Kelapa Gading > Properti

Ini Penyebab Bisnis Sektor Properti Tak Bergairah

Minggu, 08 Oktober 2017 10:00 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Proyek pembangunan tol dalam kota Jakarta di kawasan Kelapa Gading.
Proyek pembangunan tol dalam kota Jakarta di kawasan Kelapa Gading.
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Beberapa waktu belakangan ini bisnis sektor property kurang bergairah, lantaran ada kecenderungan masyarakat menahan untuk membeli.

KELAPA GADING – Banyak pelaku bisnis maupun pengamat beranggapan sektor properti pada beberapa waktu terakhir kurang bergairah. Hal ini, lantaran daya beli masyarakat berkurang, dalam artian menahan diri untuk membeli property.

Pernyataan tersebut terlontar dari Vice President Director PT. City Sentul, Andy K. Natanael. Ia menyebut sebenarnya pasar properti tidak loyo tapi hanya kemauan untuk membeli yang loyo.

"faktor yang menyebabkan industri properti di dalam negeri mengalami kelesuan. Salah satunya ialah masyarakat yang menahan diri untuk membeli properti," ungkapanya saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Sabtu (7/10/2017) kemarin.

Kondisi masyarakat menahan dalam hal konsumsi property, kata Andy terlihat dari mengendapnya uang mereka di pihak perbankan. Masyarakat saat ini masih belum terlalu yakin untuk melakukan investasi di sektor properti.

"Katanya ekonomi sekarang sedang tidak baik, ya betul tapi bukan masyarakat tidak punya uang, mereka banyak uang terlihat uang yang mengendap di Bank,” jelasnya.

Untuk mengatasinya, Andy meminta para developer atau pelaku bisnis tampil menghidupkan kembali kemauan masyarakat dalam membeli properti. Ia beranggapan potensi market sektor ini selalu ada, sehingga dalam menarik konsumen harus memiliki kreativitas untuk menjawab kebutuhan pembeli.

"Harus perhatikan lokasi, aksesibilitas, konsep marketing itu harus berbeda, deferesiansinya harus ada, harga juga penting dan tentunya harus bisa jeli apa yang sedang market,"tutupnya.