Kelapa Gading > Properti

Pengenaan Aneka Jenis Pajak Berimbas Pada Bisnis Properti

Jumat, 01 Desember 2017 18:00 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : R Maulana Yusuf

Ilustrasi Pajak Properti
Ilustrasi Pajak Properti
Foto : istimewa

Share this








Aneka jenis pajak yang dikenakan setiap pembelian properti berimbas terhadap bisnis barang tak bergerak tersebut, terutama agen jasa penjualan atau broker.

KELAPA GADING – Pengenaan pajak yang beraneka ragam terhadap properti, menjadi pemicu keengganan pembeli untuk berinvestasi maupun membeli barang tak bergerak satu ini. Berikut jenis-jenis pajak properti, yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM), PPh pasal 22 (berlaku untuk properti dengan kelas super mewah), dan Bea Balik Nama (BBN).

Adanya pengenaan pajak setiap melakukan pembelian properti, mengharuskan setiap konsumen baik itu pribadi maupu badan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Menurut Principal Harcourts Boulevard Sukanda Surja, pengenaan pajak serta kewajiban memiliki NPWP berimbas terhadap bisnis properti. Maksudnya, setiap investor yang ingin menginvestasikan harta kekayaannya di bidang properti harus memberikan NPWP.

"Sektor properti diminta memberikan NPWP dari pembeli dan akibatnya pembeli diuber-uber pajak sehingga akhirnya batal beli," ujar Surja saat berbincang dengan infonitas.com, rabu(29/11/2017).

Surja menambahkan, sebelumnya pada masa keemasan pasar properti di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 2011-2014, pengenaan pajak belum seketat seperti sekarang. Yakni, penjualan rumah dalam setahun rumah bisa tiga kali pindah tangan.

Di sisi lain, Surja mengakui reformasi pajak yang berlangsung pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pelan-pelan dapat merubah sistem menjadi lebih transparan.

"Belum tahu apakah akan kembali ke masa keemasan tersebut, pajak menjadi ancaman tetapi apa boleh buat kita ikuti saja regulasi yang ada,"tutupnya.