Kelapa Gading > Properti

Ekspatriat Jadi Target Market Pengembang Kawasan Industri

Minggu, 11 Februari 2018 11:15 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Pekerja professional atau ekspatriat
Pekerja professional atau ekspatriat
Foto : istimewa

Share this








Para ekspatriat asing jadi target market pengembang property kawasan industri internasional, seperti di Cikarang, Bekasi.

KELAPA GADING - Pekerja profesional asal Jepang menjadi target pasar pengembang property di kawasan industri internasional. Salah satunya di Cikarang, Bekasi.

Diperkirakan pekerja asing yang bekerja di Cikarang dan sekitarnya berjumlah 20.000 orang. Sebagian besar berasal dari Jepang dan Korea Selatan, sisanya dari China, Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat.

Andy K. Natanael, Konsultan marketing Kawana Golf Residence proyek serviced apartment di Jababeka Residence menjelaskan, pekerja asal Jepang yang beraktivitas di Cikarang dan sekitarnya.

“Kebanyakan mereka menjabat sebagai staf ahli yang rata-rata menerima bujet hunian sebesar USD 2.000 per bulan,” ungkapnya saat berbincang dengan infonitas.com di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/2/2018).

Berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia. Menurut Andy, mereka lebih banyak mencari hunian murah. Sedangkan, pekerja asal Negeri Matahari Terbit lebih mementingkan kualitas hidup dan menggunakan semua budget tersebut.

Untuk mengetahui seberapa besar market ekspatriat Jepang di Cikarang dan apa saja yang mereka inginkan dari sebuah hunian, Andy mengatakan pihaknya melakukan serangkaian survei. Kesimpulannya sebagai berikut:

Pertama, ekspatriat Jepang suka kesunyian. Dengan demikian, mereka enggan tinggal di apartemen yang menyatu dengan pusat belanja atau mal. Sebaliknya, mereka juga tak mau terlalu jauh dari pusat belanja.

“Karena suka kesunyian dan eksklusivitas hunian, mereka memilih apartemen yang tidak terlalu banyak unit di satu lantai,” jelasnya.

Di sisi luasan, para ekspatriat Jepang memilih unit apartemen yang cukup besar, yakni di atas 30 meter persegi. Mereka juga suka berendam di air hangat, sehingga memilih unit yang memiliki bathtub.

Fasilitas lain yang diinginkan mereka, tambah Andy, seperti pemandian air panas (onsen), makan pagi dan restoran Jepang, room service, laundry, dan cleaning service.

“Mereka juga tak suka tinggal di apartemen yang banyak dihuni ekspatriat dari negara lain. Bahkan, untuk pengelola (operator) apartemen pun mereka memilih operator asal Jepang. Alasannya, agar lebih mudah berkomunikasi,” jelas Andy.

Bagi para investor, memiliki penyewa apartemen asal Jepang cukup menjanjikan. Pasalnya, mereka umumnya memilih tinggal dalam jangka panjang (long stay).

“Hobi yang banyak diminati para ekspatriat Jepang adalah bermain golf. Ini sangat cocok dengan produk Kawana Golf Residence yang memang terkonekasi dengan lapangan golf dan menyediakan Term Membership Golf untuk investor maupun penyewa unit,” pungkas Andy.