Kelapa Gading > Properti

Melihat Prospek Bisnis Properti di Kelapa Gading dan PIK

Sabtu, 07 Oktober 2017 18:00 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Ilustrasi Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara
Ilustrasi Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara
Foto : Adi Wijaya

Share this








Menurut Vice President Director PT. City Sentul, Andy K. Natanael bahwa bisnis properti di Kelapa Gading dan PIK sedikit menguntungkan untuk investasi.

KELAPA GADING – Dalam hal pembangunan properti di Jakarta Utara, kawasan Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk (PIK) yang memiliki perkembang sangat pesat. Lantaran, kedua wilayah itu merupakan kawasan sentral bisnis yang terkenal dengan pemukiman elite.

Menurut Vice President Director PT. City Sentul, Andy K. Natanael, prospek bisnis properti di Kelapa Gading dan PIK sangat bagus. Namun, hal ini tak berlaku untuk investasi. Sebab, harga properti di kedua kawasan tersebut terlampaui tinggi, sehingga nilai keuntungan hanya sedikit.

"Prospek bisnis properti di Kelapa Gading dan PIK bagus ya, tetap ada kenaikan namun tidak lagi signifikan. Kalau mau cari Capital Gain (laba dari investasi) di Kelapa Gading dan PIK sangat sulit, karena harga disana sudah cukup mahal sehingga Kenaikannya pun sulit tinggi, walaupun tetap ada kenaikan,"tutur Andy saat menjadi pembicara di acara Breakfast MeetingvFull Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI) atau Komunitas pengusaha dan profesional kristen chapter Kelapa Gading di Gandy Steak House Restaurant, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (7/10/17).

Meski begitu, Andy mengakui, Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk (PIK) lebih cocok untuk tempat hunian maupun lokasi bisnis. Sebab,  fasilitas yang tersedia sudah sangat lengkap dan Akses mudah terjangkau.

"Biasanya kawasan itu hanya untuk tinggal dan usaha kalau untuk investasi saja jarang dan memang sulit mendapatkan keuntungan tinggi. Ya paling setidaknya bisa mendapatkan pemasukan dari Yield (sewa), walaupun tarif sewanya tiap lokasi di kelapa Gading dan PIK berbeda ada yang bagus dan ada yang tidak tergantung lokasi properti itu,” jelasnya.

Terkait bisnis property, Andy memastikan tetap ada keuntungan. Hanya saja, tingkat kenaikannya tidak terlalu tinggi, atau berkisar pada angka 5-7 persen tiap tahunnya.