politik baik-baik saja para investor juga merasa aman. Investor ingin investasi yang aman,"tutupnya.